Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Sistem Penanggulangan Bencana BNPB, Agus Wibowo, menyebut mayoritas jenis bencana yang mendominasi wilayah Indonesia pada tahun 2025 adalah hidrometeorologi basah sebanyak 2.112 kejadian atau sekitar 60,83%.
"Bencana hidrometeorologi basah yang paling banyak terjadi adalah banjir 1.324 bencana diikuti cuaca ekstrem 575 kasus, tanah longsor 197 kasus dan gelombang pasang/abrasi 16 kasus," kata Agus dalam Forum Diskusi Denpasar 12 secara daring, Rabu (26/11).
Meski begitu Agus menyebut jumlah korban dan kerugian materialnya semakin lama semakin turun, walaupun bencananya naik. "Artinya ini penanggulan bencana bisa secara signifikan juga mengurangi. Paling penting kan mengurangi dampak, kerugian tentunya juga korban jiwa," ujarnya.
Diketahui bahwa 99% bencana di Indonesia merupakan bencana hidrometeologi. Kemudian sekitar 0,79% merupakan bencana geologi. "Sehingga kita bisa lihat dengan cepat bahwa bencana yang paling dominan di Indonesia 99% adalah bencana hidrometeologi," jelasnya.
Bencana hidrometeologi biasanya dibagi menjadi dua yaitu hidromete kering dan hidromete basah. Hidromate kering yaitu kekeringan dan hidromate basah salah satunya banjir bandang.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Yayasan Madani Berkelanjutan, Nadia Hadad, menjelaskan Indonesia harus siap menghadapi bencana-bencana yang akan terjadi ke depan dengan cara adaptasi, early warning system, edukasi publik, perlindugan masyarakat adat, dan perlindungan terhadap masyarakat rentan.
"Selain itu juga memberhentikan penyebab perubahan iklim itu eperti mengubah cara kita untuk mengurangi emisi secara real, beralih dari fossil fuel ke energi terbarukan, menghentikan deforestasi, pendanaan dialihkan pendanaan yang tadinya untuk proyek-proyek industri yang merusak, tapi ke lebih yang terbarukan atau yang rendah emisi dan perbaikan tata kelolaan," paparnya.
Dengan begitu bisa diharapkan bencana tidak meningkat dari tahun ke tahun.(M-2)
Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sebanyak 2.453 jiwa terdampak telah mengungsi ke lokasi yang dinilai lebih aman.
BNPB akan segera menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah bagi masyarakat terdampak bencana Sumatra.
BNPB mencatat telah terjadi 243 kejadian bencana di Indonesia sepanjang tahun 2026.
BNPB juga menyalurkan bantuan dana tunggu hunian bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau sanak saudara. Bantuan tersebut sebesar Rp600 ribu per bulan.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan tetap siaga mendampingi pemerintah daerah meski status tanggap darurat bencana di sejumlah wilayah di Sumatra telah dicabut.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved