Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
HIPERTENSI atau yang lebih dikenal sebagai tekanan darah tinggi, sering dijuluki sebagai silent killer atau pembunuh senyap.
Kondisi ini dapat berkembang tanpa menunjukkan gejala yang mencolok, namun dapat berakibat fatal, seperti menyebabkan stroke, gagal jantung, hingga gagal ginjal.
Menurut data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, hipertensi menjadi salah satu penyebab utama kematian dini akibat penyakit tidak menular. Ironisnya, banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka mengidap hipertensi hingga mengalami keadaan darurat medis.
Tekanan darah dianggap tinggi jika mencapai atau melebihi 140/90 mmHg. Berbagai faktor dapat memicu hipertensi, termasuk gaya hidup yang tidak sehat, seperti konsumsi makanan tinggi garam dan lemak, kurangnya aktivitas fisik, stres, kebiasaan merokok, serta kelebihan berat badan.
Di samping itu, faktor usia dan riwayat keluarga juga berperan penting dalam meningkatkan risiko seseorang terkena hipertensi.
Hari raya adalah waktu yang perlu diwaspadai, karena biasanya terjadi peningkatan konsumsi makanan berlemak, asin, dan manis, serta berkurangnya waktu untuk beristirahat dan berolahraga.
Hal ini dapat memicu lonjakan tekanan darah, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat hipertensi.
Beberapa makanan dan minuman yang dapat meningkatkan tekanan darah meliputi:
“Hipertensi sering kali muncul tanpa tanda peringatan. Namun, dampaknya bisa sangat berbahaya. Oleh karena itu, sangat penting untuk memeriksakan tekanan darah secara rutin, terutama pada momen-momen seperti hari raya,” ungkap dokter penyakit dalam dari Siloam Hospitals Indah Wulandari.
Untuk mencegah hipertensi, masyarakat dianjurkan untuk menerapkan pola hidup sehat, seperti mengurangi asupan garam, meningkatkan konsumsi sayur dan buah, rutin berolahraga, berhenti merokok, serta menjaga berat badan ideal. Pemeriksaan tekanan darah secara berkala juga merupakan langkah penting untuk deteksi dini.
Dalam hal ini untuk tidak lengah dalam menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah, terutama saat libur panjang. Jangan tunggu hingga gejala muncul—karena ketika hipertensi menyerang, dampaknya bisa datang tiba-tiba dan mengancam jiwa. (Kemenkes RI/Siloam Hospitals/Z-1)
Penyumbatan jantung atau Penyakit Jantung Koroner (PJK) terjadi akibat penumpukan plak (lemak, kolesterol, dan kalsium) pada arteri koroner.
Meskipun populer dan estetik, bubble tea menyimpan risiko kesehatan serius seperti paparan timbal, gangguan pencernaan, hingga masalah kesehatan mental. Simak faktanya!
Kabar baik! MK putuskan penyakit kronis kini bisa masuk kategori disabilitas. Simak syarat asesmen medis dan prinsip pilihan sukarela dalam Putusan MK No. 130/2025.
Minyak sawit sering dianggap berbahaya. Simak fakta ilmiah tentang komposisi lemak, risiko kanker, obesitas, dan kesehatan jantung yang jarang diketahui publik.
Tidur cukup bukan sekadar istirahat. Ini 7 manfaat tidur berkualitas bagi kesehatan tubuh dan mental.
Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya menyebut Indonesia kekurangan 92 ribu dokter dan meluncurkan program pendidikan spesialis hospital based.
Penderita diabetes umumnya menunjukkan empat gejala utama yang saling berkaitan, atau yang sering disebut sebagai gejala klasik 4P.
Stimulasi 40Hz setiap hari mampu menjaga fungsi kognitif pasien, bahkan menurunkan biomarker utama penyakit Alzheimer.
Memasuki tahun 2026, data menunjukkan pergeseran tren medis yang mengkhawatirkan: lonjakan signifikan kasus diabetes tipe 2 pada kelompok usia 20 hingga 30 tahun (Gen Z).
Perkembangan janin yang tidak sempurna hingga memicu PJB dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko dari sisi kesehatan orang tua maupun lingkungan.
Stroke yang dipicu oleh fibrilasi atrium cenderung lebih berat dibandingkan stroke pada umumnya.
Keempat penyakit tersebut adalah Avian Influenza (flu burung), Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV), Super Flu, dan infeksi virus Nipah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved