Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Kiamat Ekologi Sumatra: Mengapa Hilangnya Gajah Berarti Hilangnya Sumber Ikan Warga?

Putri Rosmalia Octaviyani
09/2/2026 18:07
Kiamat Ekologi Sumatra: Mengapa Hilangnya Gajah Berarti Hilangnya Sumber Ikan Warga?
Gajah sumatra (Elephas Maximus Sumateranus) jinak di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Seblat.(Dok. Antara)

SUMATRA tengah menghadapi ancaman kiamat ekologi yang sunyi namun mematikan. Penurunan drastis populasi gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) yang kini berada pada titik kritis di tahun 2026, ternyata berdampak langsung pada ketahanan pangan warga. Hilangnya sang penjaga hutan ini bukan hanya masalah konservasi satwa liar, melainkan terputusnya rantai pasokan ikan di sungai-sungai besar Sumatra.

Fakta Ekologi Utama:

  • Gajah menciptakan lebung (kubangan) yang menjadi habitat pemijahan ikan air tawar.
  • Kotoran gajah mengandung Nitrogen, Fosfor, dan Kalium yang menyuburkan fitoplankton.
  • Satu ekor gajah dapat menghasilkan puluhan kilogram nutrisi sungai setiap harinya.

Insinyur Ekosistem dan Pabrik Nutrisi Alami

Gajah Sumatra dikenal sebagai insinyur ekosistem terbaik di alam. Melalui aktivitas hariannya, kawanan gajah menciptakan kubangan besar atau lebung di rawa gambut. Lebung-lebung ini berfungsi sebagai lumbung ikan alami bagi masyarakat lokal, tempat ikan air tawar berkembang biak dan bertahan hidup saat musim kemarau panjang melanda.

Selain menciptakan hunian, gajah adalah penyedia pupuk organik bagi perairan. Seekor gajah dewasa mampu mengonsumsi hingga 150-200 kilogram vegetasi per hari. Kotoran yang dihasilkan menjadi bahan bakar utama bagi pertumbuhan alga dan fitoplankton di sungai. Tanpa fitoplankton yang melimpah, populasi ikan sungai akan mengalami kelaparan massal dan gagal berkembang biak.

Dampak Ekonomi bagi Nelayan Sumatra

Berdasarkan riset ekologi terbaru pada Februari 2026, wilayah yang mengalami kehilangan populasi gajah secara total mencatatkan penurunan stok ikan sungai yang signifikan. Nelayan tradisional di kawasan Ogan Komering Ilir (OKI) dan Riau melaporkan penurunan hasil tangkapan hingga lebih dari 60 persen dibandingkan dekade sebelumnya.

Kondisi ini memicu kerugian ekonomi yang masif bagi komunitas nelayan, dengan nilai kerugian mencapai miliaran Mata Uang Rupiah per tahun. Hilangnya gajah secara otomatis menghentikan siklus nutrisi alami yang selama ini menjaga keberlanjutan ekosistem sungai Musi dan sekitarnya.

Aspek Dampak Kehilangan Gajah
Habitat Ikan Lebung mengering dan tertutup sedimen.
Rantai Makanan Fitoplankton berkurang, ikan kekurangan pakan.
Ekonomi Nelayan Pendapatan merosot tajam akibat gagal panen sungai.

Krisis ini menjadi peringatan keras bagi pemerintah dan pemangku kepentingan untuk melihat perlindungan gajah sumatra bukan sekadar isu estetika lingkungan, melainkan investasi ekonomi kerakyatan. Menyelamatkan gajah berarti menyelamatkan lumbung ikan Sumatra. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya