Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungakpan bahwa empat wilayah di Jawa Barat berpotensi akan diguyur hujan pada Kamis (17/7).
Menurut BMKG Jawa Barat, empat wilayah tersebut adalah Kabupaten Bogor, Sukabumi, Cianjur dan Bandung Barat. Prakiraan cuaca keempatnya berpotensi diguyur hujan ringan hingga lebat.
Bahkan, berpotensi juga cuaca ekstrem, seperti hujan lebat yang disertai kilat atau petir dan angin kencang.
Dari empat prakiraan cauaca Jawa Barat di atas, 23 diantaranya diprakirakan tidak akan diguyur hujan.
Namun, walaupun demikian BMKG Jawa Barat mengimbau untuk masyarakat agar tetap waspada terhadap hal-hal yang tak diinginkan.
"Masyarakat agar waspada terhadap terjadinya potensi bencana dari dampak cuaca ekstrem, seperti hujan lebat hingga sangat lebat dalam skala lokal, serta angin kencang yang mengakibatkan dampak seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang," tulis BMKG Jawa Barat dalam keterangannya.
Lalu, masyarakat juga diminta untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang sewaktu-waktu dapat terjadi di lingkungkan sekitar.
Untuk masyarakat yang ingin terus mendapat informasi mengenai prakiraan cuaca terkini, bisa dilihat langsung melalui website, media sosial, hingga aplikasi BMKG. (Z-4)
Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Lestari Purba di Medan, Selasa, mengatakan, secara umum cuaca di Sumatera Utara
Tinggi gelombang antara 1,25-2,5 meter (sedang) berpeluang terjadi di perairan Laut Sulawesi, perairan utara Sulawesi Utara, dan perairan Kabupaten Minahasa Utara.
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menerangkan adanya awan Cumulonimbus saat pesawat ATR 42-500 jatuh di Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1) lalu.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi awan Cumulonimbus (Cb) di Maros, Sulawesi Selatan, bertepatan dengan peristiwa jatuhnya pesawat ATR 42-500, Sabtu (17/1).
Adanya Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia selatan Indonesia dengan kecepatan angin maksimum sekitar sistem mencapai 15 knot (28 km/jam) dan tekanan udara 1001 hPa.
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat, tujuh wilayah diprakirakan akan diguyur hujan lebat hingga hujan sangat lebat. Sedangkan, 18 wilayah hujan sedang dan hujan lebat
Gempa tersebut merupakan rangkaian dari gempa susulan Sukabumi yang dirasakan di wilayah Kabandungan dengan skala intensitas II-III MMI.
Gempa tektonik itu dirasakan hingga empat wilayah di Kabupaten Sukabumi, yakni di Kalapanunggal, Kabandungan, Dramaga, dan Palabuhan Ratu dengan Skala Intensitas II MMI.
Gempa Sukabumi ini berada di kedalaman 8 kilometer, yang tepatnya ada di koordinat 6.73 LS dan 106.58 BT, atau berlokasi di darat pada jarak 28 kilometer timur laut Kabupaten Sukabumi.
Dari kejadian ini, BMKG Jawa Barat mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan jangan terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Dari 27 wilayah Jawa Barat, menurut BMKG delapan wilayah lainnya waspada terhadap hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved