Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
STUDI terbaru menunjukkan bahwa pola makan yang tidak seimbang, terutama yang mengandung terlalu banyak asam lemak omega-6, dapat mengganggu kemampuan tubuh melawan sel kanker.
Berikut adalah beberapa cara makanan tertentu dapat memengaruhi tubuh dalam menghadapi kanker kolorektal:
Makanan yang mengandung asam lemak omega-6 berlebihan, seperti makanan olahan dan cepat saji, dapat menghambat sifat anti-peradangan dari omega-3. Omega-6 yang berlebihan dapat meningkatkan peradangan tubuh, yang memperburuk kemampuan tubuh untuk melawan sel kanker.
Omega-3 membantu mengendalikan peradangan dan mendukung respons tubuh terhadap mutasi sel. Namun, peradangan kronis yang disebabkan oleh ketidakseimbangan omega-6 dapat mempermudah mutasi dan memperburuk perkembangan sel kanker.
Makanan Barat yang kaya akan omega-6 (terutama dalam makanan olahan) meningkatkan risiko kanker kolorektal, terutama pada generasi milenial.
Studi menunjukkan bahwa mereka yang lahir setelah tahun 1981 memiliki dua kali lipat risiko kanker kolorektal dibandingkan generasi sebelumnya.
Penelitian terhadap jaringan kanker kolorektal menemukan ketidakseimbangan signifikan antara omega-6 dan omega-3 dalam lingkungan mikro tumor.
Kelebihan omega-6 menghasilkan molekul yang memperburuk peradangan di dalam tumor, yang memicu pertumbuhan kanker lebih cepat.
Para ahli menyarankan untuk meningkatkan asupan omega-3, yang ditemukan dalam ikan berlemak (salmon, makarel, sarden) serta biji-bijian seperti chia dan flaxseed.
Omega-3 membantu meredakan peradangan dan memperbaiki kerusakan DNA sel, sehingga mengurangi risiko kanker.
Dengan memperbaiki keseimbangan antara omega-6 dan omega-3 dalam pola makan, kita dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk melawan kanker dan mengurangi risiko kanker kolorektal. (The Guardian/Z-10)
Ketika diuji di laboratorium pada sel kanker payudara, senyawa ini banyak masuk dan terakumulasi di sel kanker payudara yang memiliki reseptor estrogen positif.
Peneliti MIT dan Stanford kembangkan molekul AbLecs untuk menghancurkan sel kanker dengan menargetkan molekul gula (glikan) yang selama ini menghambat sistem imun.
"Pendekatan ini tidak hanya menyerang sel kanker, tetapi juga mengaktifkan mekanisme alami tubuh,”
Pare atau paria sudah tidak asing di lidah masyarakat Indonesia. Sayuran ini kerap hadir dalam semangkuk siomay atau batagor sebagai lalapan tambahan.
Adapun racun lebah diketahui mampu membunuh sel kanker secara selektif tanpa merusak sel sehat di sekitarnya.
Kanker payudara masih menjadi ancaman serius bagi perempuan, termasuk di Indonesia. Setiap tahun, jumlah kasus terus meningkat.
Kasus kanker kolorektal usia muda terus meningkat. Pola makan modern, rendah serat dan tinggi makanan ultra-olahan disebut jadi faktor risiko utama.
Studi terbaru mengungkap lonjakan kematian akibat kanker usus besar pada dewasa muda. Jangan abaikan nyeri perut dan perubahan pola BAB. Simak selengkapnya.
Sebelum meninggal di usia 48 tahun, James Van Der Beek meninggalkan pesan menyentuh tentang cinta dan keluarga di Instagram.
Peneliti Weill Cornell Medicine mengungkap rantai reaksi imun di usus yang memicu kanker kolorektal pada penderita IBD. Temuan ini menjadi terobosan pencegahan kanker.
Studi Harvard mengungkap konsumsi makanan ultra-proses dapat meningkatkan risiko kanker usus pada wanita hingga 45%, terutama usia di bawah 50 tahun.
Dari 2013 hingga 2017, angka kejadian kanker usus meningkat di 27 dari 50 negara yang termasuk dalam analisis untuk orang di bawah usia 50 tahun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved