Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
GURU Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke India memberi peluang kerja sama Indonesia dan India untuk pengendalian tuberkulosis (Tb). Tjandra menyampaikan India mempunyai program pengendalian Tb yang masif.
“Hal yang dapat dipelajari dari India, tentang upaya pengendalian Tb yang amat masif di negara itu,” ujarnya, Minggu (26/1).
Presiden Prabowo berkunjung ke India pada peringatan Hari Republik India ke-76. Tjandra yang pernah menjabat sebagai Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara di India pada 2015-2020 mengatakan kedua negara merupakan penyumbang terbesar kasus Tb di dunia.
“Indonesia berada di urutan kedua, sementara India pertama. Namun, populasi India jauh lebih besar sehingga keberhasilan mereka dalam mengendalikan Tb menjadi pelajaran berharga,” paparnya.
Ia mengatakan India berhasil menurunkan angka kematian akibat Tb dari 28 per 100.000 penduduk pada 2015 menjadi 23 per 100.000 penduduk pada 2022.
Selain itu, jumlah kematian akibat Tb turun signifikan dari 494.000 kasus pada 2021 menjadi 331.000 kasus pada 2022.
Negara itu juga berhasil mencapai target pengobatan pada 95 persen pasien Tb pada 2023.
Menurutnya fasilitas kesehatan pemerintah sangat dominan. Selain itu, kontribusi sektor swasta disebut meningkat pesat, dari menangani 190.000 kasus pada 2015 menjadi 840.000 kasus pada 2023.
India, ujar Tjandra menekankan pentingnya strategi yang menyasar faktor risiko Tb seperti kurang gizi, HIV, diabetes, alkohol, dan kebiasaan merokok.
Untuk pasien TB yang kurang gizi, kata Tjandra, pemerintah India memberikan bantuan langsung berupa uang bulanan dan keranjang makanan, sebuah program yang menurutnya layak dipertimbangkan di Indonesia.
Tjandra menyampaikan HIV meningkatkan risiko Tb hingga 20 kali, sementara diabetes meningkatkan risiko 2-3 kali lipat dan terkait dengan resistensi obat TB. Faktor-faktor ini yang menurutnya menjadi tantangan besar yang harus ditangani.
Ia juga mengusulkan agar Indonesia mempertimbangkan penerbitan laporan nasional serupa India Tb Report 2024 untuk meningkatkan transparansi dan evaluasi pengendalian penyakit itu di Tanah Air. (Ant/H-3)
BUPATI Pati Sudewo terkenal operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Mensesneg Prasetyo Hadi mengatakan Presiden Prabowo Subianto berkalil-kali mengingatkan
Keberhasilan ini didorong oleh kebijakan strategis seperti pembentukan Satuan Tugas Swasembda Pangan melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 73 Tahun 2025
Rudianto menilai tindakan tegas dari Aparat Penegak Hukum (APH) sangat krusial di tengah upaya Presiden Prabowo Subianto meningkatkan penerimaan negara.
Suasana di kawasan Istana Negara IKN tampak steril dengan pengamanan ketat dari Paspampres dan Polisi Militer.
Presiden menyebut, dalam beberapa tahun terakhir rakyat merasakan dampak dari tata kelola energi yang tidak beres.
Presiden Prabowo didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo.
TB pada anak bukan sekadar batuk biasa, melainkan ancaman terhadap masa depan mereka.
Tuberkulosis tidak hanya ditandai batuk berkepanjangan. Kenali gejala Tb paru, Tb ekstra paru, perbedaan Tb laten dan aktif, serta cara pencegahannya.
Dengan asumsi satu alat dapat melayani 3.000 pasien, Benjamin memperkirakan 60.000 warga Makassar dapat diperiksa pada tahun 2026.
Peneliti Universitas Basel kembangkan tes sel tunggal untuk membedakan antibiotik yang hanya menghambat pertumbuhan dan yang benar-benar membunuh bakteri.
Selain DBD, Rano juga menyoroti masih tingginya kasus tuberkulosis (TBC) di Jakarta. DKI Jakarta masih berada di peringkat delapan nasional untuk kasus TBC.
Peneliti BRIN mengembangkan Tuberculosis Colorimetric Sensor, yaitu sensor deteksi cepat berbasis metode colorimetric.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved