Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Farid Agung Rahmadi mengatakan pemberian screen time atau paparan waktu layar berlebih pada anak berdampak pada tumbuh kembang dan kesehatannya.
"Dampak screen time dari durasi yang berlebihan, konten yang diberikan tidak tepat, tidak adanya pendampingan orang tua dan posisi yang menetap atau tidak berubah posisi selama lebih dari 1 jam. Hal itu memberikan dampak negatif kepada kesehatan dan tumbuh kembang anak,"
kata Farid, dikutip Kamis (5/6).
Dokter yang tergabung di Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatrik Sosial IDAI itu menyampaikan screen time berlebih memiliki dampak dalam jangka pendek dan panjang pada anak.
"Dampak jangka pendek, selama periode perkembangan kurang dari lima tahun umurnya dan dampak jangka panjang kalau screen time yang berlebih ini terus terjadi bahkan sampai lebih dari lima tahun dampaknya bisa menetap," ujar dia.
Dalam jangka pendek, screen time berlebih bisa membuat anak terlambat menguasai keterampilan motorik, baik motorik kasar maupun motorik halus. Anak dengan screen time berlebih, kata Farid, juga akan mengalami keterlambatan perkembangan bicara dan bahasa hingga gangguan perkembangan kognitif atau kecerdasan.
"Anak menjadi hiperaktif, sulit untuk fokus, agresif, perilaku antisosial atau mudah sekali tantrum, mudah sekali merusak, mudah sekali
mengganggu anak lain dan dapat juga terjadi sleeping disorder atau gangguan tidur. Ini semua dampak jangka pendek screen time berlebih," jelas Farid.
Jika screen time berlebih tidak diatasi, pada jangka panjang perilaku anak memburuk, misalnya semakin hiperaktif, sulit berkonsentrasi di sekolah sehingga berpengaruh terhadap kemampuan akademik.
Farid juga mengatakan dampak panjang dari screen time berlebih pada anak adalah obesitas lantaran dipengaruhi restriksi atau posisi yang tidak berubah selama lebih dari 1 jam sehingga anak sangat kurang aktivitas fisik.
Kecenderungan tidak bergerak dalam waktu yang lama juga bisa mendorong anak memiliki diet yang tidak baik dan mengonsumsi makanan
yang tidak sehat.
Screen time berlebih juga membuat waktu tidur anak berkurang sehingga dia bisa mengalami gangguan pola tidur. Sementara itu, tidur sangat penting bagi anak karena sel-sel tumbuh lebih cepat dan hormon pertumbuhan juga banyak keluar saat anak tidur.
Paparan sinar biru buatan dari layar elektronik membuat otak menjadi waspada dan terus bekerja sehingga produksi melatonin, hormon yang
diperlukan untuk tidur nyenyak, menjadi sedikit.
"Ketika melatoninnya menjadi sedikit, tidak cukup untuk mengantarkan tidurnya. Efek ini lebih rentan pada anak-anak daripada orang
dewasa," pungkas Farid. (Ant/Z-1)
Orangtua diimbau untuk tidak membawa anak ke tempat yang terlalu padat guna meminimalisir risiko infeksi.
Kunci utama keberhasilan aturan pembatasan gawai bukan hanya pada larangan, melainkan pada keteladanan orangtua sebagai role model.
Keistimewaan yang didapat oleh anak sulung perempuan sering kali muncul dalam bentuk pemberian otonomi yang lebih besar.
Orangtua didorong untuk menciptakan proyek sederhana di rumah, seperti membuat karya tulis atau pengamatan alam di sekitar rumah untuk memicu rasa ingin tahu.
Salah satu indikator utama seorang anak telah mencapai tahap adiksi adalah kehilangan kontrol diri yang akut.
Kunci pembeda utama antara stunting dan stunted terletak pada penyebab dan asupan nutrisi sang anak.
Berdasarkan filosofi keseimbangan Yin dan Yang, jamur kuping dipercaya mampu mengembalikan harmoni organ tubuh yang terganggu akibat penyakit.
Selain hipertensi, diabetes dan influenza juga menduduki posisi teratas dalam daftar keluhan kesehatan di posko pemantauan mudik.
Sakit tenggorokan saat bangun tidur bisa disebabkan dehidrasi, alergi, hingga GERD. Kenali 6 penyebab paling umum dan cara mencegahnya sebelum kondisi semakin parah.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya pengendalian polusi udara yang dilakukan secara terukur, berbasis data, serta didukung kolaborasi antar daerah.
Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan tubuh terus dilakukan berbagai pihak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved