Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia pada Kamis, 8 Mei 2025. Warga diimbau waspada terhadap hujan lebat disertai petir dan angin kencang di berbagai kota besar.
Berawan Tebal: Banda Aceh, Bandar Lampung
Kabut: Padang
Hujan Ringan: Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Bengkulu, Jambi, Palembang, Pangkal Pinang
Berawan Tebal: Serang
Hujan Ringan: Jakarta, Semarang, Surabaya
Hujan Sedang: Bandung, Yogyakarta
Berawan: Kupang
Hujan Ringan: Mataram
Hujan Petir: Denpasar
Hujan Ringan: Pontianak, Samarinda
Hujan Petir: Tanjung Selor, Palangkaraya, Banjarmasin
Hujan Ringan: Gorontalo, Palu, Mamuju, Makassar, Kendari
Hujan Petir: Manado
Hujan Ringan: Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayapura
Hujan Petir: Jayawijaya, Merauke
BMKG mengamati adanya belokan angin (shearline) dan konvergensi di sejumlah wilayah, seperti:
Pesisir Aceh hingga Sumatera Utara
Papua bagian tengah
Selat Karimata hingga Kalimantan Tengah
Jawa Barat hingga Jawa Tengah
Sulawesi Barat hingga Sulawesi Selatan
Laut Banda hingga NTB
Laut Seram hingga Kalimantan Utara
Kondisi ini memicu pertumbuhan awan hujan dan gelombang laut tinggi.
Cuaca ekstrem dengan potensi hujan lebat, angin kencang, dan petir diperkirakan melanda sebagian besar wilayah:
Sumatera
Jawa
Bali
Nusa Tenggara
Kalimantan
Sulawesi
Maluku dan Maluku Utara
Papua
Angin permukaan di atas 25 knot terpantau di perairan utara Australia, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, Laut Koral, dan Laut Arafura. Hal ini berpotensi meningkatkan tinggi gelombang secara signifikan.
Catatan: Prakiraan ini bersifat umum. Untuk pembaruan setiap 3 jam, pantau melalui aplikasi Info BMKG, situs resmi, atau akun Instagram @infoBMKG. (YouTube BMKG/Z-10)
BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang laut tinggi hingga 4 meter disertai angin kencang dan hujan, sehingga sebagian besar nelayan memilih tidak melaut demi keselamatan.
Gelombang tinggi disertai hujan badai di perairan selatan mencapai 1,25-6 meter dan di perairan utara 1,25-2,5 meter cukup berbahaya terhadap aktivitas pelayaran.
Tinggi gelombang antara 1,25-2,5 meter (sedang) berpeluang terjadi di perairan Laut Sulawesi, perairan utara Sulawesi Utara, dan perairan Kabupaten Minahasa Utara.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
BMKG: gelombang tinggi disertai hujan badai masih berlangsung di perairan utara Jawa Tengah hingga Minggu (18/1) ini.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, serta sebagian Papua Barat diperkirakan masih akan mengalami cuaca basah dengan hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah.
Isnawa mengatakan, kegiatan operasi dipusatkan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dengan menggunakan pesawat CASA 212 A-2105 milik TNI AU.
Kejadian cuaca ekstrem tersebut diakibatkan oleh kombinasi beberapa faktor, utamanya faktor regional yaitu keberadaan sirkulasi siklonik dan penguatan monsun dingin Asia.
Dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat, tujuh wilayah diprakirakan akan diguyur hujan lebat hingga hujan sangat lebat. Sedangkan, 18 wilayah hujan sedang dan hujan lebat
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved