Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BANYAK dari kita mungkin pernah bertanya-tanya, mengapa Bulan, satelit alami Bumi, tidak jatuh ke planet kita?
Padahal, kita tahu bahwa gravitasi Bumi menarik segala sesuatu ke arahnya. Fenomena ini sebenarnya bisa dijelaskan melalui hukum gravitasi dan prinsip-prinsip fisika dasar.
Isaac Newton, seorang ilmuwan terkenal, merumuskan Hukum Gravitasi Universal yang menyatakan bahwa setiap benda di alam semesta menarik setiap benda lainnya dengan gaya yang berbanding lurus dengan massa benda tersebut dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara keduanya.
Baca juga : Ini yang Dicari Ilmuwan saat Gerhana Matahari Total di AS
Artinya, Bulan memang ditarik oleh gravitasi Bumi. Namun, gravitasi bukan satu-satunya kekuatan yang bekerja di sini.
Bulan tidak jatuh ke Bumi karena ia berada dalam gerakan orbital. Bayangkan jika Anda melempar sebuah bola dengan sangat keras.
Bola tersebut akan jatuh ke tanah karena ditarik oleh gravitasi. Namun, jika Anda bisa melempar bola itu dengan kecepatan yang sangat tinggi, ia akan terus bergerak dan tidak pernah jatuh. Prinsip inilah yang berlaku pada Bulan.
Baca juga : Amerika Serikat Minta NASA Ciptakan Standar Waktu Bulan, Apa Tujuannya?
Bulan bergerak mengelilingi Bumi dengan kecepatan sekitar 1 kilometer per detik. Kecepatan ini membuat Bulan tetap berada dalam orbitnya.
Gaya sentripetal, yaitu gaya yang menarik benda ke pusat lingkaran (dalam hal ini Bumi), diimbangi oleh kecepatan Bulan yang membuatnya terus bergerak maju.
Hal ini menciptakan keseimbangan antara gaya gravitasi yang menarik Bulan ke arah Bumi dan gaya inersia yang membuat Bulan bergerak menjauh.
Baca juga : 5 Fakta Menarik tentang Gerhana Matahari Total
Gravitasi Bumi memainkan peran penting dalam menjaga Bulan tetap pada orbitnya. Namun, karena Bulan juga memiliki massa, ia juga memberikan gaya tarik gravitasi pada Bumi.
Interaksi ini menyebabkan Bulan tetap bergerak dalam jalur elips mengelilingi Bumi, dan tidak jatuh.
Alasan utama mengapa Bulan tidak jatuh ke Bumi adalah karena ia berada dalam gerakan orbit yang stabil.
Kecepatan orbital Bulan menciptakan gaya inersia yang seimbang dengan gaya gravitasi Bumi, sehingga Bulan tetap berada di orbitnya. Ini adalah contoh sempurna dari bagaimana hukum-hukum fisika bekerja dalam keseimbangan alam semesta.
Sumber:
Fenomena lithospheric dripping ini juga memperlihatkan suatu hubungan menarik antara pengangkatan dataran tinggi dan penurunan cekungan di area yang sama.
Simulasi terbaru mengungkap gravitasi Mars berperan vital dalam menstabilkan kemiringan sumbu Bumi dan mengatur siklus iklim jangka panjang (Milankovitch).
Kimberlit merupakan jenis batuan beku ultrabasa yang berasal dari kedalaman lebih dari 150 kilometer di bawah permukaan Bumi, tepatnya di bagian mantel.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak sejarah dengan menembus level psikologis 9.000 pada perdagangan intraday Kamis (8/1). Sektor energi dan mineral jadi penopang utama.
Update harga saham BUMI 6 Januari 2026. Data pembukaan, level tertinggi, dan rincian nilai akuisisi Jubilee Metals Limited (JML) senilai AUD 31,47 juta.
Sejumlah astronom menemukan cadangan air terbesar yang pernah diketahui di alam semesta. Lautan ini ditemukan di sebuah quasar raksasa yang berjarak sekitar 12 miliar tahun cahaya dari Bumi.
Royal Society di London akan memamerkan gelas bir kayu milik Isaac Newton untuk pertama kalinya dalam 160 tahun.
Hukum Newton menemukan adanya pengaruh gaya pada suatu benda saat bergerak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved