Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA membutuhkan setidaknya 5,5 juta kantong darah per tahun. Hal ini sesuai dengan standar pemenuhan kebutuhan darah yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni 2% dari jumlah penduduk suatu negara. Artinya, terdapat kebutuhan pemenuhan stok darah yang tinggi di tanah air.
PT Data Sinergitama Jaya Tbk atau dikenal Elitery, perusahaan terkemuka dalam penyediaan layanan teknologi informasi terkelola khususnya dalam solusi cloud dan keamanan siber, baru saja melaksanakan program donor darah perdananya sebagai bagian dari program corporate social responsibility (CSR).
Kegiatan yang bertujuan mendukung upaya penyediaan darah yang aman dan cukup di Indonesia tersebut, bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta, serta didukung media partner dari Komunitas Sahabat Donor Darah (KSDD) Jakarta.
Baca juga : Peringati Hari Jadi Ke-78, PMI DKI Jakarta Adakan Lomba hingga Salurkan Kebutuhan Air Bersih
Sesuai misi untuk bermanfaat bagi banyak orang melalui teknologi informasi, Elitery menyadari pentingnya berperan aktif dalam memenuhi kebutuhan darah yang aman dan cukup untuk keperluan medis yang semakin meningkat.
Direktur Elitery Indra Dwiputra mengatakan Elitery bekerja sama dengan PMI sebagai lembaga terdepan yang berupaya memenuhi kebutuhan darah di Indonesia. Kegiatan ini bukan hanya upaya pemenuhan kewajiban CSR, tetapi juga wujud nyata pengamalan dari nilai-nilai kemanusiaan yang dijunjung perusahaan.
"Donor darah adalah tindakan sederhana dengan dampak luar biasa. Setiap tetes darah yang didonorkan sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan dan bersama-sama kita dapat memastikan upaya kemanusiaan ini terus berlanjut untuk masa depan lebih baik," ujar Indra, dalam keterangan tertulis, Minggu (8/9).
Baca juga : Malalui Program CSR, Asuransi Aspan Salurkan Bantuan Bagi Korban
Melalui acara Donor Darah Elitery 2024, Elitery berharap dapat mengedukasi dan memotivasi lebih banyak orang untuk menjadi pendonor darah secara sukarela, serta memahami bahwa darah yang mereka sumbangkan memiliki dampak sangat besar bagi yang membutuhkan.
"Dengan menggelar acara ini, Elitery juga berharap dapat memperkuat rasa solidaritas dan empati di antara peserta, yang pada akhirnya akan mempererat ikatan kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama dalam komunitas perusahaan," kata dia.
Kegiatan ini, lanjut Indra, sejalan dengan SDGs Nomor 3 (kesehatan dan kesejahteraan) yang berfokus pada memastikan kesehatan yang baik untuk semua kalangan dan SDGs Nomor 17 (kemitraan untuk tujuan) yang mendorong kerjasama dan partisipasi dalam upaya global untuk kehidupan lebih baik. "Dengan semangat kebersamaan dan kemanusiaan, Elitery mengajak seluruh pihak untuk mewujudkan masa depan lebih baik," pungkasnya. (H-2)
Penghargaan pada kategori Public Affairs: Stakeholder Management diberikan atas upaya Takeda dalam membangun dan menjaga kolaborasi yang kuat dengan berbagai pemangku kepentingan.
Bogor. BGP Group pada kegiatan ini memberikan donasi produk interior bangunan berupa wall brick untuk area panti asuhan di antaranya di perpustakaan dan musala, serta floor mat untuk aula.
Kegiatan sosial selama bulan Ramadan 2026 kembali digelar untuk membantu masyarakat melalui penyaluran berbagai bantuan kepada warga di sejumlah daerah.
BULAN Ramadan kerap dimanfaatkan perusahaan untuk memperkuat kegiatan tanggung jawab sosial kepada masyarakat sekitar wilayah operasional.
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam gerakan sosial membantu penyintas kecelakaan lalu lintas yang mengalami disabilitas.
PLN Enjiniring harus memastikan seluruh strategi perusahaan selaras dengan kebijakan pemerintah serta arah transformasi energi yang dijalankan oleh PLN sebagai induk usaha.
golongan darah juga dapat memengaruhi risiko seseorang terkena diabetes tipe 2.
Golongan darah selama ini dikenal hanya menentukan kecocokan transfusi. Namun riset terbaru mengungkap fakta ternyata berkaitan langsung dengan risiko penyakit kronis.
Peningkatan risiko penyakit jantung koroner pada golongan darah non-O diduga berkaitan dengan kadar faktor pembekuan darah dan penanda inflamasi yang lebih tinggi.
Orang golongan darah O cenderung bisa mengalami kondisi yang lebih parah saat terkena kolera, sementara mereka dengan golongan darah A atau B lebih rentan mengalami gangguan pembekuan darah.
Selama ini golongan darah sering dianggap sekadar informasi dasar di rekam medis, berguna ketika seseorang hendak menjalani tes darah atau operasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved