Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEPAYA muda memiliki tekstur yang lebih keras dan renyah dibandingkan pepaya matang. Rasanya lebih segar, asam, dan sedikit manis. Namun tahukah Anda kalau pepaya muda mempunyai manfaat bagi kesehatan?
Buah khas negara tropis ini sering dijadikan lalapan oleh masyarakat Indonesia. Pepaya muda, yang teksturnya agak renyah dan rasa agak ringan, biasanya dikonsumsi sebagai lalapan dengan sambal atau nasi panas.
Tidak hanya itu, pepaya muda juga mengandung papain yang tinggi.
Baca juga : Ibu Hamil Diingatkan Konsumsi Beragam Macam Buah
Papain merupakan enzim proteolitik yang dapat membantu memecah protein menjadi fragmen protein lebih kecil yang disebut peptida dan asam amino. Pepaya mentah kaya akan magnesium, potasium, dan vitamin A, C, E, dan B.
1. Melancarkan saluran pencernaan
Enzim dan serat yang ditemukan dalam pepaya membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan. Mengonsumsi pepaya muda akan memperlancar buang air besar. Ini akan membantu Anda menghindari masalah penyumbatan dan sembelit.
Baca juga : Ini Rekomendasi Pola Makan untuk Jaga Kesehatan Ginjal
2. Menjaga kesehatan jantung
Manfaat pepaya muda lainnya adalah dapat menjaga kesehatan jantung. Pasalnya, pepaya mengandung lycopene dan vitamin C yang dapat meningkatkan kadar HDL atau disebut juga kolesterol baik.
Kedua bahan ini bekerja sama melawan peradangan dan oksidasi yang dapat merusak pembuluh darah dan jaringan jantung. Artinya mengonsumsi makanan kaya lycopene dan vitamin C, seperti pepaya muda, dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.
Baca juga : 7 Resep dan Cara Membuat Puding Berbagai Topping
3. Meringankan radang tenggorokan
Papain yang terdapat pada pepaya muda membantu meredakan sakit tenggorokan seperti pembengkakan, nyeri, dan rasa panas.
Penelitian menunjukkan bahwa enzim proteolitik yang ditemukan dalam papain dapat mengurangi peradangan atau lebih baik dibandingkan beberapa obat antiinflamasi.
Baca juga : Durian Tinggi Kolesterol Ternyata Mitos
4. Menyembuhkan luka
Pepaya mentah juga dianggap sebagai salah satu bahan pertama yang digunakan untuk mengobati luka.
Konstituen fitokimia dalam pepaya muda memiliki sifat antiinflamasi dan imunomodulator. Oleh karena itu, ekstrak pepaya muda dapat mengurangi peradangan kulit dan mempercepat penyembuhan luka.
Khasiat penyembuhan luka pepaya muda diperkirakan terutama disebabkan oleh enzim papain dan chymopapain, yang memiliki efek perlindungan tukak. Papain juga mencerna jaringan nekrotik dan mencegah infeksi luka.
5. Mencegah asma
Manfaat pepaya muda lainnya adalah dapat mencegah penyakit asma. Ini karena mengandung beta-karoten yang dapat mengurangi gejala asma.
Peneliti menemukan bahwa beta-karoten dapat mengurangi gejala asma seperti sesak napas dan peradangan saluran napas.
Oleh karena itu, jika Anda ingin memperbanyak asupan makanan yang mengandung beta-karoten, Anda dapat mengonsumsi pepaya muda, karena dapat membantu mengendalikan gejala asma. (Z-1)
Musim kemarau basah pada 2025 menjadi penghambat serius bagi siklus hidup pohon rambutan yang membutuhkan perlakuan alam tertentu untuk berbunga.
Makanan beku kerap dinilai buruk untuk kesehatan. Padahal, ahli gizi menyebut beberapa jenis makanan beku tetap kaya nutrisi dan justru baik untuk menjaga kesehatan jantung.
Beberapa buah yang dianggap "sehat" dan "baik untuk jantung" bisa memicu peradangan, memperburuk aliran darah, serta memperlemah kekuatan kaki dengan cara yang tidak terlihat.
Setiap bagian anggur, mulai dari kulit, daging, hingga bijinya, mengandung komponen aktif yang berperan besar dalam mencegah berbagai penyakit kronis.
Kacang merah mengandung serat pangan tingkat tinggi, pati resisten dan protein, tetapi kadar lipid dan gula yang rendah.
Walaupun buah kaya vitamin, mineral, serat, dan air, tubuh tetap membutuhkan protein, lemak, dan karbohidrat kompleks untuk fungsi optimal.
Pepaya muda mengandung lateks yang dapat memicu kontraksi rahim lebih awal dan berpotensi melemahkan pelindung janin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved