Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MANTAN Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Prof. Mohamad Nasir mengatakan pendidikan menjadi komponen penting untuk memajukan kualitas hidup masyarakat, sehingga dibutuhkan transformasi dalam meningkatkan kualitas sistem pendidikan di Indonesia.
“Harus bisa lebih cepat, lebih bagus, dan berkualitas khususnya di bidang pendidikan. Pendidikan Dasar dan Menengah adalah basic untuk menentukan pendidikan tinggi. Apabila pendidikan dasar dan menengah kurang bagus, maka inputnya yang bergantung itu tidak akan bagus,” katanya kepada Media Indonesia di Jakarta pada Kamis (8/8).
Prof Nasir menjelaskan bahwa salah satu tujuan pendidikan nasional yaitu menciptakan daya saing sebuah bangsa. Menurutnya, ada lima elemen yang harus diperhatikan dalam memajukan pendidikan untuk memajukan daya saing bangsa.
Baca juga : Edukasi soal Pendidikan Tinggi, Marvin Foundation Gelar Future Leader Bootcamp di Madiun
“Pertama yaitu kelembagaan yang baik, jadi institusi harus kuat, kedua adalah sumber dayanya harus bagus dan berkualitas, ketiga yaitu infrastruktur riset harus baik karena tanpa infrastruktur yang baik kita tidak mungkin bisa maku,” jelasnya.
Elemen selanjutnya, jelas Nasir adalah pentingnya pemerintah untuk mengembangkan riset tersebut agar menghasilkan sumber daya yang berkualitas dan mendapat pengakuan baik secara nasional dan internasional. Selain itu, elemen tersebut juga harus diikuti oleh penciptaan inovasi.
“Selanjutnya yaitu inovasi, jadi semua riset yang terkait ini pada akhirnya harus bisa mendorong menjadikan national competitive atau daya saing bangsa menjadi lebih kuat,” imbuhnya.
Baca juga : Lazismu Beri Beasiswa kepada Puluhan Warga Palestina
Menurut Prof Nasir, hal penting lainnya yang juga harus mendapat perhatian dalam dunia pendidikan adalah bagaimana membangun character building dan etika bagi para siswa-siswa di sekolah dasar hingga menengah.
“Pembelajaran etika dan karakter ini sudah harus selesai pada tingkat sekolah dasar dan menengah. Dulu ada pelajaran Budi pekerti tapi saat ini tidak ada namun lebih kepada pendidikan agama. Mestinya dengan pendidikan agama yang baik, Budi Pekerti akan lebih baik, tetapi yang terjadi apa? Tidak. Inilah yang mungkin ada sesuatu yang kurang pas dan harus dievaluasi,” tuturnya.
Selain itu, Prof Nasir juga menyoroti isu komersialisasi pendidikan tinggi yang kini menjadi salah satu problematika pendidikan nasional. Menurutnya, UKT yang mengalami kenaikan merupakan kegagalan pemangku kebijakan dalam menyinkronisasikan pendidikan tinggi.
"UKT yang mengalami kenaikan itu karena pemerintah tidak melihatnya secara keseluruhan. Seharusnya perguruan tinggi diberi ruang sebagai sumber daya dalam pendidikan tinggi, salah satunya dengan mengimplementasikan subsidi silang dimana mahasiswa yang ekonominya mampu harus membantu mahasiswa dengan ekonomi lemah,” tandasnya. (H-2)
Yayasan Pendidikan Universitas Presiden (YPUP) mendukung penuh atas pendirian ICPI-PU di lingkungan President University.
HIMPUNAN Kawasan Industri Indonesia (HKI) menyampaikan apresiasi dan menyambut baik arahan Presiden Republik Indonesia kepada para rektor dan pimpinan perguruan tinggi.
Transformasi itu bergerak jauh lebih cepat daripada siklus kebijakan pendidikan tinggi yang selama ini kita kenal.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Brian Yuliarto, mendorong setiap pimpinan perguruan tinggi untuk membantu pemerintah dalam menangani permasalahan di daerah.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, menekankan bahwa pekerja migran Indonesia (PMI) bukan hanya tenaga kerja, melainkan juga duta bangsa.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) kembali menggelar Anugerah Diktisaintek 2025 sebagai bentuk apresiasi kepada para pemangku kepentingan.
ICAS tidak sekedar kompetisi, melainkan sebagai ruang pembelajaran yang melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi untuk menghadapi tantangan masa depan.
Kesejahteraan siswa merupakan faktor penting yang selama ini kurang diteliti di Indonesia, padahal sangat berpengaruh pada perkembangan psikososial dan prestasi akademik.
Kombinasi antara aktivitas sekolah yang padat, curah hujan tinggi, dan kelembapan yang meningkat dapat menciptakan lingkungan yang rawan terhadap penularan penyakit.
Data hasil TKA menjadi salah satu rujukan pemerintah dalam memetakan capaian pendidikan antarwilayah.
Kemendikdasmen berkomitmen menyempurnakan TKA melalui evaluasi berkelanjutan dan dialog dengan pemangku kepentingan.
Kenaikan kelas dan kelulusan seringkali hanya menjadi formalitas administratif demi mengejar target persentase kelulusan 100%. Masih ditemukannya siswa yang belum bisa membaca dan menulis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved