Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MEWUJUDKAN pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, para dosen rumpun Ilmu Kesejahteraan Keluarga (IKK) Universitas Negeri Jakarta ( UNJ) dari empat Program Studi antara lain, Pendidikan Tata Boga, Pendidikan Tata Rias, Kosmetik dan Perawatan Kecantikan, dan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga menggelar pengabdian masyarakat sasar pekerja migran Indonesia di Gayatri Beauty Academy dan Sekolah Indonesia Singapura ,belum lama ini .
Dalam keterangannya hari ini, Nurul Hidayah Koorprodi Pendidikan Tata Rias sekaligus tim pengabdian masyarakat mengatakan kegiatan ini dilakukan dalam rangka membekali pekerja migran terampil untuk persiapan Kembali ke Indonesia.
“Mereka harus dibekali keterampilan yang bisa mereka lakukan dan dapat menjadi nilai ekonomi kelak jika kembali ke tanah air selepas bekerja di luar negeri,” ujarnya.
Baca juga : Menteri PPPA: Berdayakan Perempuan Rentan agar Mandiri secara Ekonomi
Nurul mengungkapkan berdasarkan hasil riset menunjukan masalah kemandirian dan ekonomi menjadi problem yang dihadapi pekerja migran terutama bagi mereka yang sekembalinya ke tanah air dari bekerja di luar negeri.
“Dengan pembekalan keterampilan kecantikan ini diharapkan mereka bisa berdaya baik secara keterampilan dan juga menjadi peluang perbaikan finansial keluarga,” tuturnya.
Dyah Puspita selaku mitra kegiatan pengabdian masyarakat sekaligus sebagai pendiri Gayatri Beauty Academi mengapresiasi kegiatan pengabdian masyarakat tersebut. Menurutnya kegiatan ini sangat bermanfaat bagi pekerja migran sebagai upaya penambahan ilmu pengetahuan dan keterampilan.
Baca juga : Menaker Resmikan Asosiasi Pengelola Pelatihan Pekerja Migran Indonesia
“Para pekerja umumnya ketika kembali ke tanah air dan tidak menjadi pekerja migran merasa kewalahan mencari sumber finansial bagi keluarganya,” kata Dyah.
Menurutnya dengan adanya kegiatan ini tentu tidak hanya skill yang akan di asah melainkan juga peluang-peluang ekonomi yang bisa dilakukan ketika kembali ke tanah air seperti membuka bisnis kecantikan mandiri.
Neneng Siti Silfi Ambarwati dosen Pendidikan Tata Rias dan tim pengabdian mengutarakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya UNJ mendukung pencapaian visi untuk menjadi universitas berkelas dunia melalui Pemberdayaan Kepada Masyarakrat Kalaboratif Internasional yang didukung oleh LPPM dan Fakultas Teknik UNJ.
Baca juga : Tim P2M Prodi Humas dan Komunikasi Digital UNJ Goes to Pondok Pesantren
Menurutnya melalui kegiatan internasional ini UNJ semakin dikenal tetapi juga dapat berkontribusi dan selalu memberi dampak baik kepada masyarakat Indonesia dimanapun berada.
Pada kesempatan itu dilakukan juga kegiatan pengabdian di Sekolah Indonesia Singapura (SIS) dihadiri dan dibuka oleh I Gusti Agung Ketut Satrya Wibawa selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan di Singapura. Berikutnya kegiatan pengabdian dihadiri dan dibuka oleh Noeri Widowati selaku istri dari Dubes RI untuk Singapura.
Pada kesempatan itu Noeri Widowati menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerjasama kegiatan pengabdian masyarakat ini. Menurutnya pekerja migran perlu meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya yang berguna dalam mendukung kariernya ke depan.
Baca juga : BRI Dorong Kesejahteraan dan Pemberdayaan Perempuan
Adapun beberapa materi yang tersaji dalam pembekalan dan pelatihan ini diantaranya seperti materi Improving Adolescents' Healthy Food Selection Knowledge Through Flipbook Media yang terlaksana di Sekolah Indonesia Singapore (SIS) yang menjadi bekal penting pengetahuan para pekerja kecantikan di Singapura yang diberikan oleh Nur Riska Koordinator Program Studi Pendidikan Tata Boga bersama Dr. Rusilanti tim pengabdian.
Selain itu juga materi improving Entrepreneurial Knowledge of Making Bridal Boreh sebuah upaya edukasi membuat boreh pengantin yang disampaikan oleh Nurul Hidayah koordinator Program Studi Pendidikan Tata Rias.
Ada juga materi Improving The Skills of Female Co-workers Through Traditional Bridal Body Scrub Making Workshop sebuah eduaksi dan pelatihan membuat lulur pengantin tradisional yang disampaikan oleh Neneng Siti Silfi Ambarwati.
Serta materi Empowering Indonesian Migrant Workers in Making Wedding Gifts From The Art of Towel Folding, yaitu edukasi dan pelatihan membuat hantaran yang dikenal dengan istilah Towel Folding Art yang disampaikan oleh Elmanora Kooprodi Ilmu Kesejahteraan keluarga bersama Prasiti Laras Nugrahaeni, dan Nurlaila Abdullah Mashabi selaku dosen IKK.
“Seni merias pengantin bukan ilmu yang susah dan juga tidak mudah, ini semua perlu keterampilan yang dibiasakan dan dilatih,” tukas Elmanora. (H-2)
Pernyataan itu juga menyampaikan bahwa KJRI Jeddah turut memfasilitasi pemulangan satu WNI dengan kondisi lumpuh akibat sakit ke Indonesia.
Kerja sama ini menjadi bentuk sinergi antar BUMD milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mendukung pembiayaan sektor ketenagakerjaan.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, menekankan bahwa pekerja migran Indonesia (PMI) bukan hanya tenaga kerja, melainkan juga duta bangsa.
Kemitraan ini memastikan pekerja migran di Taiwan mendapatkan pekerjaan yang layak serta akses perlindungan sosial yang mumpuni.
Perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia di luar negeri menjadi isu mendesak di tengah tingginya kerentanan terhadap eksploitasi HAM.
Pemerintah memperkuat upaya perlindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) sejak tahap paling awal, yakni proses pencarian kerja di ruang digital.
Minimnya lapangan kerja dan maraknya praktek pungli terhadap para pencari kerja di Subang, membuat warga memilih untuk bekerja ke luar negeri
Rayakan HUT ke-130, BRI hadir sebagai mitra setia Pekerja Migran Indonesia lewat promo remitansi US$1,30 dan layanan digital lintas 11 negara.
Penguatan kompetensi dan sistem perlindungan bagi mahasiswa yang melakukan kegiatan kerja di luar negeri harus terus ditingkatkan.
Nilai deposito P3MI sebesar Rp1.500.000.000 berupaya diubah melalui revisi UU PPMI.
Kemitraan ini memastikan pekerja migran di Taiwan mendapatkan pekerjaan yang layak serta akses perlindungan sosial yang mumpuni.
Teknologi dapat memfasilitasi keterlibatan publik secara bermakna untuk memahami pentingnya literasi keuangan bagi pahlawan devisa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved