Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
Bumi muda dipenuhi oleh lautan magma raksasa di bawah permukaannya—dan sisa-sisanya mungkin masih memengaruhi dinamika planet ini hingga sekarang, ungkap studi terbaru yang dipublikasikan di Nature pada 26 Maret.
Selama bertahun-tahun, para ilmuwan memperdebatkan keberadaan lautan magma dalam di batas inti dan mantel Bumi. Bukti geokimia menunjukkan bahwa lelehan ini pernah ada selama ratusan juta tahun pertama usia Bumi. Namun, model pembentukan planet yang memperlihatkan pendinginan dari bawah ke atas membuat keberadaan lelehan ini tampak kontradiktif.
Penelitian baru ini menegaskan: lautan magma dasar bukan hanya mungkin terjadi—keberadaannya nyaris tak terhindarkan. Apa pun titik awal kristalisasi Bumi, magma basal pasti terbentuk.
Jejak lautan magma ini kemungkinan masih tertinggal dalam bentuk low-shear velocity provinces (LLVP)—gumpalan besar di mantel dalam yang memperlambat gelombang seismik. Apakah struktur ini merupakan sisa kerak samudra kuno atau peninggalan magma purba berusia 4,4 miliar tahun, masih menjadi pertanyaan besar.
Menurut penulis utama studi, Charles-Édouard Boukaré, fisikawan planet dari York University, temuan ini berpotensi mengubah pemahaman kita tentang sejarah dan evolusi geodinamika Bumi.
“Temuan ini berpengaruh besar terhadap aliran panas antara inti dan mantel, bahkan terhadap dinamika lempeng tektonik,” ujarnya.
Tim peneliti mengembangkan model pembentukan Bumi yang menggabungkan data geokimia dan seismik. Mereka menemukan bahwa elemen-elemen tertentu lebih suka tetap dalam magma selama proses kristalisasi, dan jejaknya terekam dalam batuan mantel.
Kunci temuan ini: lautan magma basal selalu terbentuk, tak peduli apakah pembekuan pertama terjadi di tengah mantel atau di batas inti. Padatan pertama yang terbentuk di permukaan cenderung tenggelam dan mencair ulang, memperkaya dasar mantel dengan oksida besi—yang tetap cair karena panas dari inti.
Model ini menunjukkan bahwa struktur dasar Bumi terbentuk sejak tahap paling awal, dan terus memengaruhi evolusinya.
“Ada semacam ingatan dalam planet ini,” ujar Boukaré. “Memahami kondisi awalnya memungkinkan kita memprediksi perilaku planet selama miliaran tahun.”
Boukaré berencana mengembangkan model ini lebih lanjut dan menerapkannya ke planet lain seperti Mars. “Mungkin lautan magma dasar bukan fenomena unik Bumi,” pungkasnya. (Live Science/Z-10)
Penelitian terbaru menunjukkan inti Bumi menyimpan hidrogen dalam jumlah besar, yang bisa menjelaskan terbentuknya air dari dalam planet, bukan hanya dari komet.
Ilmuwan temukan lubang gravitasi di Antartika yang semakin kuat selama jutaan tahun, memicu pergeseran air laut dan memengaruhi stabilitas es kutub.
BUMI awal 2026 krusial, CIC tinggal 2,81% usai divestasi, free float 41,31% dongkrak likuiditas. Target 330-344, stop loss 250; volume kunci. Waspadai koreksi MSCI!!
Tanpa keseimbangan sempurna dari elemen-elemen ini, sebuah planet berbatu mungkin tampak layak huni di permukaannya, namun secara mendasar tidak akan mampu mendukung kehidupan biologis.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pangkas RKAB batu bara 2026 jadi 600 juta ton. Cek dampaknya ke harga saham emiten batu bara hari ini.
Bulan perlahan menjauh dari Bumi sekitar 3,8 cm per tahun. Fenomena ini membuat rotasi Bumi melambat dan panjang satu hari bertambah, meski perubahan terjadi sangat lambat.
Dua struktur raksasa di mantel Bumi yang tak lazim bisa menjadi kunci memahami sejarah awal planet dan mengapa Bumi bisa mendukung kehidupan, kata para ilmuwan.
Dua fenomena langka terdeteksi di kedalaman Bumi, sinyal gravitasi aneh dan perubahan medan magnet. Ilmuwan ungkap kaitannya dengan dinamika inti planet.
Peneliti menemukan BLOBS, gumpalan raksasa tersembunyi di mantel Bumi yang memicu letusan gunung berapi besar dan kepunahan massal.
Selami lapisan misterius Bumi! Pelajari struktur planet, dari kerak terluar hingga inti terdalam, dan ungkap rahasia geologisnya.
Penelitian terbaru ungkap sisa lempengan purba Farallon, yang terkubur jauh di Midwest Amerika Serikat, kini menarik material besar dari kerak Amerika Utara ke dalam mantel Bumi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved