Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI pekan ketiga di bulan Maret, Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB mencatat kejadian bencana yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia yang masih didominasi bencana hidrometeorologi basah. Laporan pertama mencatat, kejadian banjir yang melanda Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat.
Peristiwa terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Sabtu (15/3). Terdapat 450 jiwa dan 90 unit rumah warga yang tersebar di tujuh kecamatan terdampak banjir. BPBD setempat telah melakukan penanganan darurat dan berkoordinasi dengan instansi terkait. Berdasarkan laporan terkini, banjir telah surut. Tim gabungan bersama Masyarakat bergotong royong untuk membersihkan material lumpur pasca bajir.
Lebih lanjut, banjir juga melanda Kota Gunungsitoli, Provinsi Sumatra Utara pada Minggu (16/3). Hujan lebat dengan durasi lama dan meluapnya Sungai Nou menyebabkan banjir hingga ke pemukiman warga di Kecamatan Gunungsitoli.
Akibat banjir ini, sedikitnya 500 Kepala Keluarga (KK) atau 1.550 jiwa terdampak. Selain itu, banjir juga merendam sekitar 500 unit rumah warga, satu fasilitas kesehatan, satu fasilitas pendidikan, serta 3 akses jalan dengan tinggi muka air berkisar antara 50 hingga 100 sentimeter. BPBD Kota Gunungsitoli telah melakukan berbagai upaya penanganan darurat, termasuk berkoordinasi dengan lintas sektor terkait.
Kejadian serupa juga terjadi di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan Sungai Cukuprit dan Sungai Kanal Banjir Barat meluap hingga ke pemukiman warga hingga banjir pada Sabtu (15/3).
Sebanyak 365 Kepala Keluarga (KK) atau 966 jiwa terdampak, sementara 57 jiwa harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. Dampak material tercatat 388 unit rumah terendam, satu unit fasilitas Pendidikan dan satu unit rumah ibadah turut tergenang dengan ketinggian air mencapai 90 sentimeter. BPBD Kabupaten Cirebon masih melakukan pendataan dampak dilapangan.
Sementara itu, banjir yang menerjang Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau pada Sabtu (15/3), genangan masih terindentifikasi di beberapa titik, seperti di Kecamatan Tempuling, Kecamatan Enok, Kecamatan Kemas dan Kecamatan Batang Tuaku. Ketinggian muka air berkisar 20 hingga 50 sentimeter. Populasi terdampak berjumlah 956 KK, sedangkan dampak terendam antara lain rumah warga 956 unit, fasilitas Pendidikan 3 unit, serta jalan sepanjang satu kilometer.
Sedangkan di Kabupaten Indramayu, cuaca ekstrem yang di picu hujan deras disertai angin kencang menyebabkan 39 unit rumah rusak berat, dan 80 unit rumah rusak ringan. Tercatat 110 kepala keluarga (KK) di kecamatan Anjatan dan sembilan kepala keluarga (KK) di kecamatan Kandanghaur terdampak. BPBD Kabupaten Indramayu melakukan pembersihan material pohon tumbang dan koordinasi dengan instansi terkait untuk percepatan perbaikan rumah warga terdampak
Menyikapi peristiwa bencana yang terjadi di berbagai daerah, BNPB mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan dalam mengantisipasi ancaman potensi risiko bencana hidrometeorologi basah.
Segera lakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman jika terjadi hujan deras lebih dari satu jam dan jarak pandang kurang dari 100 meter. Pemerintah daerah diminta untuk segera memeriksa kesiapan perangkat, personel, serta sumber daya guna menghadapi potensi darurat. (H-2)
Total korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi di tiga provinsi mencapai 1.198 orang, sementara korban hilang tercatat sebanyak 144 orang.
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
Bahkan banjir merendam sejumlah daerah tersebut, juga mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur seperti tanggul jebol, jalan l, jembatan hingga sejumlah perkantoran dan sekolah rusak
Kementerian Pertanian mulai bergerak memulihkan ribuan hektar lahan pertanian yang rusak akibat bencana hidrometeorologi di Sumatra Barat (Sumbar).
Di Indonesia, bencana jenis ini menyumbang lebih dari 90% dari total kejadian bencana setiap tahunnya.
Selain itu, perhatikan tanda alam seperti awan Cumulonimbus yang berbentuk seperti bunga kol berwarna gelap, yang seringkali menjadi penanda akan terjadinya hujan lebat disertai petir.
Kepala BNPB memastikan setiap kepala keluarga yang kehilangan rumah akan memperoleh satu unit hunian, meski sebelumnya tinggal bersama dalam satu rumah.
Hingga Senin (19/1), banjir masih merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang dengan Tinggi Muka Air (TMA) bervariasi antara 10 hingga 200 sentimeter.
Melihat kondisi cuaca yang masih hujan hingga saat ini, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta melakukan modifikasi cuaca.
BANJIR dan tanah longsor yang terjadi di Desa Tempur, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, telah memutus akses jalan masyatakat dan merusak rumah warga.
Bahkan banjir merendam sejumlah daerah tersebut, juga mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur seperti tanggul jebol, jalan l, jembatan hingga sejumlah perkantoran dan sekolah rusak
KEPALA Badan Penanggulangan Bencana Nasional Letjen TNI Suharyanto menegaskan, pemerintah tidak membeda-bedakan satu daerah dengan daerah yang lain.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved