Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KEJADIAN kasus Tuberkulosis atau TB di Indonesia masih terbilang salah satu yang tertinggi di dunia. Pemerintah berupaya mempercepat eliminasi TB di Tanah Air melalui berbagai langkah, mulai dari menggencarkan surveilans atau deteksi, pengobatan, hingga pemberian vaksin.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI yang membidangi pengawasan sektor kesehatan Emanuel Melkiades Laka Lena mendukung upaya pemberantasan tuberkulosis di Indonesia melalui pengembangan kebijakan berbasis data dan sains.
Baca juga : Edukasi Masyarakat terkait TB secara Masif Harus Segera Dilakukan
"Kaukus Tuberkulosis DPR Rl juga akan mendukung inovasi dalam penanganan tuberkulosis, termasuk pengembangan teknologi mutakhir untuk pencegahan, diagnosis, dan pengobatan,” jelas Melki, melalui rilis yang disampaikan kepada Parlementaria, di Jakarta, Selasa (20/8).
Menurutnya, hal ini penting agar strategi pencegahan maupun penanganan bisa berjalan efektif dan efisien sekaligus diterima dengan baik oleh publik.
“Penggantian tes berbasis dahak dengan tes molekuler cepat yang lebih efisien adalah salah satu langkah penting untuk meningkatkan akurasi dan kecepatan deteksi tuberkulosis,” katanya.
Baca juga : Di Pertemuan PBB, DPR RI Tegaskan Komitmen Indonesia Tuntaskan TBC
Untuk itu, DPR RI bersama Global Health Strategies (GHS) meluncurkan Kaukus Tuberkulosis di Gedung Nusantara II, DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (19/8). Agenda yang mengusung tema “Eliminasi TBC 2030: Nusantara Sehat, Indonesia Kuat” ini bertujuan memperkuat komitmen parlemen untuk memerangi tuberkulosis di Indonesia.
Berdasarkan data WHO Global TB Report 2023, ada 10,6 juta orang di dunia yang jatuh sakit karena TBC. Selain itu, kasus meninggal dunia akibat TB mencapai 1,3 juta orang. Sementara itu, penyakit TB juga masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Berangkat dari peristiwa ini, Indonesia menjadi satu negara dari delapan negara yang menyumbang dua pertiga kasus TB global.
Data SITB mencatat Peningkatan penemuan kasus TB tersebut mencapai 820.789 kasus pada 2023, lebih tinggi jika dibandingkan dengan temuan 724.329 kasus pada 2022. Sedangkan notifikasi kasus TB di Indonesia pada 2024 per Juni 2024 sebanyak 282.281 kasus atau 26% dari estimasi yang harus ditemukan. Namun, hingga triwulan II 2024, belum semua kasus Tb yang ditemukan telah melakukan pengobatan.
Oleh sebab itu, akselerasi pemberantasan TB menjadi salah satu prioritas utama bagi presiden dan wakil presiden terpilih periode 2024-2029 untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat Indonesia. Pemerintah juga menargetkan penurunan kejadian TB menjadi 65 orang per 100.000 penduduk pada tahun 2030.
“Peluncuran Kaukus TB DPR RI ini menjadi bukti tekad dan semangat untuk melawan TB secara lebih efektif. Kaukus ini terbuka untuk seluruh fraksi dan komisi sehingga dukungan politik yang terbentuk menjadi berlanjut tanpa henti,” jelas Melki. (H-3)
INDONESIA resmi memulai uji klinis fase 1 vaksin tuberkulosis (Tb) berbasis inhalasi pertama di dunia.
PERHIMPUNAN Dokter Paru Indonesia (PDPI) mengingatkan bahwa tuberkulosis (TB) masih menjadi epidemi mematikan di Indonesia, meski sudah ada berbagai program penanggulangan.
Kementerian Kesehatan menerapkan enam strategi utama, termasuk penguatan promosi dan pencegahan, pemanfaatan teknologi, serta integrasi data dengan rumah sakit dan Puskesmas.
Pengobatan Tb RO masih memanfaatkan banyak dana hibah luar negeri, yang ke depannya tidak akan terus ada.
Data Tb yang akurat sangat penting untuk perencanaan, monitoring, dan evaluasi program penanggulangan Tb.
Selain upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis atau TB di Indonesia, penting untuk menghapus stigma negatif yang melekat pada TB. Stigma sering menjadi penghalang bagi orang dengan TB.
Dengan asumsi satu alat dapat melayani 3.000 pasien, Benjamin memperkirakan 60.000 warga Makassar dapat diperiksa pada tahun 2026.
Peneliti Universitas Basel kembangkan tes sel tunggal untuk membedakan antibiotik yang hanya menghambat pertumbuhan dan yang benar-benar membunuh bakteri.
Selain DBD, Rano juga menyoroti masih tingginya kasus tuberkulosis (TBC) di Jakarta. DKI Jakarta masih berada di peringkat delapan nasional untuk kasus TBC.
Peneliti BRIN mengembangkan Tuberculosis Colorimetric Sensor, yaitu sensor deteksi cepat berbasis metode colorimetric.
Dari tahun 2023 hingga 2024, terdapat 737 mahasiswa dari 13 provinsi di Indonesia yang telah menjadi TB Rangers.
Kampanye itu mendeteksi pengidap Tb kemudian mengobati hingga tuntas sampai betul-betul sembuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved