Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PERNAH mendengar tentang belangkas? Hewan purba berbentuk unik ini masih hidup di pesisir Indonesia. Umumnya, masyarakat mengenalnya dengan berbagai nama seperti mimi, mintuna, kepiting ladam, atau horseshoe crab.
Belangkas merupakan fosil hidup yang hanya terdiri dari empat spesies di dunia, tiga di antaranya terdapat di Indonesia, yaitu Tachypleus gigas, Tachypleus tridentatus, dan Carcinoscorpius rotundicauda.
Pakar Biologi Perairan IPB University Prof Yusli Wardiatno mengungkap bahwa populasi belangkas menurun akibat kerusakan habitat, eksploitasi telur dan darahnya, serta tangkapan sampingan para nelayan.
"Di beberapa daerah, telur belangkas dikonsumsi sebagai bagian dari tradisi lokal. Darahnya yang berwarna biru juga bernilai tinggi dalam industri biomedis karena kandungan hemocyanin-nya," kata Prof Yusli.
MI/HO--Pakar Biologi Perairan IPB University Prof Yusli WardiatnoIa menambahkan, "Namun, di balik manfaatnya, ancaman terhadap belangkas makin nyata. International Union for Conservation of Nature (IUCN) bahkan telah menetapkan Tachypleus tridentatus yang tersebar di wilayah Kalimantan Timur (Balikpapan), Sulawesi bagian Utara dan Maluku sebagai spesies yang terancam punah."
Pemerintah Indonesia telah memasukkan ketiga spesies belangkas dalam daftar satwa yang dilindungi melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 20 Tahun 2018.
Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University ini mengusulkan sejumlah upaya pelestarian hewan ini. Di antaranya dengan pembentukan kawasan konservasi, penangkaran semi-alami, serta edukasi masyarakat.
"Salah satu inisiatif penting tengah berlangsung di Ketapang, Tangerang. Di lokasi ini, pemulihan ekosistem mangrove memicu kembalinya belangkas ke wilayah tersebut," ungkapnya.
Jika tidak segera dilestarikan, bukan tidak mungkin belangkas hanya akan tinggal nama dalam buku sejarah.
"Mari kita bergerak bersama menyelamatkan fosil hidup ini bagi keseimbangan alam, warisan hayati, dan masa depan generasi mendatang," ajak Prof Yusli. (Z-1)
Bagi manusia, gerhana matahari sering menjadi momen yang menakjubkan dan mengundang rasa kagum. Namun, hal yang sama tidak berlaku bagi hewan
Langkah ini dilakukan menyusul pengosongan aktivitas Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT) serta pencabutan izin Lembaga Konservasi YMT oleh Menteri Kehutanan.
Gerakan memutar pada ikan, burung, hingga mamalia adalah efek tidak langsung dari komunikasi perilaku dan kimiawi antarsatwa.
stres oksidatif memicu berbagai penyakit pada hewan yang diakibatkan oleh ketidakseimbangan pada tubuh
Kesejahteraan hewan adalah bagian penting dari pembangunan berkelanjutan. Jakarta berkomitmen menjadi kota yang ramah terhadap semua makhluk hidup.
Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat (Jakbar) memvaksinasi 663 ekor hewan penular rabies (HPR) selama November 2025.
Habitatnya yang terpencil dan metode pelacakan yang kurang efektif, menyebabkan ilmuwan berasumsi bahwa spesies ini telah punah. Apalagi di tengah maraknya aktivitas
Java stingaree, spesies ikan misterius yang tidak terdokumentasi selama lebih dari 160 tahun, dinyatakan punah tahun 2023 oleh ilmuwan dari Charles Darwin University, Australia.
Para peneliti berpendapat bahwa ketika iklim menghangat dan vegetasi bermekaran, serbuk sari dalam jumlah besar mungkin telah menyebabkan reaksi alergi pada mammoth
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa 43% bahasa di dunia, termasuk beberapa bahasa di Eropa, berisiko punah dalam abad ini.
Kepunahan dinosaurus 66 juta tahun silam, yang menandai akhir periode cretaceous dan awal periode paleogene, merupakan salah satu peristiwa kepunahan terbesar yang menjadi sejarah di bumi
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved