Headline

DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.

Awal Puasa, Daging Sapi Tembus Rp130 ribu per Kg di Pasar Tradisional Kota Depok

Kisar Rajagukguk
19/2/2026 13:21
Awal Puasa, Daging Sapi Tembus Rp130 ribu per Kg di Pasar Tradisional Kota Depok
Ilustrasi(Dok Istimewa)

HARGA kebutuhan pokok di pasar tradisional Kota Depok terus mengalami kenaikan di awal Ramadhan 2026. Pedagang meminta pemerintah memastikan harga relatif stabil. Pedagang juga meminta  pemerintah menyiapkan langkah-langkah antisipatif untuk mengendalikan gejolak di pasar. 

Berdasarkan pantauan harga di Pasar Cisalak, Pasar Pal Tugu, dan Pasar Kenuri Muka  pada Kamis siang (19/2/2026),  mayoritas harga bahan pokok terus merangkak naik.

Harga daging sapi tenderloin mengalami kenaikan dari Rp128 ribu per kilogram (Kg) menjadi Rp130 ribu per kg.

Harga daging ayam boiler naik dari Rp36 ribu per kilogram (kg)  menjadi Rp40 ribu per kg. Telur ayam ras dari Rp36 ribu per kg naik menjadi Rp39 ribu per kg.

Harga cabai hijau besar naik dari Rp24 ribu per kg menjadi Rp25 ribu per kg. Cabai merah besar naik dari Rp36 ribu per kg  menjadi Rp40 ribu per kg. Cabai rawit merah dari Rp50 ribu per kg naik menjadi Rp52 ribu per kg.

Selain daging ayam boiler dan telur ayam ras, kenaikan juga terjadi pada bawang merah, bawang putih cutting dan bawang bombai.

Bawang merah dari Rp37 ribu per kg naik menjadi Rp38 ribu per kg, bawang putih cutting dari Rp38 ribu per kg naik menjadi Rp40 ribu per kg dan bawang bombay dari Rp31 ribu per kg naik menjadi Rp33 per kg.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Depok, Widyati Riyandani menegaskan, akan terus memantau pergerakan harga di pasar tradisional. Ia mengakui masih terdapat sejumlah komoditas yang dijual mahal, meski secara umum harga bahan pokok dinilai relatif stabil. “Ada memang yang di mengalami kenaikan,” ujarnya.

Widyati memastikan pemerintah telah menyiapkan sejumlah instrumen untuk menjaga stabilitas harga. Langkah pertama adalah memastikan ketersediaan pasokan.  

“Kami akan memantau harga untuk memastikan pasokan tersedia dan tidak ada masalah,” ujarnya. 

Selain itu, pemerintah juga memastikan kelancaran distribusi pangan dan komoditas strategis hingga ke pasar-pasar, dengan melibatkan lembaga terkait serta pemerintah daerah. 

“Kami terus memantau agar tidak ada lonjakan harga. Jika terjadi kenaikan, akan dicari penyebabnya,” tambahnya.  

Sementara itu, Kepala UPT Pasar Cisalak, Budi Haryanto menyebut, kenaikan harga sejumlah komoditas dipicu kendala teknis distribusi. 

Ia mencontohkan, produksi cabai rawit sebenarnya dalam kondisi aman. Namun, curah hujan tinggi menyebabkan tenaga kerja kesulitan memanen karena risiko cabe cepat busuk. 

Untuk mempercepat stabilisasi, pihaknya mengoptimalkan Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP), termasuk membantu menekan ongkos angkut dari sentra produksi ke Kota Depok.

Dengan peningkatan pasokan dan intervensi biaya distribusi, harga di tingkat pasar tradisional mulai terkoreksi dan diharapkan segera diikuti stabilisasi di pasar eceran. 

Budi menegaskan, pengawasan akan terus diperketat selama Ramadan. " Guna mencegah praktik penimbunan dan permainan harga yang merugikan masyarakat, " tutupnya



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya