Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Sepekan Menjelang Puasa 2026, Harga Cabai di Pasar Tradisional Kota Depok Tembus hingga Rp107 ribu per Kg

Kisar Rajagukguk
14/2/2026 19:38
Sepekan Menjelang Puasa 2026, Harga Cabai di Pasar Tradisional Kota Depok Tembus hingga Rp107 ribu per Kg
Ilustrasi(MI/KISAR RAJAGUKGUK)

SEPEKAN menjelang puasa Ramadan, harga komoditas pangan dan sayuran di pasar tradisional Kota Depok, Jawa Barat naik tiap hari.

Komoditas cabai rawit merah naik dari Rp85 ribu (harga lama) menjadi Rp107 ribu per kg atau naik Rp68.000 per kg.

Kenaikan harga cabai menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah 2026 yang cenderung naik. Kondisi tersebut, membuat ketersediaan cabai  menipis di pasaran. Seperti yang terjadi di Pasar Kemiri Muka, Pasar Tugu Pal, Pasar Cisalak, Jalan Raya Bogor, Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok. Menipisnya ketersediaan cabai lantaran para pedagang sayur dari tiga pasar tradisional tersebut tidak berani menyetok cabai dalam jumlah besar.

Salah satu pedagang sayur,  Sofiah mengungkapkan  tak berani menyimpan stok banyak akibat harga mengalami kenaikan setiap hari.

"Harga cabai naik terus setiap hari. Jadi saya tidak berani nyetok terlalu banyak. Belum lagi cabai kan mudah busuk kalau tidak laku," kata Sofiah, salah satu pedagang sayur di Pasar Kemiri Muka, Sabtu sore 14 Februari 2026.

Sofiah mengatakan, saat ini harga cabai rawit merah di pasar sudah hampir menyentuh angka Rp110 ribu per kg.

Sementara itu, untuk harga cabai merah kriting saat ini juga mengalami kenaikan hingga Rp56 ribu per kg dan harga cabai merah besar mengalami kenaikan Rp50 ribu per kg.

"Setiap hari pasti naik antara Rp5 ribu hingga Rp10 ribu. Kita juga pedagang modal terbatas, jadi tidak bisa beli banyak. Makanya di pasar juga stoknya sedikit," ungkapnya.

Pedagang sayur Pasar Cisalak, Satiem mengatakan, kenaikan harga pangan khususnya cabai memang menjadi tren tahunan sebelum bulan suci Ramadhan.

"Kalau harga pasti naik setiap tahun pas mau puasa. Tapi di tahun ini naiknya lebih banyak karena banyak petani yang gagal panen juga akibat cuaca buruk," ujar Satiem. 

Paijo, pedagang ayam ras di Pasar Tugu Pal, Jalan Raya Bogor, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis juga mengatakan harga ayam ras terus mengalami kenaikan menjelang puasa.  Kenaikan harga sudah terjadi sejak lebih dari satu pekan.

“Hari ini per kilo udah Rp50 ribuan lebih. Minggu kemarin masih di bawah Rp50 ribu,” ujar Paijo.

Ia menyampaikan harga ayam melonjak karena biaya pakan dan logistik di tingkat peternak meningkat. Ayam yang masuk ke pasar sudah dalam kondisi harga tinggi, sehingga pedagang tidak memiliki banyak pilihan selain menyesuaikan harga jual. 

"Kondisi ini membuat para  konsumen mengeluh dan jumlah pembeli mulai berkurang meski tidak terlalu drastis," katanya.

Selain ayam, harga telur juga ikut merangkak naik. Harga telur yang seminggu lalu masih sekitar Rp30 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp33 ribu hingga Rp35 ribu per kg. "Harga kebutuhan pangan dan sayuran semua pada naik, termasuk minyak goreng dan telur, " kata Paijo.

Pedagang berharap pemerintah segera menstabilkan harga agar aktivitas pasar kembali ramai dan masyarakat tidak terbebani.

Paijo mengatakan, kenaikan harga kebutuhan pokok ini tidak akan berhenti dalam waktu dekat. Ia  memperkirakan tren kenaikan harga akan terus terjadi hingga awal Ramadan nanti, dan puncaknya diprediksi menjelang Hari Raya Idul Fitrii

Menanggapi  tren kenaikan harga kebutuhan pangan dan sayuran di Kota Depok, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdadangan (Disperindag) Kota Depok, Widyati Riyandani membenarkan adanya lonjakan harga menjelang puasa.

"Namun kami (pemerintah) terus berupaya mendorong langkah stabilisasi harga bahan pangan untuk mengantisipasi tren kenaikan menjelang puasa," katanya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya