Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) akan kembali dilakukan pada 11-20 Maret 2025. Langkah ini diambil sebagai upaya mitigasi terhadap risiko bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir dan tanah longsor.
“Rencana sampai tanggal 11-20, mengamankan Jakarta, Banten, dan Jabar,” ujar Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, kepada Media Indonesia pada Minggu (9/3).
Sebelumnya, tahap pertama OMC di wilayah Jabodetabek yang direncanakan berlangsung pada 4-8 Maret 2025 telah diperpanjang hingga 10 Maret 2025. Menurut Seto, operasi tersebut berhasil mengurangi curah hujan hingga 40%.
OMC ini difokuskan pada pengurangan curah hujan di daerah tangkapan air Sungai Ciliwung dan Cisadane, mulai dari kawasan hulu di Bogor hingga hilir di Jakarta dan Bekasi.
Dalam pelaksanaannya, awan-awan yang berpotensi membawa hujan deras akan dihujankan lebih awal di atas laut sebelum mencapai daratan. Sementara itu, awan yang berkembang di daratan disemai untuk menghambat pertumbuhannya, sehingga curah hujan yang turun menjadi lebih sedikit.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa selama lima hari pelaksanaan OMC pada 4-8 Maret 2025, operasi yang dipusatkan dari Lapangan Udara Halim Perdanakusumah, Jakarta, telah menyelesaikan total 26 sorti dengan durasi penerbangan 50 jam 17 menit. Total bahan semai yang digunakan dalam operasi ini mencapai 22 ton Natrium Klorida (NaCl) dan 4 ton Kalsium Oksida (CaO), yang disebarkan di langit Jawa Barat dan sekitarnya.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap dapat mengurangi potensi banjir dan tanah longsor yang kerap terjadi akibat tingginya curah hujan di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya. (Z-10)
Meskipun modifikasi cuaca merupakan ikhtiar mitigasi yang penting, teknik ini bukanlah solusi permanen.
Jakarta siaga banjir hingga 12 Februari 2026. BMKG prediksi hujan sangat lebat dan lakukan modifikasi cuaca untuk mitigasi bencana di Ibu Kota.
Analisa cuaca harian menjadi pijakan utama dalam pengambilan keputusan strategis.
Operasi tersebut diarahkan pada titik-titik krusial pertumbuhan awan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menilai bahwa OMC yang dilakukan di Indonesia merupakan upaya mitigasi bencana yang terukur dan berbasis sains.
BMKG menjelaskan, teknik penyemaian awan dalam OMC tidak menciptakan awan baru, melainkan hanya memicu proses alami pada awan yang sudah jenuh.
"Bencana hidrometeorologi basah yang paling banyak terjadi adalah banjir 1.324 bencana diikuti cuaca ekstrem 575 kasus, tanah longsor 197 kasus dan gelombang pasang/abrasi 16 kasus,"
MEMASUKI pekan keempat April 2025, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana hidrometeorologi basah yang didominasi oleh banjir.
Hujan deras disertai angin kencang merusak rumah warga dan fasilitas pendidikan di Desa Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi, Malang.
MEMASUKI pekan pertama bulan April, BNPB melalui Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) mencatat sejumlah kejadian bencana Hidrometeorologi Basah.
Banjir Kota Gunungsitoli merendam sekitar 500 unit rumah warga, satu fasilitas kesehatan, satu fasilitas pendidikan, serta 3 akses jalan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved