Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYELUNDUPAN satwa yang dilindungi di Indonesia masih terus terjadi dan kian marak. Belum lama ini, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI kembali menggandeng Wildlife Conservation Society (WCS) Indonesia untuk mengawasi praktik penyelundupan satwa dilindungi di berbagai jalur dan wilayah di tanah air.
Dosen Fakultas Kehutanan UGM sekaligus Peneliti Satwa Liar Muhammad Ali Imron mengatakan masih maraknya kasus penyelundupan satwa dilindungi di Indonesia hal ini menunjukkan bahwa kelestarian satwa liar yg dilindungi di alam masih mendapatkan ancaman serius dalam perdagangan ilegal.
Menurutnya, upaya perlindungan satwa perlu dilakukan secara integratif yang utama di alam dan harus didukung dengan upaya di luarnya, termasuk pencegahan terjadinya perdagangan dan perburuan ilegal.
“Di sisi lain sektor utama yang menyebabkan penyelundupan satwa dilindungi masih terus terjadi meskipun sudah ada regulasi yang mengatur masih adanya pasar yang selalu membutuhkan produk-produk dari satwa liar baik hidup maupun bagian tubuhnya,” katanya, Sabtu (15/2).
Menurutnya tantangan terbesar yang dihadapi dalam upaya pencegahan dan penindakan kasus penyelundupan satwa, pertama soal kemampuan deteksi oleh petugas-petugas khususnya beacukai yang ada di bandara maupun terminal dan pelabuhan.
Kedua, adanya pemahaman dan praktek para penegak hukum akan isu-isu konservasi. Terakhir, adanya keberhasilan kasus badak Jawa, baru-baru ini menunjukkan penanganan integrasi dari tim Taman Nasional Ujung Kulon, Jaksa dan juga hakim, apresiasi atas keberhasilan mereka.
Tidak cukup sampai di situ, pemerintah juga perlu memperkuat pengawasan terhadap jalur-jalur penyelundupan satwa yaitu dengan penguatan kemampuan deteksi keberadaan satwa liar dilindungi oleh para petugas dengan background non biologi atau satwa liar.
“Peran masyarakat juga cukup membantu mencegah perdagangan ilegal satwa liar adalah dengan kesadaran atas pentingnya mendukung perlindungan satwa liar dilindungi,” imbuhnya.
Sementara satwa yang sudah diselamatkan juga perlu dilakukan rehabilitasi secara maksimal dan melakukan pelepasliaran kembali bagi satwa yang berhasil diselamatkan dari penyelundupan.
“Pelepasliaran harus melalui langkah-langkah yang sistematis dipastikan kembali ke habitat alami dan tanpa mengganggu populasi alami,” paparnya.
Ali Imron berharap upaya konservasi satwa liar di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan dengan konservasi satwa liar perlu dukungan kuat dari pemimpin negara dengan komitmen mendukung WWF terutama dalam program konservasi gajah.
Selain itu, juga mendorong praktik-praktik untuk meningkatkan edukasi kesadaran masyarakat melalui komunitas-komunitas. Sebab dukungan masyarakat sipil dan swasta untuk saling bekerja bersama dalam konservasi semakin dibutuhkan. (Z-9)
Di saat Kemenhut giat menggalang dukungan internasional untuk konservasi gajah melalui inisiatif PECI, seekor gajah jantan produktif justru ditemukan mati terpenggal.
Seekor gajah jantan dewasa berusia sekitar 40 tahun ditemukan mati mengenaskan dengan kondisi kepala terpotong di area konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP), Pelalawan, Riau.
Penurunan drastis populasi gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) yang kini berada pada titik kritis di tahun 2026, ternyata berdampak langsung pada ketahanan pangan warga.
Berdasarkan data terbaru yang dihimpun dari Kementerian Kehutanan, jumlah populasi gajah sumatra di Pulau Sumatra kini hanya tersisa sekitar 1.100 ekor.
WALHI Riau mengecam keras kematian seekor gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan di areal konsesi PT RAPP, Pelalawan.
Kementerian Kehutanan memanggil jajaran direksi PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) untuk dimintai keterangan terkait kematian seekor gajah sumatra.
Upaya menjaga keberlanjutan hutan dan mangrove Indonesia tidak hanya bergantung pada kebijakan dan anggaran, tetapi juga pada kualitas kepemimpinan aparatur negara.
Di saat Kemenhut giat menggalang dukungan internasional untuk konservasi gajah melalui inisiatif PECI, seekor gajah jantan produktif justru ditemukan mati terpenggal.
Berdasarkan data terbaru yang dihimpun dari Kementerian Kehutanan, jumlah populasi gajah sumatra di Pulau Sumatra kini hanya tersisa sekitar 1.100 ekor.
Kementerian Kehutanan memanggil jajaran direksi PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) untuk dimintai keterangan terkait kematian seekor gajah sumatra.
Kemajuan ilmu pengetahuan modern telah membawa banyak progres dalam pengelolaan kehutanan dan lingkungan.
Upaya penyelundupan dua kontainer arang bakau di Dermaga 210 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, digagalkan..
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved