Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
GURU Besar Departemen Ilmu Kesehatan Anak Prof Pustika Amalia Wahidiyat mengatakan dukungan dan kehadiran kumpulan anak penyintas kanker (peer group) bisa membantu mempertahankan kualitas hidup anak penderita kanker agar menjalani hidup sehat.
"Kadang-kadang masalahnya anak-anak itu kalau orangtuanya atau dokter yang ngomong, karena mereka nggak mau dengar. Peer group itu sangat perlu sekali untuk menyatakan hal-hal yang positif, karena peer group itu sudah pernah mengalami, jadi mereka akan lebih percaya," kata Pustika dalam diskusi daring, dikutip Rabu (4/9).
Pustika mengatakan, penderita kanker pada usia sekolah biasanya lengah dalam menjaga kesehatan karena sudah merasa lebih sehat dan memiliki kesibukan sekolah. Hal ini yang terkadang menyebabkan anak yang sudah dinyatakan sembuh dari kanker bisa terkena lagi.
Baca juga : Anak Sebaiknya tidak Diberi Makanan Cepat Saji Agar Terhindar dari Kanker
Ia juga mengatakan kontrol yang harus dilakukan sebulan sekali biasanya membuat anak-anak bosan sehingga keluarga sebagai caregiver perlu memberikan dukungan dari segi makanan dan gaya hidup sehat.
"Secara psikososial, anak-anak yang remaja ini lebih sulit, karena tentunya kalau dia sudah sembuh kegiatannya akan lebih banyak. Nah itu yang kadang-kadang menjadi lengah, jadi faktor keluarga pun juga harus mendukung," ujar Pustika.
Dokter dengan sub spesialis hematologi dan onkologi anak ini mengatakan anak yang dinyatakan sembuh dari kanker adalah yang sudah bertahan lima tahun tidak ada kekambuhan.
Baca juga : Orang tua Perlu Waspada, Kanker pada Anak Lambat Dideteksi
Pada saat ini, keluarga sebaiknya menjaga pola hidup sehat anak agar mendapatkan kualitas hidup yang baik dan bisa sehat lebih lama.
Hal ini termasuk menghindari makanan instan dan makanan dengan olahan tinggi (ultra process food). Orangtua juga perlu memastikan obat kemoterapi tidak membuat sel tumor bermutasi dengan bentuk genetik lain yang bisa menyebabkan anak kembali menderita kanker keganasan kedua.
"Tetapi tidak menutup kemungkinan mutasi gen yang akibat pengobatan yang kita berikan pun, bisa membuat dia berubah menjadi jenis cancer yang lain. Tapi umumnya kayak leukimia akut, kita bisa mencapai kesembuhan sampai 80%," pungkas Pustika. (Ant/Z-1)
Durasi batuk merupakan indikator paling krusial dalam mendeteksi TB, terutama pada orang dewasa.
TB pada anak bukan sekadar batuk biasa, melainkan ancaman terhadap masa depan mereka.
Edukasi seksual ini merupakan langkah preventif utama untuk mencegah penyimpangan seksual pada anak di masa depan.
Gangguan hormon yang tidak ditangani sejak dini dapat menghambat perkembangan organ reproduksi secara optimal.
Proses grooming biasanya dimulai dengan upaya halus untuk menumbuhkan rasa percaya.
Child grooming adalah proses manipulatif ketika pelaku, biasanya orang dewasa, membangun hubungan emosional dengan seorang anak.
Investigasi 14 lembaga penyiaran publik mengungkap seorang donor sperma di Eropa telah menghasilkan setidaknya 197 anak yang berisiko tinggi kanker akibat mutasi gen TP53.
Banyak orang tua yang tidak menyadari kanker bisa menyerang anak-anak sehingga mereka cenderung mengabaikan gejala awal.
Sebanyak 50 anak dan orangtua pendamping mengikuti rangkaian kegiatan yang dilaksanakan.
Studi terbaru menemukan jalur metabolisme penting pada kanker anak langka MPNST yang dapat dijadikan target terapi baru.
Berdasarkan data Indonesian Pediatric Cancer Registry, tercatat sebanyak 6.623 kasus kanker pada anak selama kurun waktu 2020 hingga 2024.
Banyak tantangan yang dihadapi pasien kanker anak dan keluarga, terutama yang berasal dari latar belakang keluarga prasejahtera.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved