Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Selama ini kita mengenal Bulan sebagai satu-satunya satelit alami Bumi yang menerangi malam. Namun, penelitian terbaru dalam dunia astronomi mengungkapkan fakta mengejutkan: Bumi pernah memiliki hingga enam “bulan mini” sekaligus.
Menurut penelitian berjudul The Steady State Population of Earth’s Minimoons of Lunar Provenance (2025) yang dipublikasikan oleh astronom Robert Jedicke, mini-bulan atau minimoons ini adalah objek kecil dari luar angkasa—kemungkinan besar asteroid atau puing kosmik—yang terperangkap dalam medan gravitasi Bumi.
Objek-objek ini tidak bertahan lama dalam orbit. Setelah beberapa waktu, mereka akan terlempar kembali ke luar angkasa atau terbakar di atmosfer Bumi. Meski bersifat sementara, kehadiran mereka membuka wawasan baru mengenai dinamika gravitasi planet kita.
Mini-moon adalah istilah untuk satelit alami kecil sementara yang mengorbit Bumi. Keberadaan mereka membuktikan bahwa gravitasi Bumi cukup kuat untuk menarik dan mempertahankan objek kecil dalam waktu terbatas.
"Temuan ini benar-benar mengubah perspektif kita tentang sejarah Bumi dan interaksinya dengan benda langit," kata Jedicke. Informasi ini memperkaya pemahaman kita tentang sejarah satelit Bumi, yang ternyata tidak hanya terbatas pada Bulan besar yang kita kenal.
Penemuan enam bulan mini ini memberikan dorongan baru dalam eksplorasi luar angkasa dan studi tentang objek sementara dalam orbit Bumi. Para astronom kini lebih tertarik untuk:
Penemuan ini mengingatkan kita bahwa alam semesta penuh dengan misteri. Bahkan terhadap planet yang sudah kita kenal seperti Bumi, masih banyak cerita tersembunyi yang belum terungkap. Dengan terus menggali, kita semakin memahami betapa kaya dan kompleksnya sistem tata surya—dan betapa kecilnya posisi kita di tengah kosmos yang luas dan dinamis ini. (Space & Live Science/Z-10)
Bulan perlahan menjauh dari Bumi sekitar 3,8 cm per tahun. Fenomena ini membuat rotasi Bumi melambat dan panjang satu hari bertambah, meski perubahan terjadi sangat lambat.
Sabuk Orion terdiri dari tiga bintang superraksasa biru yang sangat terang. Alnitak, Alnilam, dan Mintaka bersinar hingga 200.000 kali Matahari.
Gerhana matahari cincin akan terjadi pada 17 Februari 2026. Simak fase, waktu puncak, lokasi pengamatan, dan alasan Indonesia tidak bisa menyaksikannya.
SEBUAH kerja sama ilmiah antara Korea Selatan dan Amerika Serikat berhasil mencatat terobosan penting di bidang astronomi melalui teleskop luar angkasa SPHEREx.
Gerhana Matahari total adalah salah satu pertunjukan langit paling menakjubkan yang bisa disaksikan manusia. Tapi ada kabar mengejutkan: fenomena itu tidak akan selamanya ada.
Penelitian terbaru mengungkap meteorit Mars Black Beauty menyimpan air purba jauh lebih banyak, memperkuat bukti Mars pernah basah dan layak huni.
International Astronomical Union (IAU) secara resmi mengabadikan nama Bayu Risanto sebagai nama sebuah asteroid.
2025 MN45 harus tersusun dari material yang sangat kokoh agar tidak hancur akibat gaya sentrifugal dari putarannya yang ekstrem.
Asteroid raksasa memusnahkan dinosaurus 66 juta tahun lalu, namun mamalia bertahan. Simak faktor evolusi dan adaptasi yang membuat mamalia selamat dari kepunahan massal.
Sistem peringatan dini benturan benda langit Asteroid Terrestrial-impact Last Alert System (ATLAS) berhasil mendeteksi sebuah objek yang melintas melalui Tata Surya.
Para ilmuwan NASA baru saja mengumumkan penemuan sebuah “bulan mini” baru, yaitu sebuah asteroid kecil bernama 2025 PN7 yang akan bergerak seiring dengan Bumi
NASA tengah memantau pergerakan tiga asteroid yang melintas dekat Bumi dalam rentang waktu hanya dua hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved