Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk Sabtu, 31 Mei 2025, dengan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia. Fenomena yang diantisipasi meliputi cuaca berawan tebal, hujan ringan hingga lebat, serta hujan disertai petir.
Berawan: Banda Aceh
Berawan Tebal: Padang, Jambi, Bengkulu, Palembang
Hujan Ringan: Medan
Hujan Sedang: Pekanbaru
Hujan Petir: Tanjung Pinang, Bandar Lampung, Pangkal Pinang
Berawan: Yogyakarta
Berawan Tebal: Jakarta, Serang, Bandung
Hujan Ringan: Semarang, Surabaya
Bali & Nusa Tenggara
Berawan Tebal: Kupang
Hujan Ringan: Denpasar, Mataram
Berawan: Pontianak
Hujan Ringan: Palangkaraya, Samarinda
Hujan Petir: Banjarmasin, Tanjung Selor
Hujan Ringan: Makassar, Gorontalo, Palu, Manado
Hujan Petir: Mamuju, Kendari
Hujan Ringan: Ambon, Ternate, Manokwari, Jayapura, Jayawijaya
Hujan Sedang: Sorong, Nabire, Merauke
BMKG mengamati sirkulasi siklonik di Selat Makassar, perairan utara Maluku, dan Papua Barat Daya, yang memicu daerah konvergensi angin dari Sulawesi Tenggara hingga Papua.
Konvergensi serupa juga terpantau memanjang dari Aceh hingga Bengkulu, Yogyakarta hingga Jawa Barat, serta Nusa Tenggara hingga Maluku bagian selatan.
Kondisi ini berpotensi memicu pertumbuhan awan hujan signifikan, meningkatkan risiko hujan sedang-lebat dan cuaca ekstrem di berbagai wilayah, termasuk:
Jawa Barat dan Jawa Timur
Bali dan NTB
Kalimantan
Sulawesi
Maluku dan Papua
Angin kencang di Laut Andaman dan Laut Cina Selatan berpotensi memicu gelombang tinggi. BMKG juga memperingatkan kemungkinan banjir rob di wilayah pesisir berikut:
Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca terkini melalui:
Aplikasi Info BMKG (Play Store & App Store)
Situs resmi: www.bmkg.go.id
Media sosial: @infobmkg
Tetap waspada dan persiapkan langkah mitigasi terhadap cuaca ekstrem yang mungkin terjadi. (YouTube BMKG/Z-10)
Pada awal 2026, Indonesia masih merasakan pengaruh fenomena La Nina.
CUACA ekstrem berupa hujan disertai angin kencang terus melanda Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam beberapa hari terakhir.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.
Kondisi lingkungan yang tidak mendukung dapat menurunkan daya tahan tubuh secara drastis.
Menurut analisis dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University, Sonni Setiawan, kondisi cuaca yang memicu banjir tersebut merupakan dampak Siklon Tropis Senyar.
Pemprov DKI telah menyiagakan pompa stasioner dan pompa mobile agar dapat bekerja maksimal dalam menghadapi kemungkinan genangan.
Gelombang tinggi disertai hujan badai di perairan selatan mencapai 1,25-6 meter dan di perairan utara 1,25-2,5 meter cukup berbahaya terhadap aktivitas pelayaran.
Tinggi gelombang antara 1,25-2,5 meter (sedang) berpeluang terjadi di perairan Laut Sulawesi, perairan utara Sulawesi Utara, dan perairan Kabupaten Minahasa Utara.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
BMKG: gelombang tinggi disertai hujan badai masih berlangsung di perairan utara Jawa Tengah hingga Minggu (18/1) ini.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
Gelombang tinggi 1,25-2,5 disertai angin hujan dan badai masih berlangsung di perairan Jawa Tengah berisiko terhadap pelayaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved