Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KANKER paru-paru adalah kondisi kesehatan yang terjadi akibat penurunan fungsi organ paru-paru yang disebabkan pertumbuhan jaringan abnormal.
Merokok sering diidentifikasi sebagai penyebab utama kanker paru-paru. Hal ini dapat dibenarkan, karena rokok mengandung lebih dari 60 zat beracun yang berbahaya bagi tubuh. Zat-zat ini dapat merusak jaringan paru-paru, memicu reaksi sel yang tidak terkendali, dan akhirnya menyebabkan perkembangan kanker.
Meski begitu, tidak semua penderita kanker paru-paru merupakan perokok. Ada berbagai faktor lain yang juga dapat meningkatkan risiko terkena penyakit ini.
1. Genetik
Seperti banyak penyakit lainnya, faktor genetik turut memengaruhi risiko kanker paru-paru.
Meski seseorang tidak merokok atau terpapar zat berbahaya seperti polusi, komposisi genetik tertentu dapat membuatnya lebih rentan terhadap penyakit ini.
Karena itu, mengenal riwayat kesehatan keluarga menjadi langkah penting. Dengan informasi tersebut, dapat lebih dini menjalani pemeriksaan rutin dan menghindari faktor-faktor lain yang berpotensi meningkatkan risiko kanker paru-paru.
2. Polusi Udara
Setiap orang membutuhkan oksigen untuk bertahan hidup. Namun, jika udara yang dihirup tercemar oleh racun, hal ini dapat menimbulkan masalah serius.
Polusi udara yang berasal dari kendaraan bermotor, pembangkit listrik, aktivitas industri, serta bahan kimia di atmosfer dapat berdampak buruk pada kesehatan paru-paru.
3. Paparan Asbes
Pekerja konstruksi memiliki risiko tinggi terpapar partikel kecil dari bahan asbes. Paparan ini, jika berlangsung dalam waktu lama, dapat memicu munculnya gangguan pada sistem pernapasan hingga meningkatkan risiko kanker paru-paru.
4. Paparan Radiasi di Dada
Radiasi yang digunakan dalam pengobatan medis, seperti untuk kanker payudara atau limfoma Hodgkin, berpotensi menyebabkan mutasi sel. Mutasi ini dapat memicu pertumbuhan sel abnormal yang menjadi penyebab kanker paru-paru, selain faktor merokok, dan dapat berkembang menjadi tumor atau kanker.
5. Perokok Pasif atau Terpapar Asap Rokok
Menjadi perokok pasif berarti tidak merokok secara langsung, tetapi tetap terpapar asap rokok secara berkelanjutan. Paparan ini, baik dari asap rokok yang dihirup langsung maupun dari aroma yang menempel pada pakaian atau rambut, tetap memiliki risiko berbahaya bagi kesehatan.
Untuk menjaga kesehatan paru-paru, penting untuk melakukan pemeriksaan secara berkala, menghindari paparan polusi dan bahan berbahaya, serta menjaga gaya hidup yang sehat.
Langkah-langkah tersebut dapat membantu mempertahankan fungsi paru-paru yang optimal dan mencegah berbagai gangguan kesehatan. (berbagai sumber/Z-1)
Sederet Makanan yang Meningkatkan Risiko Kanker Paru diantaranya ultra processed food
Studi NYU Langone Health menemukan memblokir protein FSP1 dapat melemahkan tumor kanker paru hingga 80% melalui mekanisme ferroptosis.
Kanker paru-paru dapat berkembang cepat dan menyerang bagian lain dari tubuh, menjadikannya salah satu jenis kanker paling mematikan di dunia.
Kementerian Kesehatan juga menyiapkan 514 laboratorium imunohistokimia di kota-kota tersebut untuk mendukung diagnosis dengan akurasi lebih tinggi.
Data Globocan 2022 menunjukkan kanker paru merupakan kanker ketiga terbanyak di Indonesia sekaligus penyebab utama kematian akibat kanker pada pria.
Kanker paru yang terdeteksi sejak dini, sebelum menyebar, memberikan peluang kesembuhan yang jauh lebih baik.
Penyanyi legendaris Barry Manilow umumkan diagnosis kanker paru-paru stadium awal. Ia akan menjalani operasi dan bertekad kembali ke panggung pada Februari.
Kanker paru-paru tidak hanya menyerang perokok. Asap rokok, polusi, asbes, radon, hingga faktor genetik dapat meningkatkan risikonya pada nonperokok.
Kanker paru-paru dapat berkembang cepat dan menyerang bagian lain dari tubuh, menjadikannya salah satu jenis kanker paling mematikan di dunia.
Memperingati Hari Kanker Paru-Paru Sedunia, sebuah seminar kesehatan bertajuk Kenali Kanker Paru Sejak Dini digelar.
Meskipun Anda bukan perokok dan tidak mengalami batuk terus-menerus, kanker paru-paru tetap bisa mengintai.
Chad Dunbar, pesepeda tangguh berusia 45 tahun, didiagnosis menderita kanker paru-paru stadium lanjut meski tidak pernah merokok, dengan gejala sakit di betis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved