Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
KEGAWATDARURATAN pada ibu hamil tetap menjadi tantangan besar dalam dunia kesehatan yang dapat mengancam keselamatan ibu maupun janin. Kondisi akut seperti perdarahan, kejang, hingga infeksi berat sering kali muncul secara tiba-tiba tanpa gejala awal yang mencolok. Memahami tanda bahaya sejak dini menjadi kunci utama dalam menekan angka kematian ibu (AKI).
Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKG) IPB University, Ganot Sumulyo, menjelaskan bahwa kegawatdaruratan maternal adalah kondisi kritis yang memerlukan penanganan medis dalam hitungan menit.
"Kegawatdaruratan pada ibu hamil adalah kondisi mendadak yang mengancam nyawa, misalnya perdarahan, tekanan darah tinggi (preeklamsia), hingga persalinan macet," ujar dr. Ganot dalam keterangannya, Rabu (25/3/2026).
Berdasarkan data World Health Organization (WHO), sebagian besar kasus fatalitas sebenarnya dapat dicegah melalui deteksi dini. Berikut adalah beberapa gejala Red Flag yang mengharuskan ibu hamil segera dibawa ke fasilitas kesehatan:
Untuk meminimalisir risiko, dr. Ganot menekankan pentingnya pemeriksaan kehamilan rutin atau Antenatal Care (ANC). Sesuai anjuran Kementerian Kesehatan (Kemenkes), ibu hamil wajib melakukan minimal enam kali pemeriksaan selama masa kehamilan.
Pemeriksaan ini tidak hanya mendeteksi posisi janin, tetapi juga memantau tekanan darah dan kondisi metabolik ibu guna mencegah komplikasi seperti eklamsia. Namun, kewaspadaan tidak boleh kendur setelah bayi lahir.
Banyak masyarakat beranggapan risiko hilang setelah persalinan usai. Faktanya, masa nifas hingga 42 hari setelah melahirkan tetap merupakan periode berisiko tinggi. Komplikasi pascapersalinan seperti perdarahan postpartum dan infeksi nifas masih sering terjadi.
“Kenali tanda bahaya sejak dini dan jangan menunda untuk mencari pertolongan medis. Dukungan keluarga juga sangat penting agar ibu hamil dapat menjalani fase ini dengan aman,” pungkas dr. Ganot.
| Trimester | Fokus Pemeriksaan Utama |
|---|---|
| Trimester 1 | Skrining awal, deteksi kehamilan ektopik, USG pertama. |
| Trimester 2 | Pemantauan pertumbuhan janin dan tekanan darah ibu. |
| Trimester 3 | Kesiapan persalinan dan deteksi posisi janin (sungsang/normal). |
Disclaimer: Informasi ini bersifat edukasi. Jika Anda mengalami salah satu gejala di atas, segera hubungi dokter atau layanan gawat darurat terdekat. (Z-10)
Studi global mengungkap hubungan air minum asin dengan kenaikan tekanan darah. Ancaman serius bagi warga pesisir akibat perubahan iklim.
Makanan tinggi garam, lemak jenuh, dan kolesterol dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Kenali jenis makanan yang perlu dibatasi demi jantung sehat.
Apple Watch resmi mendapat persetujuan regulator medis Australia untuk mengaktifkan fitur deteksi hipertensi. Meski demikian, Apple belum mengumumkan jadwal peluncurannya.
Penelitian terhadap lebih dari 200.000 orang menemukan nyeri kronis, depresi, dan peradangan saling berkaitan dan dapat meningkatkan risiko hipertensi.
Penelitian di jurnal The Lancet Child and Adolescent Health menemukan kasus tekanan darah tinggi pada anak dan remaja meningkat hampir dua kali lipat sejak 2000.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved