Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
STASIUN Meteorologi pada BMKG Yogyakarta mengimbau masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta waspada cuaca ekstrem hingga 25 Januari mendatang. Cuaca ekstrem yang berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dapat disertai dengan petir atau kilat dan angin kencang.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Warjono dalam keterangannya mengatakan, berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terkini, BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta mengidentifikasi suhu muka laut baik dalam skala harian maupun mingguan di Laut Jawa dan Samudra Hindia Selatan Jawa terpantau relatif hangat yakni kisaran 28 derajat Celsius hingga 30 derajat Celsius, dengan anomali suhu muka laut berkisar antara +0.5 s/d +1.5 derajat Celsius. Kondisi ini, katanya, mendukung peningkatan suplai uap air ke atmosfer sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan.
"Terpantau pula bibit siklon 91S di Barat Australia dan pola siklonik di Samudera Hindia Utara Australia yang mempengaruhi pembentukan pola angin atau sherline di sebagian besar wilayah Jawa termasuk wilayah DIY," katanya, Kamis (22/1).
Profil vertikal kelembapan udara terkini wilayah DIY pada ketinggian 1,0 – 3,0 kilometer (paras 850 - 700 mb) sebesar 70 - 95%, sehingga peluang pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY signifikan.
Mempertimbangkan hal tersebut, jelasnya maka BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta memprakirakan cuaca di wilayah DIY periode endatantanggal 23 - 25 Januari 2026 adalah sebagai berikut:
1. Tanggal 23 Januari 2026:
Potensi hujan sedang - lebat di Kota Yogyakarta, Bantul, Sleman, Kulon Progo bagian Utara, dan Gunungkidul. Tinggi gelombang laut: 2.5 – 4.0 meter atau kategori tinggi.
2. Tanggal 24 Januari 2026
Potensi hujan ringan - sedang di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan tinggi gelombang laut: 1.25 – 2.5 meter atau kategori sedang.
3. Tanggal 25 Januari 2026
Potensi hujan ringan - sedang di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, tinggi gelombang laut: 1.25 – 2.5 meter atau kategori sedang.
"Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang," katanya. (AU/E-4)
Jakarta ditetapkan masuk dalam kategori Siaga akibat potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat memicu gangguan aktivitas masyarakat serta risiko bencana hidrometeorologi.
Kombinasi fenomena atmosfer ini memicu potensi cuaca yang cukup signifikan di beberapa titik di Indonesia. BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi Hujan
Dalam 24 jam ke depan, sistem ini diprediksi bergerak menuju Teluk Carpentaria dengan kecepatan angin maksimum mencapai 30 knot dan tekanan minimum sekitar 996 hektopaskal
BMKG memprediksi cuaca DKI Jakarta pada 21 Maret 2026 didominasi berawan tebal dengan potensi hujan ringan di sore hari. Simak detailnya.
BMKG menjelaskan, dalam 24 jam ke depan siklon tersebut diprediksi bergerak ke arah barat menuju Teluk Carpentaria dengan kecepatan angin maksimum mencapai 65 knot dan tekanan minimumĀ 978 hPa.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam menginformasikan prakiraan cuaca pada 20 dan 21 Maret 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved