Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI pekan pertama bulan April, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia. Hingga Rabu (2/4) pukul 07.00 WIB, bencana hidrometeorologi basah seperti banjir masih menjadi ancaman utama di beberapa daerah.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa intensitas hujan yang tinggi menjadi pemicu utama terjadinya bencana banjir di beberapa wilayah.
Salah satu peristiwa yang tercatat adalah banjir di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, pada Senin (31/3). Hujan deras menyebabkan meluapnya Sungai Aih Badak, yang menggenangi Desa Rerebe dan Desa Badak di Kecamatan Dabun Gelang.
“Banjir ini berdampak pada permukiman warga serta merendam 13 hektar lahan persawahan dan satu hektar lahan kebun jagung,” ujar Abdul Muhari.
Banjir juga terjadi di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada Selasa (1/4), menggenangi tiga desa, yakni Desa Kabonga Kecil, Desa Kabonga Besar di Kecamatan Banawa, serta Desa Batusuya di Kecamatan Sindue Tambusabora.
“Sebanyak 19 rumah terdampak akibat hujan deras yang menyebabkan air meluap dari hulu,” tambahnya. Warga setempat bergotong royong membersihkan material lumpur yang terbawa arus.
Kondisi serupa terjadi di Grobogan, Jawa Tengah. Hujan deras menyebabkan banjir di Desa Sambirejo, Kecamatan Wirosari, pada Selasa (1/4). “Dampaknya cukup signifikan, mengakibatkan ruas jalan Raya Purwodadi menuju Blora tergenang air dan 19 rumah warga terdampak,” jelas Abdul Muhari.
Selain itu, kenaikan air pasang laut atau banjir rob juga dilaporkan di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, pada Selasa (1/4) siang. Ketinggian air mencapai 30 hingga 60 sentimeter dan berdampak pada 100 rumah di Desa Pasimarannu, Kecamatan Sinjai Timur. “Banjir rob ini mulai berangsur surut, namun masyarakat tetap diimbau waspada,” kata Abdul Muhari.
BNPB mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan, terutama menjelang libur Lebaran yang berpotensi meningkatkan mobilitas penduduk. “Kami mengimbau masyarakat agar memahami potensi risiko bencana di lokasi tujuan mudik atau wisata dengan memantau aplikasi InaRisk. Hindari wisata air jika cuaca sudah terlihat mendung dan kenali kondisi alam sekitar,” tegas Abdul Muhari.
Selain itu, BNPB juga mengajak masyarakat untuk selalu memperbarui informasi terkait cuaca dan risiko bencana melalui kanal resmi seperti InaRisk dan InfoBMKG. “Pastikan mengecek kondisi prakiraan cuaca dan potensi risiko daerah sebelum bepergian agar dapat menghindari lokasi rawan bencana,” pungkasnya. (H-3)
Meskipun modifikasi cuaca merupakan ikhtiar mitigasi yang penting, teknik ini bukanlah solusi permanen.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) masih akan berlangsung hingga akhir April atau awal Mei 2026.
KELURAHAN Cisarua di Kecamatan Cikole Kota Sukabumi, Jawa Barat, merupakan salah satu wilayah rawan bencana hidrometeorologi.
Data BMKG selama 16 tahun terakhir (2010–2025) juga memperlihatkan tren peningkatan kejadian banjir dan tanah longsor yang sejalan dengan kenaikan suhu dan perubahan iklim.
Survei pascabencana yang dilakukan Pusat Koordinasi Nasional Mapala se-Indonesia bersama pegiat lingkungan menemukan ratusan titik longsor di kawasan hulu sungai Tapanuli Selatan.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyebut, tanah longsor tidak hanya semakin sering terjadi, tetapi juga menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sebanyak 2.453 jiwa terdampak telah mengungsi ke lokasi yang dinilai lebih aman.
BNPB akan segera menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah bagi masyarakat terdampak bencana Sumatra.
BNPB mencatat telah terjadi 243 kejadian bencana di Indonesia sepanjang tahun 2026.
BNPB juga menyalurkan bantuan dana tunggu hunian bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau sanak saudara. Bantuan tersebut sebesar Rp600 ribu per bulan.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan tetap siaga mendampingi pemerintah daerah meski status tanggap darurat bencana di sejumlah wilayah di Sumatra telah dicabut.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved