Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
Kopi arabika jenis ateng milik petani Bahagia Ginting berhasil menjadi pemenang pertama dalam kompetisi Cup of Excellence (CoE) Indonesia 2022. Bahagia berhasil mengungguli 39 nomine dengan skor 90,59 dan berhak mendapat predikat Presidential Cup.
Pengumuman dan penghargaan itu berlangsung di ballroom Hotel Manhattan, Jakarta, pada Jumat malam, (16/12).
CoE merupakan ajang kompetisi dengan penghargaan paling bergengsi yang diberikan untuk biji-biji kopi tertentu yang berasal dari negara produsen kopi. Penghargaan yang diperoleh melalui persaingan ketat yang diaudit oleh auditor profesional, dalam pemilihan biji kopi terbaik, yang dikirim oleh para petani yang mengikutsertakan hasil biji kopinya dalam jangka waktu panen tertentu.
Sebanyak 40 besar CoE Indonesia tahun ini terbanyak berasal dari Daerah Istimewa Aceh, sebanyak 24 petani. Disusul Jambi (lima petani), Jawa Barat dan Sulsel masing-masing empat petani, Sumsel dan Jawa Timur masing-masing satu petani.
Kopi-kopi yang mereka produksi menggunakan empat proses, natural (15 lot), washed (9 lot), honey (8 lot), dan giling basah atau wet hulled (8 lot).
Tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua CoE Indonesia, yang seleksinya berlangsung sejak September. Kopi pemenang akan dijual kepada penawar tertinggi dalam ajang lelang internet yang juga menjadi rangkaian Cup of Excellence. Harga kopi dalam pelelangan dapat melonjak drastis hingga tingkat yang fantastis. Lelang bakal dilaksanakan pada 9 Februari 2023
Tahun lalu, juara 1 CoE Indonesia juga diraih oleh petani asal Aceh, Dilen Ali Gogo, yang merupakan satu kelompok koperasi bersama Bahagia. Saat itu kopi milik Dilen mencetak skor 89,28.
“Rata-rata kami di Aceh memang sudah bertani sejak lama, keluarga kami petani. Cuma menanam biji kopi specialty ini tergolong baru. Saya berkenalan dengan kopi specialty sejak delapan tahun silam. Tahun ini, tentu saya memperlakukan dengan baik biji kopi yang sudah dipanen, dan diseleksi secara ketat,” kata Bahagia kepada Media Indonesia saat dijumpai seusai pemberian penghargaan di Hote Manhattan, Jakarta, Jumat, (16/12).
“Saya tidak mengirim satu jenis olah pascapanen. Untuk menambah peluang kemenangan, jadi dengan berbagai metode pascapanen yang dikirim, yang rata-rata di tiap jenisnya kami kirim ke panitia sebanyak 300 kilogram-500 kilogram,” lanjut Bahagia.
Pada posisi tiga besar CoE tahun ini, juara kedua diraih oleh PT Biji Kopi Internusa, yang juga dari Aceh dengan skor 89,85. Sementara itu, juara ketiga diraih oleh Yasmin Nabila S dengan skor 89,59.
Perbedaan penjurian tahun ini, semua dilakukan secara komprehensif di Indonesia. Juri internasional diundang ke Indonesia. Pada tahun lalu penjurian dilakukan secara jarak jauh. (M-2)
Menjelang 12 hari memasuki Bulan Suci ramadan 1457 H, kondisi warga penyintas banjir besar di Aceh Tengah masih sangat memprihatinkan.
Ini merupakan bentuk kepedulian USK terhadap mahasiswa terdampak sekaligus upaya meringankan beban ekonomi mereka.
Mahasiswa diingatkan agar sebaik mungkin menghindari hal-hal yang merugikan.
Untuk menutupi kebutuhan pupuk tanaman padi, mereka harus beralih ke pupuk nonsubsidi.
Sebanyak 20 sumur bor berteknologi RO dibangun di wilayah terdampak banjir Aceh untuk menyediakan air bersih dan mendukung pemulihan warga.
Dampak dari kondisi cuaca ini, kata dia, juga berpotensi terjadi gelombang tinggi yang berkisar antara 1,5 meter hingga 2,5 meter di perairan wilayah Aceh bagian barat dan selatan.
Petani di berbagai wilayah Provinsi Aceh tengah dilanda keresahan besar pada musim tanam padi rendengan, musim tanam utama yang sangat menentukan produksi pangan tahunan
CUACA ekstrem akhir-akhir ini memicu curah hujan tinggi yang meningkatkan potensi gagal panen. Pemerintah setempat mulai ancang-ancang mengantisipasi potensi tersebut.
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
Mak Comblang Project, sebuah inisiatif yang bertujuan mempertemukan langsung petani dengan dapur MBG.
Kehadiran personel TNI dan dukungan pemerintah provinsi memberikan suntikan semangat baru bagi petani serta pemerintah daerah, terutama di tengah tantangan keterbatasan fiskal.
Kementan memulai tahap rehabilitasi lahan sawah pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved