Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Terancam Punah, Gajah Sumatra Ditemukan Hanyut Karena Banjir, Diduga Dampak Deforestasi

Abi Rama
02/12/2025 12:20
Terancam Punah, Gajah Sumatra Ditemukan Hanyut Karena Banjir, Diduga Dampak Deforestasi
Bangkai gajah sumatra ditemukan di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh berdasarkan laporan Antara, Sabtu (29/11/2025). Laporan warga menduga gajah terbawa arus dari hulu sungai, karena tidak pernah ditemukan gajah di desa tersebut.(Antara)

PERISTIWA menyedihkan terjadi di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Seekor gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) ditemukan mati terseret banjir bandang yang membawa kayu hutan dan lumpur. 

Berdasarkan pantauan dari Antara, bangkai gajah itu ditemukan di Gampong Meunasah Lhok dalam kondisi setengah tertimbun reruntuhan. Warga memperkirakan satwa tersebut terbawa arus dari hulu sungai, mengingat tidak ada populasi gajah di desa tersebut.

Insiden ini kembali menggarisbawahi rentannya keberadaan gajah Sumatra, terutama ketika habitat alami mereka semakin rusak dan tidak lagi mampu melindungi satwa besar tersebut dari ancaman bencana maupun konflik dengan manusia. Berdasarkan laporan dari World Wild Life (WWF) deforestasi menjadi aktor utama berkurangnya spesies besar yang dilindungi ini.

Dampak Deforestasi Terhadap Populasi Gajah Sumatra

Populasi gajah Sumatra kini diperkirakan hanya tersisa 2.400-2.800 ekor dan telah berstatus Sangat Terancam Punah menurut WWF. Penurunan tajam ini terjadi dalam satu generasi, di mana setengah populasi telah hilang, terutama karena deforestasi masif dan menyempitnya habitat.

Gajah Sumatra memegang peran penting dalam menjaga kesehatan ekosistem hutan. Mereka membantu menyebarkan biji berbagai tanaman dan menjaga regenerasi hutan tropis yang juga menjadi rumah bagi badak Sumatra, harimau Sumatra, orangutan, dan banyak spesies lainnya. Namun, keberadaan mereka kini tertekan karena hutan tempat mereka hidup terus menghilang.

Laju Penebangan Hutan

Menurut catatan WWF, Sumatra mengalami laju deforestasi tertinggi di kawasan persebaran gajah Asia. Lebih dari dua pertiga hutan dataran rendah alami lenyap dalam 25 tahun, sementara 70% habitat gajah hilang dalam satu generasi. Kondisi ini menyebabkan populasi gajah terpecah dan terjebak di kantong-kantong hutan kecil yang tidak mampu menopang kehidupan mereka.

Situasi serupa terlihat jelas di Provinsi Riau, di mana perluasan industri pulp, kertas, serta perkebunan kelapa sawit menyebabkan penurunan populasi gajah hingga 80% dalam kurun kurang dari 25 tahun. Banyak kawanan kini berada dalam kondisi terisolasi dan berisiko tidak bertahan dalam jangka panjang. (Antara/WWF/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya