Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
DEPUTY Director Centre Climate Research Singapore (CCRS) Aurel Moise mengungkapkan, wilayah Indonesia, khususnya di selatan khatulistiwa, pada musim kemarau diperkirakan akan terjadi peningkatan nilai maksimum dari Consecutive Dry Days (CDD), atau jumlah hari tanpa hujan berturut-turut dalam satu tahun.
Lokasi dengan peningkatan CDD terbesar berada di wilayah yang rentan terhadap kebakaran hutan, seperti Sumatera Selatan, Riau, dan sebagian besar Kalimantan.
Baca juga : Perubahan Iklim Perparah Intensitas Cuaca Ekstrem
“Di masa depan, kemungkinan besar akan terjadi peningkatan kejadian kebakaran hutan dan asap kabut saat musim kemarau,” kata Aurel dalam keterangan resmi, Minggu (11/8).
Aurel menjelaskan, hal itu disebabkan oleh fenomena Indian Ocean Dipole (IOD), yaitu perbedaan suhu hangat di bagian timur dan barat Samudra Hindia yang memengaruhi curah hujan di seluruh Benua Maritim. Selain itu, El Nino Southern Oscillation (ENSO), yang merupakan anomali suhu permukaan laut di Samudra Pasifik, juga berdampak signifikan terhadap curah hujan di wilayah ini.
"Perbedaan kondisi hangat dan dingin yang disebut La Nina dan El Nino ini sangat berdampak pada curah hujan di seluruh Benua Maritim," tegas Aurel.
Baca juga : Kekeringan Berdampak pada Puluhan Ribu Jiwa di Kabupaten Cirebon
Melalui laporan studi Singapore’s Third National Climate Change Study (V3) yang berisi hasil penelitian tentang perubahan dampak iklim di Singapura dan Asia Tenggara, Aurel memproyeksikan bahwa permukaan air laut akan meningkat di seluruh kawasan Asia Tenggara dengan tingkat yang berbeda-beda hingga akhir abad ini.
Selain itu, tren curah hujan yang bervariasi dan peningkatan suhu udara yang signifikan, terutama di bulan Juni, Juli, dan Agustus, menjadi kunci utama dalam studinya.
Aurel memperkirakan, permukaan air laut di sekitar Singapura akan naik lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya, karena pemahaman yang lebih baik mengenai proses-proses utama yang memengaruhi permukaan laut pada skala global, regional, dan lokal.
Baca juga : BPBD Padang Distribusikan 96 Ton Air Bersih kepada Warga Korban Kekeringan
“Proyeksi kenaikan permukaan air laut di sekitar Singapura sebanding dengan kenaikan Rata-rata Permukaan Laut Global (GMSL),” jelasnya.
Sementara itu, perubahan suhu udara permukaan di Asia Tenggara diperkirakan akan meningkat antara 2 hingga 5,5 derajat celcius hingga akhir abad ini.
“Peningkatan suhu yang lebih tinggi terjadi di Myanmar, Thailand, Laos, dan Kamboja, dengan kemungkinan mencapai enam derajat celcius selama musim panas,” sebut Aurel.
Baca juga : 15 Hektare Sawah di Tasikmalaya Terancam Kekeringan
Sementara itu, Kepala Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN Albertus Sulaiman mengemukakan, pemahaman yang mendalam tentang iklim di kawasan Benua Maritim sangat diperlukan untuk memahami dan memproyeksikan perubahan iklim di masa depan.
“Apa saja yang menjadi faktor penggerak utama dari iklim yang terjadi di kawasan ini harus diselidiki,” tegasnya. (Ata_Deputy Director Centre Climate Research Singapore (CCRS) Aurel Moise mengungkapkan, wilayah Indonesia, khususnya di selatan khatulistiwa, pada musim kemarau diperkirakan akan terjadi peningkatan nilai maksimum dari Consecutive Dry Days (CDD), atau jumlah hari tanpa hujan berturut-turut dalam satu tahun.
Lokasi dengan peningkatan CDD terbesar berada di wilayah yang rentan terhadap kebakaran hutan, seperti Sumatera Selatan, Riau, dan sebagian besar Kalimantan.
“Di masa depan, kemungkinan besar akan terjadi peningkatan kejadian kebakaran hutan dan asap kabut saat musim kemarau,” kata Aurel, dalam webinar PRIMA's Talk bertajuk “High-resolution Climate Change Projections for Singapore and the Wider Southeast Asia Region in Support of Climate Impacts Research”, yang dihelat Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kamis (8/8).
Aurel menjelaskan, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD), yaitu perbedaan suhu hangat di bagian timur dan barat Samudra Hindia yang memengaruhi curah hujan di seluruh Benua Maritim. Selain itu, El Nino Southern Oscillation (ENSO), yang merupakan anomali suhu permukaan laut di Samudra Pasifik, juga berdampak signifikan terhadap curah hujan di wilayah ini.
"Perbedaan kondisi hangat dan dingin yang disebut La Nina dan El Nino ini sangat berdampak pada curah hujan di seluruh Benua Maritim," tegas Aurel.
Melalui laporan studi Singapore’s Third National Climate Change Study (V3) yang berisi hasil penelitian tentang perubahan dampak iklim di Singapura dan Asia Tenggara, Aurel memproyeksikan bahwa permukaan air laut akan meningkat di seluruh kawasan Asia Tenggara dengan tingkat yang berbeda-beda hingga akhir abad ini.
Selain itu, tren curah hujan yang bervariasi dan peningkatan suhu udara yang signifikan, terutama di bulan Juni, Juli, dan Agustus, menjadi kunci utama dalam studinya.
Aurel memperkirakan, permukaan air laut di sekitar Singapura akan naik lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya, karena pemahaman yang lebih baik mengenai proses-proses utama yang memengaruhi permukaan laut pada skala global, regional, dan lokal.
“Proyeksi kenaikan permukaan air laut di sekitar Singapura sebanding dengan kenaikan Rata-rata Permukaan Laut Global (GMSL),” jelasnya.
Sementara itu, perubahan suhu udara permukaan di Asia Tenggara diperkirakan akan meningkat antara 2 hingga 5,5 derajat celcius hingga akhir abad ini.
“Peningkatan suhu yang lebih tinggi terjadi di Myanmar, Thailand, Laos, dan Kamboja, dengan kemungkinan mencapai enam derajat celcius selama musim panas,” sebut Aurel.
Sementara itu, Kepala Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN Albertus Sulaiman mengemukakan, pemahaman yang mendalam tentang iklim di kawasan Benua Maritim sangat diperlukan untuk memahami dan memproyeksikan perubahan iklim di masa depan.
“Apa saja yang menjadi faktor penggerak utama dari iklim yang terjadi di kawasan ini harus diselidiki,” tegasnya. (Z-8)
Menurut dia, salah satu langkah yang dilakukan Pemprov Jabar adalah mendorong pengembangan komoditas pertanian yang lebih hemat air.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia akan datang lebih awal pada April dan terasa lebih kering dibanding tahun lalu. Cek daftar wilayah terdampak di sini.
Ilmuwan temukan jutaan bakteri dan jamur "pelindung" di dalam pohon ek yang tetap stabil meski dilanda kekeringan ekstrem.
BENCANA kekeringan melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
GUBERNUR Sumatra Barat Mahyeldi menyebut kondisi kekeringan air di Padang saat ini tergolong cukup ekstrem, terutama di Kecamatan Pauh dan Kuranji.
USAI banjir bandang menerjang Padang, Sumatra Barat, pada akhir November 2025 lalu, dua irigasi rusak total.
Prakiraan cuaca Jakarta dan sekitarnya Senin 23 Februari 2026 berpotensi berawan hingga hujan siang hari. Cek suhu, kelembapan, dan tips aktivitas.
Musim hujan sering kali dianggap sebagai penghalang bagi sebagian orang untuk berlibur. Namun, data terbaru dari platform perjalanan digital Agoda pada Februari 2026
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) masih akan berlangsung hingga akhir April atau awal Mei 2026.
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
Mandi air hangat bukan sekadar untuk kenyamanan, melainkan langkah krusial untuk membantu menghilangkan kotoran dari lumpur serta menjaga suhu tubuh agar tidak kedinginan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved