Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PERISTIWA menyedihkan terjadi di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Seekor gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) ditemukan mati terseret banjir bandang yang membawa kayu hutan dan lumpur.
Berdasarkan pantauan dari Antara, bangkai gajah itu ditemukan di Gampong Meunasah Lhok dalam kondisi setengah tertimbun reruntuhan. Warga memperkirakan satwa tersebut terbawa arus dari hulu sungai, mengingat tidak ada populasi gajah di desa tersebut.
Insiden ini kembali menggarisbawahi rentannya keberadaan gajah Sumatra, terutama ketika habitat alami mereka semakin rusak dan tidak lagi mampu melindungi satwa besar tersebut dari ancaman bencana maupun konflik dengan manusia. Berdasarkan laporan dari World Wild Life (WWF) deforestasi menjadi aktor utama berkurangnya spesies besar yang dilindungi ini.
Populasi gajah Sumatra kini diperkirakan hanya tersisa 2.400-2.800 ekor dan telah berstatus Sangat Terancam Punah menurut WWF. Penurunan tajam ini terjadi dalam satu generasi, di mana setengah populasi telah hilang, terutama karena deforestasi masif dan menyempitnya habitat.
Gajah Sumatra memegang peran penting dalam menjaga kesehatan ekosistem hutan. Mereka membantu menyebarkan biji berbagai tanaman dan menjaga regenerasi hutan tropis yang juga menjadi rumah bagi badak Sumatra, harimau Sumatra, orangutan, dan banyak spesies lainnya. Namun, keberadaan mereka kini tertekan karena hutan tempat mereka hidup terus menghilang.
Menurut catatan WWF, Sumatra mengalami laju deforestasi tertinggi di kawasan persebaran gajah Asia. Lebih dari dua pertiga hutan dataran rendah alami lenyap dalam 25 tahun, sementara 70% habitat gajah hilang dalam satu generasi. Kondisi ini menyebabkan populasi gajah terpecah dan terjebak di kantong-kantong hutan kecil yang tidak mampu menopang kehidupan mereka.
Situasi serupa terlihat jelas di Provinsi Riau, di mana perluasan industri pulp, kertas, serta perkebunan kelapa sawit menyebabkan penurunan populasi gajah hingga 80% dalam kurun kurang dari 25 tahun. Banyak kawanan kini berada dalam kondisi terisolasi dan berisiko tidak bertahan dalam jangka panjang. (Antara/WWF/Z-2)
Hasil diagnosis paling banyak adalah ISPA (infeksi pernapasan), diare, dan infeksi kulit.
DALAM satu dekade 2014-2024 luas hutan alam di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Barito di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan telah berkurang (deforestasi) hingga 29 ribu hektare lebih.
DESEMBER 2025 seharusnya menjadi bulan penuh refleksi dan harapan.
Pembangunan ekstraktif banyak menimbulkan dampak sosial-ekologis, misalnya, ruang hidup masyarakat adat dan lokal terampas.
Anggota Komisi IV DPR RI Rokhmin Dahuri menegaskan 80% penyebab banjir berasal dari kerusakan lingkungan, bukan cuaca ekstrem.
"Kami melihat akar masalah sesungguhnya adalah perusakan ekosistem hulu sampai hilir dari daerah aliran sungai dan kelalaian tata ruang yang terjadi secara sistematik,”
PT Astra Agro Lestari Tbk menegaskan konsistensinya dalam menjalankan kebijakan keberlanjutan, termasuk Nol Deforestasi, yang telah menjadi bagian dari operasional perusahaan sejak 2015.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved