Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BANYAK dari kita mungkin pernah bertanya, mengapa Bulan, yang merupakan satelit alami Bumi, tidak jatuh ke planet kita?
Alasannya adalah Bulan tidak jatuh ke Bumi karena terdapat keseimbangan yang kompleks antara gaya gravitasi dari Bumi serta kecepatan dan jarak Bulan dari Bumi. Meskipun terdapat tarikan gravitasi yang kuat antara kedua benda tersebut, daya tarik ini tidak cukup besar untuk membuat Bulan jatuh ke Bumi seperti buah apel dari pohon.
Sebaliknya, Bulan terus-menerus "jatuh" menuju Bumi namun juga melaju ke depan dengan kecepatan yang tepat, membentuk jalur melingkar yang dikenal sebagai orbit. Kecepatan yang dimiliki Bulan sangat penting untuk menjaga keseimbangan ini. Apabila kecepatan Bulan sedikit meningkat, ia akan memiliki tenaga kinetik cukup untuk melawan gaya gravitasi Bumi dan bisa keluar dari orbitnya.
Selain itu, jarak Bulan ke Bumi juga merupakan faktor penting. Orbit Bulan berbentuk elips, sehingga jaraknya tidak selalu sama. Namun, rata-rata jaraknya cukup jauh sehingga tarikan gravitasi Bumi tidak cukup kuat untuk menariknya, tetapi cukup dekat agar Bulan tetap berada dalam pengaruh gravitasi Bumi.
Keseimbangan yang ideal inilah yang menjaga Bulan tetap berada dalam orbit yang stabil mengelilingi Bumi. Dengan kata lain, Bulan tidak jatuh ke Bumi karena ia selalu bergerak ke samping dengan kecepatan yang pas, sembari tertarik oleh gaya gravitasi, sehingga secara efektif jatuh mengelilingi Bumi.
Sebaliknya, keseimbangan antara orbit Bulan dan tarikan gravitasi Bumi menghasilkan gaya sentrifugal yang membantu menjaga stabilitas Bulan. Ini lebih dari sekadar hukum fisika; ini adalah keajaiban yang diberikan oleh Allah.
Surat Yunus Ayat 5
هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاۤءً وَّالْقَمَرَ نُوْرًا وَّقَدَّرَهٗ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوْا عَدَدَ السِّنِيْنَ وَالْحِسَابَۗ مَا خَلَقَ اللّٰهُ ذٰلِكَ اِلَّا بِالْحَقِّۗ يُفَصِّلُ الْاٰيٰتِ لِقَوْمٍ يَّعْلَمُوْنَ
"Dia adalah yang menciptakan matahari bersinar dan Bulan bercahaya, serta menetapkan tempat-tempat bagi perjalanan Bulan, agar kalian dapat mengetahui bilangan tahun dan perhitungan waktu. Allah tidak menciptakan semua itu tanpa alasan. Dia menjelaskan tanda-tanda kebesaran-Nya kepada orang-orang yang berpengetahuan. "
Surat Ibrahim Ayat 33
وَسَخَّرَ لَكُمُ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ دَاۤىِٕبَيْنِۚ وَسَخَّرَ لَكُمُ الَّيْلَ وَالنَّهَارَۚ
"Dia telah menundukkan untuk kalian matahari dan Bulan yang terus berputar dalam orbitnya, dan juga menundukkan malam dan siang. "
Surat Ar-Rahman Ayat 5
اَلشَّمْسُ وَالْقَمَرُ بِحُسْبَانٍۙ
"Matahari dan bulan beredar sesuai dengan perhitungan. "
Hanya Allah yang sanggup menciptakan dan mengatur segala sesuatu dengan bijaksana dan sempurna. Maka, marilah kita melihat fenomena-fenomena alam ini bukan hanya sebagai pelajaran ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai pengingat akan kebesaran dan kuasa Allah, Tuhan semesta alam.
( NU/Vedatu/Z-2)
Bulan perlahan menjauh dari Bumi sekitar 3,8 cm per tahun. Fenomena ini membuat rotasi Bumi melambat dan panjang satu hari bertambah, meski perubahan terjadi sangat lambat.
Selain memengaruhi medan magnet, struktur panas bawah tanah ini mungkin berdampak pada tata letak benua-benua di planet in
Fenomena Bulan yang disebut perlahan menjauh dari Bumi kembali ramai dibahas. Di media sosial, narasinya cepat melebar,
Adanya gaya pasang surut tersebut menyebabkan lautan bergelombang dan membentuk dua tonjolan, mengarah dan menjauhi Bulan.
Salah satu aspek paling penting dari penelitian ini adalah memastikan bahwa hidrogen yang ditemukan bukan hasil kontaminasi dari lingkungan Bumi.
Wahana Luar Angkasa yang Mendarat ke Bumi Berpotensi Rusak Lapisan Atmosfer? Begini Penjelasannya
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved