Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penerbangan dan Antariksa Nasional (NASA) menemukan sebuah asteroid berukuran raksasa dan akan melintas di dekat bumi pada hari Selasa (17/9) kemarin hingga beberapa hari ke depan.
Dikutip dari Fox, menurut NASA peristiwa asteroid seukuran stadion ini berpotensi berbahaya untuk bumi.
Selain itu, objek berbatu tersebut dinamakan 2024 ON. Asteroid seukuran stadion itu memiliki panjang 350 meter dan lebar 180 meter atau 1.150 kaki kali 590 kaki.
Baca juga : NASA Ungkap Lebih dari 30.000 Asteroid Berpotensi Menghujani Bumi
Pada hari Selasa pagi lalu, asteroid seukuran stadion itu berjarak 621.000 mil dari bumi, hal tersebut dianggap sangat dekat.
Insinyur Navigasi di Jet Propulsion Laboratory NASA, Davide Farnocchia mengatakan bahwa ateroid sebesar itu akan melintas melewati bumi lima hingga sepuluh tahun sekali.
Sedangkan, Pekerja laboratorium Pusat Studi Objek Dekat Bumi, Farnocchia mengungkapkan, terakhir kali meteor besar memasuki atmosfer bumi terjadi di Rusia pada tahun 2013.
Baca juga : Bumi Diperkirakan Memiliki Cincin Seperti Saturnus 466 Juta Tahun Lalu
Bahkan, asteroid sebesar stadion atau 2024 ON pernah menabrak bumi pada zaman prasejarah.
Ia menegaskan bahwa asteroid 2024 ON itu tidak akan menabrak ke bumi. Namun dengan jaraknya itu perlu diwaspadai kembali.
"Kami benar-benar memeriksa (tentang kemungkinan tabrakan), tidak hanya untuk jangka waktu dekat, tapi juga untuk seratus tahun ke depan. Dan tidak ada kemungkinan tabrakan dalam seratus tahun mendatang," ungkapnya.
Sementara itu, dari Dasbor Pengawasan Asteroid NASA melacak bahwa 2024 ON tercatat melaju dengan kecepatan sekitar 8,8 kilometer per detik pada Selasa pagi, atau hampir 20.000 mil per jam. (Fox) (Z-12)
International Astronomical Union (IAU) secara resmi mengabadikan nama Bayu Risanto sebagai nama sebuah asteroid.
2025 MN45 harus tersusun dari material yang sangat kokoh agar tidak hancur akibat gaya sentrifugal dari putarannya yang ekstrem.
Asteroid raksasa memusnahkan dinosaurus 66 juta tahun lalu, namun mamalia bertahan. Simak faktor evolusi dan adaptasi yang membuat mamalia selamat dari kepunahan massal.
Sistem peringatan dini benturan benda langit Asteroid Terrestrial-impact Last Alert System (ATLAS) berhasil mendeteksi sebuah objek yang melintas melalui Tata Surya.
Para ilmuwan NASA baru saja mengumumkan penemuan sebuah “bulan mini” baru, yaitu sebuah asteroid kecil bernama 2025 PN7 yang akan bergerak seiring dengan Bumi
NASA tengah memantau pergerakan tiga asteroid yang melintas dekat Bumi dalam rentang waktu hanya dua hari.
Bulan perlahan menjauh dari Bumi sekitar 3,8 cm per tahun. Fenomena ini membuat rotasi Bumi melambat dan panjang satu hari bertambah, meski perubahan terjadi sangat lambat.
Selain memengaruhi medan magnet, struktur panas bawah tanah ini mungkin berdampak pada tata letak benua-benua di planet in
Fenomena Bulan yang disebut perlahan menjauh dari Bumi kembali ramai dibahas. Di media sosial, narasinya cepat melebar,
Adanya gaya pasang surut tersebut menyebabkan lautan bergelombang dan membentuk dua tonjolan, mengarah dan menjauhi Bulan.
Salah satu aspek paling penting dari penelitian ini adalah memastikan bahwa hidrogen yang ditemukan bukan hasil kontaminasi dari lingkungan Bumi.
Wahana Luar Angkasa yang Mendarat ke Bumi Berpotensi Rusak Lapisan Atmosfer? Begini Penjelasannya
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved