Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PELATIHAN cara buang air kecil maupun buang air besar di toilet atau toilet training yang tertunda bisa menimbulkan masalah kesehatan pada anak. Hal itu dikatakan anggota Unit Kelompok Kerja Tumbuh Kembang Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Meitha Pingkan Esther T, dikutip Kamis (2/1).
"Hal ini akan menimbulkan kekhawatiran adanya peningkatan penyebaran penyakit baik infeksi, diare, maupun hepatitis A," kata Meitha.
"Toilet training yang tertunda juga pada anak menyebabkan penolakan untuk buang air besar dan bisa terjadi konstipasi, juga masalah-masalah pencapaian dan pemeliharaan kontrol kandung kemih," lanjut dokter konsultan tumbuh kembang pediatri sosial lulusan Universitas Indonesia itu.
Meitha mengatakan pembelajaran toilet training yang tertunda juga berpeluang menyebabkan stres pada orangtua, anggota keluarga, petugas di tempat penitipan anak, dan guru di sekolah.
Kehadiran anak-anak yang belum terlatih menggunakan toilet untuk buang air kecil maupun buang air besar bisa menambah beban kerja petugas tempat penitipan anak dan taman bermain anak.
Meitha menyampaikan, toilet training dimaksudkan untuk melatih anak supaya bisa secara mandiri buang air kecil maupun buang air besar di toilet.
Menurut dia, ada dua tujuan utama pelatihan menggunakan toilet secara mandiri bagi anak, yakni memampukan anak mengenali sensasi buang air kecil serta menguasai tata cara buang air kecil maupun buang air besar di toilet.
"Misalnya, begitu anak merasa ada sensasi untuk buang air kecil, dia akan menuju toilet, dia akan duduk di toilet, buang air kecil, setelah itu dia akan membersihkan dirinya sendiri, menyiram toiletnya, cuci tangan, dan seterusnya," katanya.
Pada intinya, pelatihan dilakukan supaya anak menguasai seluruh tata laku yang menyertai kunjungan ke toilet, termasuk memakai celana sendiri.
Orangtua bisa memberikan contoh untuk membiasakan anak berkemih atau buang air besar di toilet.
Meitha menyarankan orangtua memberikan apresiasi jika anak berhasil menjalani fase pelatihan menggunakan toilet secara mandiri, mengingat proses belajar menggunakan toilet secara mandiri merupakan tonggak penting dalam perkembangan anak.
Selain dapat memudahkan orangtua, anggota keluarga, maupun pengasuh anak, melatih kemandirian anak menggunakan toilet bisa mengurangi biaya penyediaan popok. (Ant/Z-1)
Usia 2 sampai 2,5 tahun direkomendasikan untuk toilet training karena anak dinilai sudah memiliki kemampuan untuk melakukan rangkaian dasar yang dibutuhkan dari proses latihan buang air.
Kapan waktu terbaik memulai toilet training? Simak 4 tanda kesiapan anak menurut psikolog anak Pritta Tyas.
Sebuah studi terbaru dari UCL berusaha menemukan metode toilet training paling efektif dengan mengajak orang tua berbagi pengalaman melalui Big Toilet Project.
Mengompol saat tidur merupakan hal yang biasa terjadi pada anak. Namun, jika anak sudah menjalani toilet training atau jarang mengompol tetapi tiba-tiba kembali sering mengompol, ada apa?
Toilet training adalah salah satu tahap penting dalam perkembangan anak untuk mencapai kemandirian. Proses ini memerlukan persiapan yang matang agar berjalan lancar.
Edukasi seksual ini merupakan langkah preventif utama untuk mencegah penyimpangan seksual pada anak di masa depan.
Gangguan hormon yang tidak ditangani sejak dini dapat menghambat perkembangan organ reproduksi secara optimal.
Proses grooming biasanya dimulai dengan upaya halus untuk menumbuhkan rasa percaya.
Child grooming adalah proses manipulatif ketika pelaku, biasanya orang dewasa, membangun hubungan emosional dengan seorang anak.
Child grooming adalah proses sistematis untuk mempersiapkan anak menjadi korban pelecehan.
Dunia pernikahan menuntut kesiapan mental yang jauh lebih kompleks, seperti kemampuan mengelola konflik dan tanggung jawab rumah tangga yang besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved