Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis gizi klinik lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Mulianah Daya menyampaikan menjalankan puasa bisa menyebabkan kenaikan berat badan salah satunya dipicu pola makan yang over atau berlebihan kalori.
Menurut dia, kenaikan berat badan biasanya terjadi karena kalori input atau yang masuk lebih besar dibandingkan kalori yang keluar.
Kalori input besar ini karena makanan yang tinggi kalori dalam kesehariannya, menyebabkan akumulasi dan penumpukan massa lemak.
Padahal, saat bulan puasa, menurunnya berat badan bisa terjadi karena pemangkasan kalori bahkan sampai 30% dari total kalori harian rata-rata.
"Saat bulan puasa, tendency-nya harusnya kita lebih ke turun berat badan ya, bahkan bisa sampai 2-3 kilogram per bulan. Jadi kalau naik berat badan saat puasa, coba di-review lagi, jangan-jangan memang pola makannya masih salah karena masih over kalori," kata Mulianah, Kamis (20/3).
Dalam mencegah terjadinya kenaikan berat badan saat puasa, dia menyarankan untuk memperhatikan dari segi jenis makanan yang dikonsumsi, salah satunya menghindari yang tinggi gula.
Hal ini lantaran makanan yang tinggi gula dapat meningkatkan atau terjadi lonjakan gula darah sehingga menyebabkan penumpukan massa lemak.
"Seperti pada makanan minuman manis, cemilan-cemilan manis, makanan atau minuman yang ditambahkan gula tambahan atau makanan bertepung," ujarnya.
Kemudian, makanan dengan lemak jenuh yang tinggi seperti salah satunya gorengan juga sebaiknya dihindari untuk dikonsumsi sehari-hari karena tinggi kalori.
"Makanan dengan lemak jenuh yang tinggi, contohnya gorengan, makanan yang di-deep fried, makanan bersantan atau juga dari lemak hewani. Apabila dikonsumsi berlebih sehari-hari, makanan lemak jenuh ini juga dapat meningkatkan risiko ke penyakit kardiovaskular," ucapnya.
Dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Mayapada Tangerang ini juga menyarankan sebaiknya mengonsumsi makanan secara teratur yang disesuaikan dengan jam dan aktivitas sehari-hari, serta tidak melewati jam makan.
"Ketika kita skip makan di jam tertentu, akan terjadi gap hunger atau lapar yang cukup tinggi, sehingga dapat berisiko terjadinya over
calorie di jam berikutnya," katanya.
Lebih lanjut, Mulianah menambahkan saat menjalani puasa juga diimbangi dengan aktivitas fisik rutin bisa menambah stamina dan menjaga
berat badan agar lebih stabil.
"Jangan lupa untuk memantau berat badan secara rutin, misalnya 2-3 kali per minggu, supaya menjaga terjadinya kenaikan berat badan yang drastis," saran dia. (Ant/Z-1)
Daging ayam potong dari Rp37 ribu menjadi Rp40 ribu per kg, telur ayam ras menjadi Rp32 ribu per kg, bawang merah Rp45 ribu per kg, cabai merah menjadi Rp70 ribu per kg.
Harga daging sapi terpantau Rp140.000 per kilogram, daging kambing Rp160.000, ayam ras Rp42.000, ayam kampung Rp65.000. Serta minyak goreng berada di kisaran Rp15.700 per liter.
Harga cabai domba mencapai Rp80.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp60.000. Begitu juga cabai tanjung dari Rp30.000 menjadi Rp 45.000.
Harga daging sapi impor beku tercatat naik hingga Rp115.000 per kilogram. Selain itu, harga cabai rawit merah mencapai Rp80.000 per kilogram.
Kenaikan harga cabai rawit yang menembus harga eceran tertinggi menjadi penyumbang terbesar kenaikan indeks harga pangan daerah.
Inflasi NTT tahun 2025 yang tercatat sebesar 2,39 persen (yoy) mencerminkan stabilitas harga yang terjaga.
Pemanis buatan seperti sakarin dan asesulfam K sudah lama digunakan sebagai pengganti gula. Namun, rasa pahit yang menyertai sering kali menjadi kendala.
Diet yang mengurangi asupkan kalori secara ekstrem, bisa berdampak serius pada kesehatan mental.
Kini ada cara yang lebih sehat untuk memasak nasi agar kandungan kalorinya berkurang hingga 60%.
Jajanan sehat dapat diartikan sebagai jajanan yang segar atau bukan berasal dari makanan kemasan dan pabrikan. Salah satu contohnya adalah buah-buahan, sayuran, dan lain sebagainya.
Pada tahap kenaikan berat badan ibu hamil dengan body mass index (BMI) normal adalah 12-16 kilogram selama 9 bulan kehamilan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved