Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
PSIKOLOG lulusan Universitas Indonesia (UI), Nurul Adiningtyas, membagikan sejumlah tips yang dapat membantu menjaga
keseimbangan fisik dan mental selama bulan Ramadan sehingga tidak mengganggu ibadah puasa.
"Bulan suci Ramadan adalah waktu yang penuh berkah, tetapi juga bisa menjadi tantangan bagi banyak orang, terutama dalam menjaga kesehatan mental," kata Nurul, dikutip Jumat (14/3).
Nurul menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik melalui konsumsi makanan sehat, yang dinilai dapat memengaruhi suasana hati.
Ia mengatakan, makanan bergizi yang tepat dapat membantu menjaga emosi dan meningkatkan kesehatan mental.
Selain itu, makanan yang disukai atau makanan yang dapat membuat seseorang merasa bahagia juga penting untuk menciptakan suasana hati yang positif selama berpuasa.
Selain itu, penting juga untuk minum air yang cukup agar terhindar dari dehidrasi yang dapat menyebabkan penurunan kinerja otak dan meningkatkan gejala depresi serta kecemasan.
"Minum air yang cukup itu bisa menciptakan rasa rileks dan menjaga kerja otak. Kita memang ternyata butuh air yang cukup supaya tubuh kita selama berpuasa, tidak dehidrasi," ujarnya.
Lebih lanjut, Nurul mengungkapkan tidur yang cukup adalah salah satu kunci utama dalam menjaga kesehatan mental.
Ia mengimbau untuk mengatur waktu tidur dengan bijak, karena perubahan jadwal selama Ramadan dapat mengganggu pola tidur.
Selanjutnya, menjaga hubungan sosial yang baik dengan keluarga, teman, atau komunitas untuk meningkatkan perasaan bahagia dan sehat secara mental.
Hal ini penting dilakukan agar seseorang yang merasa tertekan, dapat memperoleh dukungan dari orang terdekat atau seorang praktisi kesehatan mental dalam membantu meringankan beban.
"Meningkatkan interaksi sosial, seperti berbuka puasa bersama, mengikuti kajian, atau berpartisipasi dalam kegiatan sosial, dapat
memberikan dukungan emosional yang positif," katanya.
Psikolog di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) itu menyampaikan pentingnya menetapkan tujuan yang realistis selama Ramadan dengan tidak membandingkan diri dengan orang lain.
Masyarakat diimbau fokus pada pencapaian pribadi yang sesuai dengan kondisi dan kemampuan.
"Era media sosial seperti sekarang, kasus masalah kesehatan mental itu meningkat. Karena kita membandingkan, melihat unggahan orang lain,
kemudian kita membandingkan. Pastikan tujuan realistis dan sesuai dengan diri kita, jangan membandingkan diri kita dengan orang lain," pungkasnya. (Ant/Z-1)
Konsumsi makanan dengan kadar gula maupun garam tinggi dapat menyebabkan kulit kehilangan hidrasi dan menjadi lebih kering.
Suasana lingkungan yang kondusif hanya bisa tercipta jika terdapat hubungan harmonis antar pemeluk agama.
Jika kondisi tidak mereda dan terjadi gejala berat yang ditandai dengan nyeri ulu hati sangat hebat disertai muntah atau sesak napas, maka sebaiknya jangan memaksakan diri berpuasa.
puasa tidak hanya membawa spirit ilahiah, melainkan juga memiliki konstruksi nilai dan orientasi insaniyah.
Rasa lapar saat puasa berkaitan erat dengan komposisi menu sahur.
Saat berbuka adalah puncak kebahagiaan setelah seharian menahan lapar dan haus.
Daftar 20 makanan tinggi antioksidan versi USDA, dari blueberry hingga kacang merah. Bantu lawan radikal bebas dan cegah penyakit kronis.
Berdasarkan filosofi keseimbangan Yin dan Yang, jamur kuping dipercaya mampu mengembalikan harmoni organ tubuh yang terganggu akibat penyakit.
Selain hipertensi, diabetes dan influenza juga menduduki posisi teratas dalam daftar keluhan kesehatan di posko pemantauan mudik.
Sakit tenggorokan saat bangun tidur bisa disebabkan dehidrasi, alergi, hingga GERD. Kenali 6 penyebab paling umum dan cara mencegahnya sebelum kondisi semakin parah.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya pengendalian polusi udara yang dilakukan secara terukur, berbasis data, serta didukung kolaborasi antar daerah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved