Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
Sampah menjadi masalah yang meresahkan dan tidak kunjung berhenti. Sayangnya isu sampah bukan hanya ada di kehidupan nyata atau lingkungan tapi juga ada di media sosial karena banyak konten-konten yang dianggap sebagai 'sampah'.
Direktur Pemberitaan Media Indonesia Abdul Kohar mengatakan Media Indonesia bermain di ruang-ruang yang selama ini oleh sebagian orang dianggap sebagai tempat penampungan "sampah" karena isinya banyak yang menebar kebencian, berita bohong atau hoaks, saling sindir, saling benci, saling maki yakni media sosial. Media Indonesia harus hadir di situasi seperti itu dengan tujuan untuk menghilangkan sampah-sampah.
"Kawan-kawan punya keresahan terhadap sampah dalam pengertian yang sesungguhnya, kami juga punya keresahan terhadap sampah yang ada di media sosial," kata Kohar dalam acara temu media dengan Trash Ranger Indonesia di Komplek Kedoya Jakarta Barat, Selasa (17/6).
Oleh karena itu Media Indonesia masuk di dalamnya untuk memberikan warna agar media sosial tidak dijejali dan tidak disesaki dengan sampah-sampah. Media Indonesia masuk dengan konten-konten yang ditampilkan secara menarik dan baik.
Di kehidupan nyata atau di lingkungan sekitar masalah sampah datang setiap harinya mulai dari sampah makanan, medis, pakaian, plastik, dan sebagainya yang sulit terurai bahkan berbahaya bagi tanah, laut, maupun lingkungan sekitar.
Maka dibutuhkan aksi yang bergerak untuk mengatasi masalah sampah tersebut. Salah satu aksi atasi sampah dilakukan oleh sekelompok anak muda yang tergabung dalam Trash Ranger Indonesia.
"Kedatangan teman-teman dari Trash Ranger Indonesia ini adalah bagian dari kami untuk memupuk kolaborasi dengan berbagai komunitas, berbagai mereka yang punya saham penting di Republik Indonesia," ungkap Kohar.
"Inisiatif-inisiatif semacam ini yang menurut saya penting untuk dikolaborasi, penting untuk dikenal oleh publik secara umum. Kita sudah terlalu banyak hal yang tak macem, tidak bergerak, karena tidak ada yang berani bergerak atau tidak ada yang mau bergerak," sambungnya.
Dengan banyaknya sampah di dunia maya maupun di dunia nyata Media Indonesia berkolaborasi dengan Trash Ranger Indonesia mengajak masyarakat memiliki kesadaran dan tanggung jawab yang sama mengatasi masalah sampah.
"Indonesia tidak kekurangan orang baik, tidak kekurangan orang peduli, tidak kekurangan orang yang siap untuk bergerak bagi kebaikan. Media Indonesia siap untuk mewartakan, menyampaikan ini kepada siapapun," ungkapnya. (H-1)
Pemda mengakui adanya kendala pengangkutan akibat daya tampung TPA yang sudah tidak memadai.
ANGGOTA DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth minta agar ada evaluasi yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI setelah Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang kongsor.
Musibah ini merupakan peringatan keras bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk segera menghentikan metode open dumping yang masih dipraktikkan di TPST Bantar Gebang.
Danantara Indonesia resmi mengumumkan mitra terpilih untuk fasilitas Waste-to-Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bekasi dan Denpasar.
Kebersihan kawasan pesisir di Pulau Dewata dinilai bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga berkaitan langsung dengan citra Indonesia di mata dunia.
Plt Bupati Bekasi geram dan menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pelaku pembuangan sampah sembarangan di Kabupaten Bekasi.
mitigasi bencana tidak dapat hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga harus menyentuh perubahan perilaku serta penguatan kesiapan mental masyarakat
Pemerintah juga akan menambah jumlah penyapu jalan dan memperkuat program kebersihan lainnya.
Pengecekan bertujuan memastikan kesiapan personel serta kelengkapan sarana dan prasarana pendukung pelayanan bagi masyarakat.
Reputasi institusi kepolisian kerap meningkat pada momen tertentu, namun bisa menurun drastis ketika muncul kasus yang menyentuh rasa keadilan publik.
Pemerintah perlu memetakan kembali daerah yang membutuhkan dan pendanaan agar lebih tepat sasaran atau wilayah-wilayah menjadi kantong kurang gizi.
Data BPBD mencatat sejumlah kawasan bantaran Sungai Ketahun berada dalam kategori rawan banjir, yakni Kecamatan Amen, Uram Jaya, Pinang Belapis, dan Lebong Utara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved