Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
AISYIYAH, organisasi perempuan Muhammadiyah, menyampaikan pentingnya memastikan ketepatan sasaran untuk program makan bergizi gratis (MBG) bagi ibu hamil dan menyusui. Oleh karena itu pendataan harus diperhatikan dengan baik agar penerima manfaat betul-betul ibu hamil dan menyusui.
"Yang paling penting adalah terkait pendataan dulu. Jangan sampai salah sasaran. Saya kira data-data dari puskesmas itu juga menjadi sangat penting," kata Sekretaris Umum PP Aisyiyah Tri Hastuti Nur Rochimah dalam Konferensi Pers Tanwir I Aisyiyah di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Selasa (14/1).
Selain puskesmas, lanjutnya, kelompok-kelompok komunitas juga bisa menjadi sumber pendataan. "Yang punya kekuatan di sini biasanya adalah kelompok-kelompok di dalam komunitas," ujarnya.
Di sisi lain, katanya, data Aisyiyah menunjukkan persoalan ibu hamil dan menyusui yang masih kekurangan protein hewani.
"Makanya kemarin Hari Gizi Nasional yang lalu temannya terkait protein hewani. Harapannya dengan adanya program ini juga protein-protein hewani yang selama ini menjadi problem bagi ibu-ibu hamil dan menyusui juga akan diselesaikan di sini," kata Tri.
"Maka harus menjadi perhatian bahwa khusus untuk (MBG) ibu hamil dan menyusui komposisi protein hewani harus diperhatikan. Karena itu catatan di periode yang lalu untuk ibu hamil dan menyusui adalah pada kurangnya protein hewani," imbuhnya.
Selain itu, program MBG untuk ibu hamil dan menyusui dapat sekaligus memonitor dan mengedukasi si penerima.
"Makanan itu kan juga akan diantarkan ke rumah. Harapannya memang tidak sekadar mengantarkan makanan, tapi ada edukasi juga yang one on one yang akan diberikan oleh petugas itu untuk kemudian mengedukasi ibu hamil dan menyusui," kata Tri.
Harapannya program tersebut sekaligus untuk memonitor, mengevaluasi, karena banyak ibu hamil yang tidak mau kunjungan ke puskesmas. "Seringkali mereka hanya saat kunjungan keempat (K4) baru datang. Nah itu sekaligus untuk screening, (kalau) seminggu sekali cukup untuk sekaligus memeriksa," jelasnya. (H-2)
Pernyataan Dadan itu menjawab adanya narasi yang menyebut anggaran besar MBG berasal dari pos pendidikan, pos kesehatan dan pos bantuan pemerintag di lembaga kementrian lain.
Tindakan itu dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai langkah evaluasi menyusul ditemukannya kasus-kasus menonjol.
MBG juga menjadi motor ekonomi kerakyatan melalui kepastian pasar bagi UMKM dan dapur mitra, penyerapan produk lokal, serta penciptaan lapangan kerja baru di daerah.
Ia menekankan perlunya dukungan pemerintah berupa akses pembiayaan dan teknologi agar petani muda dapat bersaing secara optimal.
Setiap SPPG rata-rata mempekerjakan 50 orang. Dengan 24 ribu unit, tenaga kerja langsung yang terserap mencapai sekitar 1,1 juta orang.
Target pembangunan dapur SPPG di Jawa Barat 4.600 dan sekarang telah terlampaui kurang lebih sudah hampir 4.700.
Pernyataan Dadan itu menjawab adanya narasi yang menyebut anggaran besar MBG berasal dari pos pendidikan, pos kesehatan dan pos bantuan pemerintag di lembaga kementrian lain.
Tindakan itu dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai langkah evaluasi menyusul ditemukannya kasus-kasus menonjol.
Badan Gizi Nasional (BGN) meluruskan informasi yang beredar terkait besaran alokasi anggaran dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memangkas anggaran pendidikan sebagaimana narasi yang beredar di publik.
PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya berdampak pada asupan gizi siswa, tetapi juga menggerakkan ekonomi warga di sekitar lokasi pelaksanaan.
Hasil penelitian Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) menunjukkan, mayoritas orang tua merasakan adanya perbaikan pola konsumsi anak setelah adanya program MBG.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved