Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
AKSI bunuh diri yang dilakukan dokter Aulia Risma Lestari, mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) anastesi di Universitas Diponegoro menjadi perhatian publik. Dugaan bullying pun mencuat sebagai penyebab aksi nahas tersebuut.
Merespons itu, Psikolog dari Universitas Indonesia Dicky Paluppesy mengungkapkan, jika melihat data yang bersifat anekdotal, atau bukan diperoleh lewat pengumpulan data secara terstruktur atau mengikuti metode ilmiah, kasus bunuh diri mahasiswa PPDS Undip bukanlah fenomena yang kasuistik.
“Anteseden atau penyebabnya bukan sesuatu yang unik yang hanya terjadi saat itu di PPDS Undip. Ini bisa dicek dari informasi-informasi yang disampaikan di media sosial oleh yang mengaku melihat, mengalami atau terkena dampaknya,” kata Dicky saat dihubungi, Kamis (22/8).
Baca juga : Kemenkes Masih Investigasi Pemicu Kematian Mahasiswi PPDS Undip
Ia menjelaskan, prinsip dasar dalam memahami perilaku termasuk tindakan bunuh diri adalah perilaku dihasilkan dari interaksi faktor individu dan faktor lingkungan. Jadi, lanjut Dicky, kita bisa mengira-ngira lingkunga, baik lingkungan sosial, lingkungan belajar hingga lingkungan seperti apa yang dialami dalam kasus PPDS Undip dan PPDS lain yang secara indikatif diceritakan di media dan media sosial.
“Secara sederhana, berarti lingkungan itu menekan. Tekanan itu akumulatif, memberatkan, dan tampaknya tanpa ada atau sulit diintervensi untuk dihentikan. Malah mungkin dirawat dengan anggapan sebagai tradisi lingkungan yang memberikan identitas tertentu,” ungkapnya.
Untuk mencegah kasus serupa di kemudian hari, Dicky menilai perlu adanya intervensi terhadap lingkungan. Menurutnya, berbagai pihak harus menciptakan lingkungan yang zero tolerance terhadap pemberian tekanan tanpa alasan yang jelas. Dalam hal pendidikan, tekanan itu bisa berupa bagian dari tugas instruksional dan semua bentuk perundungan, baik fisik, emosional termasuk gosip.
“Angkat juga contoh-contoh baik yaitu ketika ada lingkungan belajar yang tegas mencegah atau melawan perundungan. Dengan ada contoh lingkungan belajar suportif yang tidak menolerir perundungan, maka yang lain bisa belajar bahwa lingkungan zero tolerance terhadap perundungan, lingkungan kondusif untuk belajar, bisa diciptakan,” pungkas dia.
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
WHO menekankan mayoritas anak yang bunuh diri sebenarnya menunjukkan tanda peringatan sebelumnya, namun sering tidak terbaca atau diabaikan.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini.
Kepala daerah memiliki kewajiban moral dan administratif untuk memastikan kehadiran negara di setiap pintu rumah warga yang kesulitan.
Kemendikdasmen memandang peristiwa siswa bunuh diri di NTT itu sebagai kejadian yang sangat serius, serta mengingatkan bahwa kesejahteraan psikososial anak merupakan isu yang kompleks.
MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menegaskan bahwa satuan pendidikan harus ramah anak, sehingga anak mendapatkan haknya atas pendidikan secara utuh.
Hati-hati, istilah 'Good Boy' kini punya makna negatif di kalangan remaja. Simak bagaimana tren TikTok ini menjadi bentuk perundungan baru di sekolah.
Kemenkes mengungkapkan temuan senior yang merupakan peserta PPDS Unsri melakukan perundungan atau bullying pada juniornya dengan memeras Rp15 juta per bulan
Merespons bullying, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menggelar 'Gen Z Fest: The Next Wave of Digital Natives' di Jakarta (18/12)
Data UPT PPA DKI Jakarta menunjukkan, hingga 19 Desember 2025 terdapat 2.182 pengaduan. Kekerasan psikis menempati urutan tertinggi dengan 1.059 kasus.
ALIANSI Peduli Anak Indonesia mendesak diwujudkannya sekolah yang aman bagi anak dan bebas dari bullying atau perundungan. Hal itu disuarakan melalui aksi damai dan teatrikal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved