Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
RADANG otak, atau ensefalitis, adalah kondisi serius di mana terjadi peradangan pada otak akibat infeksi virus, bakteri, jamur, atau parasit, atau dalam kasus tertentu, penyebabnya tidak diketahui. Gejala awalnya mirip dengan flu ringan, seperti demam, sakit kepala, kelelahan, gangguan kesadaran, serta nyeri pada sendi atau otot. Radang otak lebih sering terjadi pada anak-anak, orang tua, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Meskipun jarang berakhir dengan fatalitas, radang otak dapat menyebabkan komplikasi serius seperti epilepsi atau gangguan memori. Faktor risiko meliputi usia, kondisi medis yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, serta faktor musiman dan geografis yang dapat meningkatkan risiko infeksi.
Radang otak atau ensefalitis disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk infeksi virus, bakteri, jamur, parasit, dan dalam beberapa kasus, autoimun:
Baca juga : Daftar 10 Penyakit yang Ditularkan oleh Hewan
Seperti virus herpes simpleks (penyebab luka dingin), varicella zoster (penyebab cacar air dan herpes zoster), virus campak, gondong, rubella, serta virus yang ditularkan oleh hewan seperti virus ensefalitis Jepang atau rabies.
Misalnya, bakteri seperti Streptococcus atau Mycobacterium tuberculosis yang dapat menyebar ke otak dan menyebabkan peradangan.
Beberapa jenis jamur tertentu dapat menyebabkan ensefalitis pada individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Baca juga : Tips Mencegah Penyebaran Infeksi, Ini yang Harus Dilakukan oleh Anak dan Orangtua
Meskipun jarang, infeksi parasit seperti Toxoplasma gondii dapat menyebabkan radang otak.
Kadang-kadang, sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan otak sendiri secara keliru, menyebabkan peradangan (ensefalitis autoimun).
Gejala radang otak bervariasi tergantung pada penyebabnya dan sering mirip dengan gejala flu ringan pada awalnya, termasuk:
Baca juga : Ciri-ciri Infeksi Bakteri pada Vagina, ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
- Demam Tinggi: Seringkali menjadi gejala utama.
- Sakit Kepala: Nyeri kepala yang parah.
- Gangguan Kesadaran: Mulai dari kebingungan hingga koma.
Baca juga : 5 Macam Penyakit yang Perlu Diwaspadai oleh Jemaah Haji
- Gangguan Neurologis: Seperti kejang, kelumpuhan pada bagian tubuh tertentu, kesulitan berbicara, gangguan pendengaran, atau penglihatan.
- Gejala Mirip Flu: Seperti nyeri otot dan sendi, kelelahan yang berlebihan, mual, atau muntah.
Gejala ini dapat berkembang dengan cepat dan memerlukan penanganan medis segera untuk mencegah komplikasi serius seperti kerusakan otak permanen atau kematian. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami gejala yang mencurigakan, segera konsultasikan dengan profesional medis untuk evaluasi dan penanganan lebih lanjut.
Proses diagnosis radang otak melibatkan pemeriksaan MRI atau CT scan untuk mengamati perubahan pada otak, serta lumbal pungsi untuk mengambil sampel cairan serebrospinal guna mengidentifikasi jenis infeksi. Pengobatan tergantung pada penyebabnya dan dapat mencakup penggunaan obat antivirus, antibiotik, atau antijamur, serta terapi rehabilitasi fisik, wicara, dan psikoterapi untuk memulihkan fungsi otak yang terpengaruh.
Radang otak memerlukan deteksi dini dan penanganan segera untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Memahami gejala yang mirip flu dan faktor risiko yang mempengaruhi dapat membantu dalam diagnosis dan pengobatan yang tepat waktu. (Z-10)
Pekerja lapangan menghadapi risiko penyakit yang cukup serius, mulai dari leptospirosis, infeksi kulit, diare, hingga infeksi saluran pernapasan.
Pada pasien anak yang dirawat inap akibat radang paru akut (pneumonia), ditemukan bahwa mereka yang mengalami gejala berat, sering kali memiliki lebih dari satu patogen di dalam tubuhnya.
Mikrobiota vagina adalah kumpulan mikroorganisme, terutama Lactobacillus, yang berfungsi melindungi organ reproduksi perempuan.
RSV bukan penyakit batuk pilek biasa yang kemudian orang yang tetap hidup sehat seperti biasa. Tapi bisa berakhir dengan komplikasi ICU, bahkan bisa berakhir dengan kematian.
RSV dapat menyebabkan anak terkena infeksi seperti bronkiolitis dan pneumonia. Meski sering disamakan, kedua penyakit itu ternyata cukup berbeda dari berbagai sisi.
Makanan untuk penderita tifus: pilih yang bergizi, mudah dicerna, dan bantu pulihkan energi. Cegah malnutrisi dengan asupan sehat selama masa pemulihan.
Masyarakat perlu dijelaskan bahwa virus influenza yang saat ini banyak ditemukan di berbagai negara tidak selalu lebih berat, tetapi memang lebih mudah menular.
IDAI mengingatkan cacar air sangat menular. Satu anak bisa menularkan varicella ke 8–12 anak lain, terutama di sekolah dan lingkungan dengan kontak erat.
Pengurus Ikatan Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) sekaligus Ketua PDITT dr. Iqbal Mochtar, meminta masyarakat tidak panik dengan penyakit ini, apalagi dengan istilah super flu.
Superflu merupakan influenza tipe A virus H3N2 subclade K yang sudah ada dari dulu.
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan potensi influenza A (H3N2) subclade K atau Super Flu menjadi pandemi tergantung dari 3 faktor.
Hingga saat ini, telah dilaporkan 189.312 kasus flu positif di New York pada musim ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved