Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA membutuhkan setidaknya 5,5 juta kantong darah per tahun. Hal ini sesuai dengan standar pemenuhan kebutuhan darah yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni 2% dari jumlah penduduk suatu negara. Artinya, terdapat kebutuhan pemenuhan stok darah yang tinggi di tanah air.
PT Data Sinergitama Jaya Tbk atau dikenal Elitery, perusahaan terkemuka dalam penyediaan layanan teknologi informasi terkelola khususnya dalam solusi cloud dan keamanan siber, baru saja melaksanakan program donor darah perdananya sebagai bagian dari program corporate social responsibility (CSR).
Kegiatan yang bertujuan mendukung upaya penyediaan darah yang aman dan cukup di Indonesia tersebut, bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta, serta didukung media partner dari Komunitas Sahabat Donor Darah (KSDD) Jakarta.
Baca juga : Peringati Hari Jadi Ke-78, PMI DKI Jakarta Adakan Lomba hingga Salurkan Kebutuhan Air Bersih
Sesuai misi untuk bermanfaat bagi banyak orang melalui teknologi informasi, Elitery menyadari pentingnya berperan aktif dalam memenuhi kebutuhan darah yang aman dan cukup untuk keperluan medis yang semakin meningkat.
Direktur Elitery Indra Dwiputra mengatakan Elitery bekerja sama dengan PMI sebagai lembaga terdepan yang berupaya memenuhi kebutuhan darah di Indonesia. Kegiatan ini bukan hanya upaya pemenuhan kewajiban CSR, tetapi juga wujud nyata pengamalan dari nilai-nilai kemanusiaan yang dijunjung perusahaan.
"Donor darah adalah tindakan sederhana dengan dampak luar biasa. Setiap tetes darah yang didonorkan sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan dan bersama-sama kita dapat memastikan upaya kemanusiaan ini terus berlanjut untuk masa depan lebih baik," ujar Indra, dalam keterangan tertulis, Minggu (8/9).
Baca juga : Malalui Program CSR, Asuransi Aspan Salurkan Bantuan Bagi Korban
Melalui acara Donor Darah Elitery 2024, Elitery berharap dapat mengedukasi dan memotivasi lebih banyak orang untuk menjadi pendonor darah secara sukarela, serta memahami bahwa darah yang mereka sumbangkan memiliki dampak sangat besar bagi yang membutuhkan.
"Dengan menggelar acara ini, Elitery juga berharap dapat memperkuat rasa solidaritas dan empati di antara peserta, yang pada akhirnya akan mempererat ikatan kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama dalam komunitas perusahaan," kata dia.
Kegiatan ini, lanjut Indra, sejalan dengan SDGs Nomor 3 (kesehatan dan kesejahteraan) yang berfokus pada memastikan kesehatan yang baik untuk semua kalangan dan SDGs Nomor 17 (kemitraan untuk tujuan) yang mendorong kerjasama dan partisipasi dalam upaya global untuk kehidupan lebih baik. "Dengan semangat kebersamaan dan kemanusiaan, Elitery mengajak seluruh pihak untuk mewujudkan masa depan lebih baik," pungkasnya. (H-2)
Dalam semangat kepedulian di bulan suci Ramadan, Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP) menggelar kegiatan sosial bertajuk Berbagi Tanpa Batas.
Memaknai perjalanan 19 tahun, PT Pertamina Gas (Pertagas) sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina menggelar serangkaian kegiatan sosial.
Dua program tanggung jawab sosial PT Pertamina EP di Jawa Barat meraih predikat Bronze dalam ajang Public Relations Indonesia Awards (PRIA) 2026.
SEBAGAI bagian dari perayaan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 yang jatuh setiap tanggal 21 Februari, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) terus melakukan berbagai inisiatif.
Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang menjadi bagian dari komitmen hotel untuk terus berbagi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
PT Astra International Tbk (Astra) berkomitmen untuk bersinergi dengan pemerintah dalam menyukseskan sasaran pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
golongan darah juga dapat memengaruhi risiko seseorang terkena diabetes tipe 2.
Golongan darah selama ini dikenal hanya menentukan kecocokan transfusi. Namun riset terbaru mengungkap fakta ternyata berkaitan langsung dengan risiko penyakit kronis.
Peningkatan risiko penyakit jantung koroner pada golongan darah non-O diduga berkaitan dengan kadar faktor pembekuan darah dan penanda inflamasi yang lebih tinggi.
Orang golongan darah O cenderung bisa mengalami kondisi yang lebih parah saat terkena kolera, sementara mereka dengan golongan darah A atau B lebih rentan mengalami gangguan pembekuan darah.
Selama ini golongan darah sering dianggap sekadar informasi dasar di rekam medis, berguna ketika seseorang hendak menjalani tes darah atau operasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved