Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PENELITIAN terbaru dari National Institutes of Health (NIH) dan University of Oxford mengungkapkan aktivitas fisik sehari-hari berhubungan erat dengan penurunan risiko kanker. Penelitian ini melibatkan lebih dari 85.000 orang dewasa di Inggris dan menggunakan akselerometer yang dipasang di pergelangan tangan untuk secara objektif mengukur tingkat aktivitas, intensitas, serta jumlah langkah yang diambil peserta.
Individu yang lebih aktif secara fisik berisiko 26% lebih rendah mengembangkan kanker. Temuan ini menekankan pentingnya mengintegrasikan aktivitas fisik secara rutin dalam kehidupan sehari-hari demi kesehatan yang lebih baik.
Selain itu, jumlah langkah harian yang mencapai 9. 000 langkah juga dihubungkan dengan pengurangan risiko kanker. Menariknya, manfaat ini dapat diperoleh terlepas dari kecepatan langkah yang dilakukan. Ini berarti, bahkan berjalan dengan kecepatan sedang dapat memberikan dampak positif untuk menurunkan risiko kanker.
Studi ini juga mencatat mengganti waktu duduk dengan aktivitas fisik ringan hingga sedang juga berpengaruh dalam menurunkan risiko kanker. Hal ini menunjukkan bahwa setiap peningkatan aktivitas, sekecil apapun, dapat membawa manfaat bagi kesehatan.
Temuan ini memberikan bukti yang kuat bahwa menambahkan lebih banyak aktivitas berjalan ke dalam rutinitas harian, meski dengan kecepatan lebih lambat, dapat membantu mengurangi risiko kanker. Pesan utamanya adalah setiap gerakan itu berarti, dan perubahan kecil dalam gaya hidup dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan jangka panjang.
Perlu dicatat bahwa penelitian ini bersifat observasional, sehingga tidak dapat membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung. Meski demikian, hasilnya sejalan dengan pedoman kesehatan yang ada, yang merekomendasikan agar kita melakukan aktivitas fisik secara teratur untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan, termasuk dalam mencegah kanker.
Studi ini mendorong kita untuk lebih aktif dalam keseharian. Meningkatkan aktivitas fisik, bahkan melalui cara sederhana seperti berjalan kaki lebih sering, bisa menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan dan mengurangi risiko kanker. (SciTechDaily/Z-2)
Penggunaan benda sederhana di rumah, seperti botol air mineral, sudah bisa memberikan dampak signifikan bagi mereka yang sudah berumur.
Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam Annals of Internal Medicine menunjukkan bahwa orang dewasa yang berjalan kaki dengan durasi lebih lama lebih dari 10 menit
Studi terbaru mengungkap jalan kaki lebih dari 10 menit dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini, terutama bagi orang dengan gaya hidup sedentari.
untuk menjaga kesehatan jantung dan menurunkan risiko kematian, cara melakukan jalan kaki ternyata perlu diperhatikan.
LIMA lelaki paruh baya asal Kabupaten Aceh Tengah, rela berjalan kaki sekitar 180 kilometer (km) dari Gayo untuk melihat keadaan putra/putri mereka di Pesantren Darul Munawarah, Pidie Jaya
Penelitian Harvard mengungkap perempuan lansia cukup berjalan 4.000 langkah sehari untuk menurunkan risiko kematian dini dan penyakit jantung hingga 27%.
Minyak sawit sering dianggap berbahaya. Simak fakta ilmiah tentang komposisi lemak, risiko kanker, obesitas, dan kesehatan jantung yang jarang diketahui publik.
Efektivitas terapi kanker harus berjalan selaras dengan kondisi fisik dan psikologis pasien.
Hingga saat ini, para peneliti masih mendalami penyebab pasti munculnya kanker paru pada nonperokok.
Peneliti University of Waterloo merekayasa bakteri Clostridium sporogenes untuk mengonsumsi tumor. Gunakan sistem "sirkuit DNA" agar aman bagi tubuh.
Di Indonesia usia kanker paru 10 tahun lebih muda dibandingkan di luar negeri. Angkanya juga meningkat terutama pada perempuan yang tidak merokok dan usia muda
Kondisi tubuh yang kuat sangat diperlukan agar anak mampu menghadapi berbagai efek samping akibat kemoterapi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved