Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Populasi Gajah Sumatra 2026 Kritis Tersisa 1.100 Ekor, Kematian di Riau jadi Sorotan

Putri Rosmalia Octaviyani
09/2/2026 17:55
Populasi Gajah Sumatra 2026 Kritis Tersisa 1.100 Ekor, Kematian di Riau jadi Sorotan
Gajah sumatra yang mati di area konsesi PT RAPP.(Dok. BKSDA Riau)

KONDISI gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) di tahun 2026 mencapai titik nadir. Berdasarkan data terbaru yang dihimpun dari Kementerian Kehutanan, jumlah populasi gajah sumatra di Pulau Sumatra kini hanya tersisa sekitar 1.100 ekor. Angka ini tersebar di 22 kantong habitat yang semakin terfragmentasi akibat deforestasi dan alih fungsi lahan.

Penemuan bangkai gajah tanpa kepala di area konsesi PT RAPP, Pelalawan, Riau, pada awal Februari 2026 menjadi alarm keras bagi upaya konservasi nasional satwa liar. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mengonfirmasi bahwa hilangnya bagian kepala gajah tersebut mengindikasikan adanya praktik perburuan terorganisir yang mengincar gading.

Data Populasi & Kematian Gajah Sumatra (Update 2026)

Indikator Detail Data
Estimasi Populasi 2026 ± 1.100 Ekor
Status Konservasi Critically Endangered (Sangat Terancam Punah)
Jumlah Kantong Habitat 22 Lanskap (Menyusut dari 44 kantong)
Penyebab Utama Kematian Perburuan Gading, Jerat, Racun, & Konflik Lahan

Penyebab Kematian dan Konflik Satwa

Selain perburuan liar, angka kematian gajah sepanjang 2025 hingga awal 2026 dipicu oleh konflik berkepanjangan dengan manusia. Sepanjang tahun 2025, sedikitnya enam ekor gajah dilaporkan mati di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) akibat berbagai faktor, termasuk penyakit dan penyempitan habitat.

Penyempitan habitat memaksa kawanan gajah keluar dari hutan dan masuk ke area perkebunan atau pemukiman warga. Fragmentasi ini sering kali berujung pada interaksi negatif, di mana gajah menjadi korban jerat listrik atau racun yang sengaja dipasang untuk menghalau mereka.

Langkah Strategis Kementerian Kehutanan

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan bahwa pemerintah sedang melakukan audit menyeluruh dan penghitungan ulang (stock take) populasi gajah di seluruh Sumatra. Pemerintah juga berkomitmen memperkuat perlindungan di kawasan konservasi.

“Gajah Sumatra ini adalah harga diri bangsa. Kita akan pertahankan dengan segala upaya, termasuk memperbaiki ekosistem sebagai habitat utama mereka,” tegas Menhut dalam keterangan resminya.

Saat ini, pemerintah tengah mengupayakan revitalisasi Rumah Sakit Gajah di Way Kambas dengan dukungan mitra internasional serta membangun koridor ekologis di Aceh melalui program Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI). Langkah hukum tegas juga dijanjikan bagi para pelaku kejahatan satwa liar, mulai dari eksekutor lapangan hingga pemodal di balik perdagangan ilegal gading gajah. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya