Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan potensi cuaca ekstrem pada Jum’at, 28 Maret 2025. Cuaca buruk diperkirakan terjadi di berbagai wilayah Indonesia, menjadi perhatian bagi masyarakat, terutama pemudik yang bersiap melakukan perjalanan menjelang arus mudik Lebaran.
BMKG memprediksi hujan dengan intensitas ringan hingga petir di beberapa daerah. Berikut wilayah yang perlu diwaspadai:
Hujan Ringan: Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, Padang, Palembang, Jambi.
Hujan Sedang: Bengkulu.
Hujan Petir: Palembang, Bandar Lampung.
Baca juga : Prakiraan Cuaca 27 Februari 2025: Waspada Hujan Petir dan Banjir Rob di Sejumlah Wilayah
Hujan Ringan: Jakarta, Serang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya.
Hujan Ringan: Mataram.
Hujan Petir: Denpasar, Kupang.
Baca juga : Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini, 27 Maret 2025: Hujan Merata
Hujan Ringan: Samarinda, Palangkaraya, Tanjung Selor.
Hujan Ringan: Makassar, Mamuju, Gorontalo, Manado.
Hujan Ringan: Ternate, Ambon, Manokwari, Nabire, Jayapura.
Hujan Petir: Merauke.
Baca juga : Prakiraan Cuaca Kamis 27 Maret 2025: Waspada Hujan Lebat dan Cuaca Ekstrem
BMKG juga merinci prakiraan cuaca di beberapa kota utama:
Medan: Hujan Sedang, suhu 23-31°C.
Jakarta: Hujan Ringan, suhu 24-29°C.
Bandung: Hujan Ringan, suhu 20-26°C.
Surabaya: Hujan Ringan, suhu 25-32°C.
Makassar: Hujan Ringan, suhu 25-30°C.
Jayapura: Hujan Ringan, suhu 23-29°C.
Selain hujan ekstrem, BMKG mengingatkan potensi banjir ROB di beberapa wilayah pesisir:
Pesisir Kepulauan Riau
Pesisir Sumatera Barat
Pesisir Kalimantan Timur dan Tengah
Pesisir Sulawesi Utara
Pesisir Maluku dan Maluku Utara
Dengan puncak arus mudik diprediksi pada Jum’at, 28 Maret 2025, BMKG mengimbau masyarakat untuk:
Memantau informasi cuaca terkini sebelum berangkat.
Mempersiapkan kendaraan dengan baik guna menghindari kendala di perjalanan.
Menghindari perjalanan saat hujan lebat untuk mencegah risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang dan tanah longsor.
Pemudik jalur laut diimbau waspada terhadap gelombang tinggi dan angin kencang di perairan seperti Selat Sunda dan Selat Lombok.
Dengan informasi ini, masyarakat diharapkan lebih siap menghadapi cuaca ekstrem demi keselamatan selama perjalanan mudik. Tetap waspada dan selalu periksa prakiraan cuaca sebelum berangkat! (Z-10)
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem sepekan ke depan.
BMKG rilis prakiraan cuaca Jakarta hari ini 22 Januari 2026. Waspada potensi hujan sedang hingga petir di Jaksel dan Jaktim. Simak detail lengkapnya.
BMKG menggelar Operasi Modifikasi Cuaca di wilayah Jabodetabek mulai 16 hingga 22 Januari 2026 mitigasi menekan potensi bencana hidrometeorologi akibat tingginya curah hujan
Peran aktif masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan dapat meminimalisir risiko dan dampak bencana akibat cuaca ekstrem, sehingga keselamatan dan keamanan bersama tetap terjaga.
BMKG bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta serta TNI Angkatan Udara menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jakarta dan sekitarnya
BMKG, TNI AU, dan BPBD DKI Jakarta gelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) 16-22 Januari 2026 untuk cegah bencana hidrometeorologi di Jabodetabek.
Pada awal 2026, Indonesia masih merasakan pengaruh fenomena La Nina.
CUACA ekstrem berupa hujan disertai angin kencang terus melanda Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam beberapa hari terakhir.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.
Kondisi lingkungan yang tidak mendukung dapat menurunkan daya tahan tubuh secara drastis.
Menurut analisis dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University, Sonni Setiawan, kondisi cuaca yang memicu banjir tersebut merupakan dampak Siklon Tropis Senyar.
Pemprov DKI telah menyiagakan pompa stasioner dan pompa mobile agar dapat bekerja maksimal dalam menghadapi kemungkinan genangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved