Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KANKER masih menjadi penyebab kematian terbanyak bagi anak-anak dan remaja. Di Indonesia, tingkat kesembuhan kanker pada anak hanya 20% dari keseluruhan jumlah kasus atau dari 11.156 kasus baru setiap tahunnya, 8 ribu anak di antaranya meninggal dunia.
Kanker pada anak merupakan kondisi dimana sel dalam tubuh anak membelah secara tidak normal, tumbuh, dan menyerang bagian tubuh manapun. Pada umumnya kanker pada anak terbagi menjadi dua kelompok, yakni cair/darah (leukemia) dan padat (kanker otak, retinoblastoma, osteosarkoma, lainnya). Leukemia merupakan jenis kanker yang paling sering dialami anak, yakni sebayanyak 35% dari jumlah kasus.
"Menghadapi kanker pada anak bukanlah akhir, tetapi awal dari perjalanan bersama yang penuh harapan dan keberanian," kata Dokter Spesialis Anak Konsultan Hemtologi Onkologi Anak Dr Mururul Aisyi, Rabu (21/8).
Baca juga : Ini Gejala Kanker Paru yang Perlu Anda Waspadai
Gejala awal dari setiap jenis kanker berbeda-beda dan terkadang menyerupai penyakit lainnya. Ia mencontohkan pada leukemia memiliki gejala yang dialami anak adalah pucat, mudah lelah, demam, pendarahan seperti mimisan, gusi berdarah, hingga nyeri saat berjalan.
"Sedangkan untuk kanker padat, kebanyakan gejala lebih kasat mata, seperti adanya benjolan," ujar dr Aisyi.
Contohnya pada kanker mata atau retinoblastoma, gejala yang ditimbulkan dapat dilihat, dengan memperhatikan jika ada manik mata berwarna putih, mata kucing, hingga pembesaran bola mata pada anak.
Tidak seperti kanker pada orang dewasa, kanker pada anak tidak dapat dicegah dan diketahui penyebabnya. Tingkat kecepatan dan ketepatan diagnosis kanker menjadi kunci untuk kesembuhan penyakit ini.
Baca juga : Peringati HAN, Anak-Anak Pengidap Kanker Diajak Bermain Bersama
Sayangnya di Indonesia, sebanyak 50% kasus kanker pada anak hadir pada stadium lanjut. "Permasalahan utama terdapat pada minimnya pengetahuan orang tua maupun lingkungan sekitar terhadap gejala kanker," jelas Ketua Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia Tyas Amalia.
Selain itu, diagnosis yang terlambat juga dapat terjadi karena sulitnya akses fasilitas kesehatan. Sehingga, di Indonesia kanker pada anak lebih susah disembuhkan karena terlambatnya deteksi dini yang berlanjut pada keterlambatan diagnosis dan penanganan lanjut.
Melalui upaya Inisiatif Global WHO pada isu kanker pada anak, WHO mengumumkan target untuk setidaknya mencapai 60% tingkat kelangsungan hidup bagi anak-anak dengan kanker di tahun 2030 di seluruh dunia. Kolaborasi menyeluruh dari berbagai pihak sangat dibutuhkan.
Seperti di sekolah yang menjadi rumah kedua bagi anak, dapat berperan sebagai pengawas apabila anak menunjukkan gejala fisik yang mengkhawatirkan hingga tidak dapat mengikuti pembelajaran dengan baik.
Penyuluhan kepada guru atau pendamping murid dapat dilakukan agar guru memiliki kepekaan terhadap gejala kanker. "Selain sekolah, pihak lain seperti komunitas, perusahaan, atau masyarakat secara umum, juga dapat mengambil peran dalam menyebarluaskan informasi tentang kanker anak," ungkapnya. (H-2)
Thalassemia disebabkan oleh mutasi genetik yang mengganggu produksi rantai globin dalam hemoglobin.
Chikungunya adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus chikungunya dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti maupun Aedes albopictus
Gejala seperti demam ringan dan pembengkakan di area injeksi umumnya bisa ditangani sendiri di rumah.
Gejala chikungunya di antaranya demam, badan terasa lemas, dan nyeri pada sendi dan tulang yang lama hingga berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.
Mata kering bukanlah sebuah kondisi ringan. Bagi sebagian pasien, mata kering justru bisa menjadi indikasi proses autoimun yang berlangsung diam-diam di dalam tubuh.
Selain menyebabkan ruam di kulit, cacar api juga dapat menimbulkan rasa sakit ekstrem seperti terasa tersengat listrik, rasa terbakar, atau tertusuk paku.
Efektivitas terapi kanker harus berjalan selaras dengan kondisi fisik dan psikologis pasien.
Hingga saat ini, para peneliti masih mendalami penyebab pasti munculnya kanker paru pada nonperokok.
Peneliti University of Waterloo merekayasa bakteri Clostridium sporogenes untuk mengonsumsi tumor. Gunakan sistem "sirkuit DNA" agar aman bagi tubuh.
Di Indonesia usia kanker paru 10 tahun lebih muda dibandingkan di luar negeri. Angkanya juga meningkat terutama pada perempuan yang tidak merokok dan usia muda
Kondisi tubuh yang kuat sangat diperlukan agar anak mampu menghadapi berbagai efek samping akibat kemoterapi.
Sebuah studi terbaru mengungkap adanya korelasi mengejutkan antara diagnosis kanker dengan peningkatan risiko perilaku kriminal pada pasien.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved