Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KEHAMILAN merupakan masa yang sangat penting bagi setiap perempuan, ketika perhatian terhadap asupan makanan menjadi hal yang utama. Salah satu makanan yang sering menjadi perdebatan adalah pepaya muda. Apakah aman bagi ibu hamil untuk mengonsumsinya?
Pepaya muda mengandung lateks yang dapat memicu kontraksi rahim lebih awal dan berpotensi melemahkan pelindung janin. Selain itu, terdapat enzim papain dalam pepaya muda yang dapat menyebabkan reaksi alergi pada beberapa orang.
Para ahli meyakinkan hanya ada sedikit bukti ilmiah yang mendukung gagasan bahwa mengonsumsi pepaya muda dapat menyebabkan keguguran.
Namun, sebuah penelitian yang dilakukan pada tikus hamil menunjukkan bahwa mengonsumsi pepaya muda memang menyebabkan kontraksi dini, yang menunjukkan bahwa diperlukan penelitian lebih lanjut.
Walaupun ada risiko yang menyertainya, ibu hamil masih diperbolehkan mengonsumsi pepaya muda dalam jumlah yang wajar.
Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Meskipun terdapat risiko, pepaya muda juga memiliki beberapa manfaat bagi ibu hamil, antara lain:
Membantu mengatasi sembelit
Kandungan serat yang tinggi dalam pepaya muda dapat membantu mengatasi sembelit yang sering dialami ibu hamil.
Meningkatkan produksi ASI
Pepaya muda mengandung zat-zat yang dapat membantu meningkatkan produksi ASI.
Ibu hamil dapat menikmati pepaya dalam jumlah yang wajar, dengan catatan sudah matang dan tidak berlebihan.
Namun, bagi Anda yang memiliki riwayat alergi atau masalah selama kehamilan, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi pepaya muda. (Alodokter dan Hallo Sehat/Z-1)
Pepaya muda, yang teksturnya agak renyah dan rasa agak ringan, biasanya dikonsumsi sebagai lalapan dengan sambal atau nasi panas.
Kelompok yang perlu waspada saat berolahraga saat puasa ramadan mencakup ibu hamil, ibu menyusui, serta penderita penyakit penyerta atau komorbid.
Perkembangan janin yang tidak sempurna hingga memicu PJB dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko dari sisi kesehatan orang tua maupun lingkungan.
BGN menegaskan prioritas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yakni memberikan asupan gizi kepada kelompok rentan termasuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, sebagai prioritas utama
Laporan terbaru NCHS menunjukkan tren kenaikan kasus sifilis maternal. Kenali risiko, gejala "senyap", dan cara melindungi janin dari infeksi mematikan.
Pada 2026 cakupan intervensi diharapkan semakin luas sehingga target penurunan stunting hingga 5 persen pada 2045 dapat tercapai.
Sentuhan ini ternyata sudah bisa dirasakan oleh bayi di dalam kandungan saat kehamilan memasuki trimester kedua.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved