Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia pada Jumat (2/5).
Dinamika atmosfer yang kompleks, seperti bibit siklon tropis 99W dan sejumlah sirkulasi siklonik, menjadi pemicu utama terbentuknya awan hujan dan meningkatnya gelombang laut.
Bibit siklon tropis 99W saat ini terpantau di Samudra Pasifik utara Papua Barat dengan kecepatan angin maksimum 15 knot dan tekanan 1008 hPa.
Meski potensi berkembang menjadi siklon tropis masih tergolong rendah dalam 24 jam ke depan, sistem ini membentuk konvergensi dan konfluensi angin yang berdampak pada wilayah sekitar, seperti Maluku Utara dan perairan Papua Barat Daya.
Selain itu, sirkulasi siklonik juga terpantau di Teluk Thailand, perairan barat Bengkulu, Selat Makassar, dan perairan selatan Jawa Tengah.
Kondisi ini menyebabkan terbentuknya zona perlambatan angin di wilayah timur Sumatra, Laut Jawa, Nusa Tenggara, dan Papua, yang berpotensi memicu pertumbuhan awan hujan.
BMKG menyebut wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat meliputi sebagian besar Sumatra, Jawa Tengah, Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Selain itu, gelombang tinggi 2,5–4 meter berpotensi terjadi di Samudra Hindia Selatan Banten hingga NTB.
Untuk prakiraan kota besar, berikut ringkasannya:
BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi banjir, genangan, serta risiko pelayaran akibat gelombang tinggi.
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Penundaan pelayaran ini sejalan dengan peringatan dini cuaca maritim yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.
Sejak Januari 2026, pusat-pusat tekanan rendah tersebut telah mulai terpantau di wilayah selatan Indonesia dan berkontribusi terhadap peningkatan intensitas hujan di sejumlah daerah.
Lestari mengungkapkan bahwa pada penghujung 2025, sejumlah pakar sebenarnya telah menyampaikan peringatan mengenai potensi hujan lebat, fluktuasi cuaca, serta dampak perubahan iklim.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan status siaga hujan lebat untuk wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah pada 10 hari (dasarian) terakhir di Januari 2026.
Gelombang tinggi disertai hujan badai di perairan selatan mencapai 1,25-6 meter dan di perairan utara 1,25-2,5 meter cukup berbahaya terhadap aktivitas pelayaran.
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Penundaan pelayaran ini sejalan dengan peringatan dini cuaca maritim yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.
BPBD Kabupaten Bantul masih mewaspadai ancaman bencana Hidrometeorologi akibat cuaca ekstren. Mitigasi bencana disiapkan, mulai dari pembentukan posko di setiap kelurahan.
BNPB mencatat 140 kejadian bencana alam di Indonesia pada awal tahun 2026 yang didominasi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
Berdasarkan analisis, kata dia, dinamika atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan intensitas curah hujan di sebagian besar wilayah Bali selama periode prakiraan itu.
Lestari mengungkapkan bahwa pada penghujung 2025, sejumlah pakar sebenarnya telah menyampaikan peringatan mengenai potensi hujan lebat, fluktuasi cuaca, serta dampak perubahan iklim.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved