Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUBAHAN iklim yang susah ditebak sekarang ini menjadi tantangan tersendiri bagi para petani kopi. Menghadapi tantangan tersebut, Paguyuban Tani Sunda Hejo, yang berasal dari daerah Jawa Barat, dan Kelompok Tani Kopi Aceh melakukan beberapa cara agar kualitas kopi mereka tetap terjaga.
Salah satu brand kopi ternama, yaitu Nespresso, menjalin kerja sama dengan kelompok petani kopi asal Jawa Barat dan Aceh. Kerja sama tersebut memiliki tujuan untuk memastikan pasokan kopi berkualitas tinggi yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan dari para petani kopi Indonesia.
Dalam perkembangannya, tidak sedikit tantangan yang dihadapi oleh para petani demi menciptakan kualitas biji kopi yang unggul. Salah satunya adalah perubahan iklim.
Baca juga : Mengantisipasi Dampak Buruk El Nino, Petani Kopi perlu Melakukan Mitigasi
Agronomis dari Paguyuban Tani Sunda Hejo, Dadang Hendrayah, mengatakan perubahan iklim yang sedang terjadi sekarang ini memberikan dampak besar bagi budidaya kopi.
MI/Ernest Narus--Perwakilan Petani dan Agronomis dari Jawa Barat dan Aceh pada acara talk show yang digelar Nespresso, Rabu (2/10).“Perubahan iklim itu sangat berdampak sekali terhadap budidaya, terutama kebun kopi,” ungkap Dadang dalam acara talk show yang digelar Nespresso di Park Hyatt Jakarta, Rabu (2/10).
Ia melanjutkan, kebun kopi yang ada di Jawa Barat banyak terdapat di wilayah hutan dan itu memberikan keuntungan tersendiri untuk menghadapi perubahan iklim yang terjadi.
Baca juga : Hadapi Cuaca Ekstem, Petani Bisa Manfaatkan Asuransi Parametriks Indeks Cuaca
“Keberuntungan di Jawa Barat itu, kebun kopi itu ditanam di wilayah hutan. Jadi, ketika ada perubahan cuaca kita bisa menjaga untuk kelembapan karena curah hujan yang dibutuhkan kopi itu adalah 2.800 ml/tahun,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ketika curah hujan lebih tinggi atau rendah, mereka menjaga tanaman kopi lewat pohon naungan yang ada di sekitar tanaman kopi.
“Ketika curah hujan lebih tinggi atau curah hujan lebih rendah, kita me-maintenance lewat pohon naungan. Pohon naungan itu dengan cara memangkas pohon-pohon naungan yang ada di pagar area kopi, jadi ketika kopi membutuhkan cahaya 40% dan itu yang harus petani lakukan untuk merawat dengan cara melakukan pemangkasan pohon (potong ranting) naungan ketika curah hujan lebih tinggi. Hal ini agar terjadi fotosintesis,” jelasnya.
Baca juga : Kopi Asal Aceh Kembali Jawara Cup of Excellence Indonesia 2022
Dadang menambahkan cara seperti itu memiliki tujuan agar kelembapan tanaman kopi tetap terjaga dan produktifitasnya tetap berjalan.
“Agar komoditi, kelembapannya itu tetap terjaga dan produktifitasnya berjalan, pembungaan berjalan ketika curah hujan begitu banyak, bunga, ketika berbunga itu tidak jatuh,” tambahnya.
Berbeda halnya kelompok tani kopi di Aceh. Dalam menghadapi perubahan iklim yang sedang terjadi, mereka melakukan dua cara, yaitu memberikan nutrisi pada tanaman kopi serta mengadakan asuransi iklim bagi para petani kopi.
Baca juga : Kenduri Bubur Beras Sambut Panen Raya di Aceh
Agronomis dari kelompok Tani Kopi Aceh, Mentari Amanda, mengatakan paling penting juga memberikan nutrisi yang baik bagi tanah karena dapat meningkatkan kualitas kopi.
“Yang paling penting juga bagaimana si tanaman kopi itu dapat nutrisi yang terbaik, karena ibarat kata ia bisa bertahan kalau dia sehat, seperti manusia juga. Oleh karena itu, kita di Aceh lagi fokus memperbaiki tanah, mengapa tanah penting karena kita di Aceh punya masalah dimana petani melakukan pemupukan setahun cuma sekali, padahal kita harus mengembalikan bahan organik untuk meningkatkan kualitas tanah dan nutrisi tanahnya,” jelas Mentari.
Selain itu, Mentari menambahkan, kelompok tani di Aceh itu mendapatkan Asuransi iklim yang diberikan oleh Nespresso sebagai bentuk kerja sama.
Hal ini bertujuan untuk memberikan bantuan kepada petani kopi yang mengalami kendala selama proses pengembangan tanaman kopi yang diakibatkan oleh perubahan cuaca. (Z-1)
Industri kedai kopi di Jakarta kian kompetitif seiring menjamurnya konsep visual dan pengalaman ruang yang ditawarkan.
Pameran ini telah masuk dalam agenda belanja, bertukar informasi, meningkatkan keterampilan, hingga berkompetisi para pegiat industri makanan dan minuman hingga pehobi.
Penelitian terbaru mengungkap manfaat kopi yang jauh lebih luas, termasuk potensi sebagai agen antidiabetes.
Kafein dalam dosis tinggi dapat merangsang sistem saraf simpatis, yang berdampak pada meningkatnya detak jantung serta munculnya rasa gelisah
Program Desa Sejahtera Astra berhasil meningkatkan pendapatan petani kopi Garut dari Rp1,3 juta menjadi Rp3,7 juta per bulan serta menembus pasar ekspor.
Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI) berpartisipasi dalam Japan International Food & Beverage Expo (JFEX) 2025 pada 3 - 5 Desember di Makuhari Messe, Tokyo, Jepang.
Fenomena Bulan yang perlahan menjauh dari Bumi dijelaskan secara ilmiah oleh pakar IPB University.
Di tengah meningkatnya tekanan perubahan iklim dan pemanasan laut, diskusi tentang energi dan kelautan kini tidak lagi berdiri sendiri.
Peneliti mengungkap mekanisme seluler yang membantu tanaman tetap tumbuh meski cuaca ekstrem. Temuan ini menjadi kunci masa depan ketahanan pangan global.
Meski perubahan iklim mengancam es laut, beruang kutub di Svalbard justru ditemukan lebih sehat dan gemuk. Apa rahasianya?
Di tengah krisis iklim yang kian nyata, arah kebijakan negara disebut belum beranjak dari pendekatan lama yang justru memperparah kerusakan lingkungan.
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved