Headline
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
PSIKOLOG klinis dan keluarga Pritta Tyas menyarankan orangtua bisa mulai mengajarkan anak melakukan cara buang air kecil maupun buang air besar di toilet atau toilet training di usia sekitar 2 tahun.
"Toilet training sebenarnya (bisa) mulainya ini sekitar (usia) 2 sampai 2,5 tahun," ujar psikolog klinis lulusan Universitas Gadjah Mada itu dalam sesi diskusi kesehatan, Minggu (20/7).
Meskipun begitu, Pritta melihat tidak berarti jika orangtua mengajarkan anak buang air di toilet pada usia lebih awal adalah salah.
Menurut pengamatan dia, banyak orangtua yang mulai mengajarkan anaknya toilet training di usia 18 bulan.
Usia 2 sampai 2,5 tahun direkomendasikan karena anak dinilai sudah memiliki kemampuan untuk melakukan rangkaian dasar yang dibutuhkan dari proses latihan buang air.
Pritta menjelaskan ada beberapa rangkaian yang perlu dilakukan anak dalam menjalani proses toilet training, di antaranya anak mulai dari mengenali sinyal tubuh kapan ingin buang air besar (BAB) dan buang air kecil (BAK).
Kemudian, Pritta melanjutkan, di usia mulai 2 tahun, anak sudah mampu melepaskan pakaiannya sendiri sebelum ke toilet, memiliki keseimbangan yang cukup untuk duduk di toilet, membersihkan diri sampai menggunakan pakaian lagi. Selain itu, mengajarkan anak anak untuk bisa buang air sendiri di kamar mandi membutuhkan waktu.
"Itu kenapa (toilet training) mulainya (usia) 2 sampai 2,5 tahun. Karena kalau mulainya terlalu cepat biasanya belum matang proses
itu," kata dia.
Sang psikolog juga mengingatkan orangtua untuk tidak terlambat mengajarkan anak buang air di toilet.
Jika terlambat, Pritta khawatir persiapan anak menghadapi masa prasekolah bisa terganggu.
Misalnya, jika orangtua baru mulai toilet training saat usia 3 atau 3,5 tahun, bisa saja ketika anak berusia 4 tahun, ketika anak memasuki usia prasekolah, latihan itu belum selesai.
"Jadi, umur 4 tahun (latihan) belum selesai dia sudah mulai (sekolah) TK (taman kanak-kanak). Kasihan karena mayoritas sudah selesai (toilet training)," pungkas Pritta. (Ant/Z-1)
Kapan waktu terbaik memulai toilet training? Simak 4 tanda kesiapan anak menurut psikolog anak Pritta Tyas.
Sebuah studi terbaru dari UCL berusaha menemukan metode toilet training paling efektif dengan mengajak orang tua berbagi pengalaman melalui Big Toilet Project.
Toilet training yang tertunda juga pada anak menyebabkan penolakan untuk buang air besar dan bisa terjadi konstipasi, juga masalah pencapaian dan pemeliharaan kontrol kandung kemih.
Mengompol saat tidur merupakan hal yang biasa terjadi pada anak. Namun, jika anak sudah menjalani toilet training atau jarang mengompol tetapi tiba-tiba kembali sering mengompol, ada apa?
Toilet training adalah salah satu tahap penting dalam perkembangan anak untuk mencapai kemandirian. Proses ini memerlukan persiapan yang matang agar berjalan lancar.
Pelaku penembak gereja di Minneapolis dinyatakan terobsesi dengan gagasan membunuh anak-anak.
Masih tingginya kasus anemia akibat kekurangan zat besi pada anak Indonesia menjadi tantangan menuju Generasi Emas 2045.
Tayangan yang tepat memiliki nilai edukatif dan moral yang positif, sesuai dengan tahap perkembangan anak, dan menggunakan bahasa yang sopan dan mudah dipahami.
Tayangan televisi edukatif yang sesuai dengan usia anak serta didampingi orangtua dapat memperluas kosakata, menambah pengetahuan, hingga mengenalkan nilai moral serta sosial.
Rencana, program anak kedua Denny dan istrinya akan dilakukan di rumah sakit yang sama tempat istrinya melahirkan anak pertamanya.
Praktik hipnoterapi yang diimplementasikan secara tepat dapat menyembuhkan trauma yang disebabkan oleh perundungan dan meningkatkan prestasi anak di sekolah.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved