Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
ZOONOSIS, atau penyakit yang ditularkan melalui hewan, ialah penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme parasit, seperti infeksi virus, bakteri, jamur, atau parasit. Penyakit ini dapat menular melalui kontak langsung dengan hewan, gigitan hewan, atau makanan, air, atau lingkungan yang terkontaminasi.
Lantas penyakit apa saja yang dapat ditularkan oleh hewan? Penyakit yang ditularkan oleh hewan umumnya terjadi pada orang yang sering berinteraksi dengan hewan, seperti seorang yang bekerja di bidang pertanian, pengelolaan satwa liar, dan pekerjaan lain yang dekat dengan alam.
Jika tertular penyakit ini, Anda mungkin mengalami gejala ringan yang bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, beberapa di antaranya dapat menyebabkan gejala serius bahkan berpotensi kematian. Berikut daftar 10 penyakit yang ditularkan oleh hewan.
Baca juga : Musim Hujan Tiba, Inilah Tips Jaga Ruangan Sehat dan Cegah Pneumonia
Avian influenza (flu burung) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Avian influenza A. Virus ini secara alami terdapat pada burung air liar dan dapat menginfeksi unggas serta burung dan hewan lain.
Virus flu burung dapat menginfeksi manusia dan menimbulkan penyakit. Hal ini biasanya terjadi pada orang yang pernah melakukan kontak langsung atau dekat dengan unggas yang terinfeksi.
Virus B, atau Cercopithecine herpesvirus 1, banyak ditemukan pada kera, termasuk kera rhesus, cynomolgus, ekor babi, dan kera jepang. Ini dapat ditularkan seumur hidup melalui air liurnya dan semua kera dewasa harus diasumsikan sebagai pembawa penyakit.
Baca juga : Polusi Udara Dipastikan Tingkatkan Risiko Radang Paru
Virus B dapat menular ke manusia melalui gigitan dan cakaran serta dapat menyebabkan penyakit saraf akut dan ensefalitis yang fatal.
Brucellosis merupakan infeksi bakteri yang dapat menyerang kambing dan hewan ternak lain seperti domba dan sapi serta hewan ruminansia liar seperti rusa, dan bison.
Brucellosis menyebabkan aborsi atau lahir mati pada hewan. Hewan yang terinfeksi dapat mengeluarkan bakteri tersebut melalui susu dan cairan vagina setelah melahirkan atau aborsi.
Baca juga : Tips Mencegah Penyebaran Infeksi, Ini yang Harus Dilakukan oleh Anak dan Orangtua
Orang dapat tertular melalui kontak langsung dengan plasenta hewan yang terinfeksi dan cairan melahirkan lain, dari konsumsi susu yang tidak dipasteurisasi, dan produk susu lain dari hewan yang terinfeksi, atau jarang, di laboratorium.
Penyakit cakaran kucing merupakan penyakit bakteri ringan hingga parah yang disebabkan oleh Bartonella henselae. Kucing dan anak kucing muda kemungkinan besar merupakan sumber penularan pada manusia.
Infeksi ini ditularkan antarkucing melalui kutu. Kotoran kutu yang terinfeksi pada bulu kucing merupakan sumber penularan pada manusia yang ditularkan dari kucing ke manusia melalui gigitan, cakaran, atau jilatan kucing.
Baca juga : Pentingnya Menjaga Higienitas Kloset
Kucing jarang menunjukkan tanda-tanda penyakit tetapi manusia dapat mengalami lesi kulit, demam, atau dalam kasus yang parah, infeksi sistemik (seluruh tubuh).
Escherichia coli (E. coli) ialah bakteri yang hidup di usus hewan dan manusia dan dapat dikeluarkan melalui tinja. Sebagian besar strain E.coli tidak berbahaya, tetapi beberapa, seperti E.coli O157:H7, dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia.
Orang biasanya tertular ketika mereka memakan makanan yang terkontaminasi, tetapi infeksi juga dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan atau benda yang telah terkontaminasi oleh hewan yang terinfeksi, atau dari orang yang terinfeksi.
Kurap adalah penyakit kulit dan kulit kepala yang disebabkan oleh jamur dan menyebar dari hewan ke hewan dan dari hewan ke manusia melalui kontak dekat. Ini juga dapat menular melalui sentuhan pada benda atau permukaan yang pernah terkena infeksi.
Infeksi kurap pada hewan peliharaan mungkin tidak terlihat jelas. Namun anak anjing dan anak kucing mungkin menunjukkan tanda-tanda seperti sering kali kulit bersisik, koreng, dan kemerahan pada area yang tidak berbulu.
Rabies dikenal di seluruh dunia sebagai penyakit yang sangat mematikan. Rabies disebabkan oleh infeksi virus melalui air liur hewan, gigitan, dan cakaran.
Meskipun wabah rabies jarang terjadi, sebenarnya sangat umum terjadi di daerah dengan populasi satwa liar yang besar. Rabies biasanya ditularkan melalui anjing, monyet, kucing, dan kelelawar.
Hewan liar dan hewan yang belum menerima vaksinasi rabies lebih besar kemungkinannya menularkan penyakit ini ke manusia.
Antraks adalah jenis penyakit yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Bakteri ini dapat bertahan hidup selama beberapa dekade yang juga tahan terhadap panas, dingin, kekeringan, dan bahan kimia antibakteri.
Hewan yang dapat tertular penyakit antraks antara lain sapi, kambing, domba, kerbau, dan babi. Penyakit ini bisa menginfeksi manusia jika melakukan kontak langsung melalui media yang terkontaminasi antraks, seperti tanah dan air serta bahan makanan yang berasal dari hewan yang terinfeksi.
Bukan cuma rabies saja, ternyata kucing juga bisa menularkan penyakit toksoplasmosis. Toksoplasma adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit.
Menurut ahli, toksoplasma dapat menyerang manusia jika mereka melakukan kontak dengan kotoran kucing yang terkontaminasi atau mengonsumsi makanan dan minuman yang telah terkontaminasi.
Penyakit pes merupakan infeksi yanh disebabkan oleh bakteri yersinia pestis. Seseorang bisa terkena penyakit ini bila terkena gigitan kutu dari hewan seperti hamster, tikus, marmut, atau kucing. Jika terjangkit penyakit pes, Anda akan menderita demam, pembengkakan kelenjar getah bening, dan kelelahan. (Z-2)
stres oksidatif memicu berbagai penyakit pada hewan yang diakibatkan oleh ketidakseimbangan pada tubuh
Kesejahteraan hewan adalah bagian penting dari pembangunan berkelanjutan. Jakarta berkomitmen menjadi kota yang ramah terhadap semua makhluk hidup.
Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat (Jakbar) memvaksinasi 663 ekor hewan penular rabies (HPR) selama November 2025.
Kesejahteraan hewan (animal welfare) semakin menjadi isu global karena implikasinya terhadap etika, lingkungan, kesehatan publik, hingga ekonomi.
Para peneliti sudah lama memperkirakan bahwa perubahan iklim dapat menimbulkan ancaman bagi pika di bagian barat Amerika.
Bumi menyimpan berbagai hewan dengan bentuk dan perilaku yang begitu unik hingga sulit dipercaya bahwa mereka benar-benar ada.
Masyarakat perlu dijelaskan bahwa virus influenza yang saat ini banyak ditemukan di berbagai negara tidak selalu lebih berat, tetapi memang lebih mudah menular.
IDAI mengingatkan cacar air sangat menular. Satu anak bisa menularkan varicella ke 8–12 anak lain, terutama di sekolah dan lingkungan dengan kontak erat.
Pengurus Ikatan Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) sekaligus Ketua PDITT dr. Iqbal Mochtar, meminta masyarakat tidak panik dengan penyakit ini, apalagi dengan istilah super flu.
Superflu merupakan influenza tipe A virus H3N2 subclade K yang sudah ada dari dulu.
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan potensi influenza A (H3N2) subclade K atau Super Flu menjadi pandemi tergantung dari 3 faktor.
Hingga saat ini, telah dilaporkan 189.312 kasus flu positif di New York pada musim ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved