Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

86 Tahun Menghilang Dikira Punah, Tikus Tanah Emas De Winton Muncul di Afrika Selatan

Cornelius Juan Prawira
21/11/2025 22:52
86 Tahun Menghilang Dikira Punah, Tikus Tanah Emas De Winton Muncul di Afrika Selatan
Tikus tanah emas De Winton(Doc Russia Beyond)

TIKUS tanah emas De Winton (De Winton's Golden Mole), spesies mamalia kecil yang misterius dan dikira telah punah selama hampir 90 tahun, berhasil ditemukan kembali di pantai barat laut Afrika Selatan.

Penemuan ini mengakhiri pencarian panjang dan memberi harapan baru bagi upaya konservasi spesies yang terancam punah.

Dianggap Punah

Tikus tanah emas De Winton terakhir kali tercatat keberadaannya pada tahun 1937. Hewan ini sangat sulit dilacak karena kebiasaannya yang pemalu dan unik: mereka 'berenang' di bawah pasir bukit pasir di pantai, tanpa meninggalkan jejak yang terlihat.

Habitatnya yang terpencil dan metode pelacakan yang kurang efektif, menyebabkan ilmuwan berasumsi bahwa spesies ini telah punah. Apalagi di tengah maraknya aktivitas penambangan berlian yang merusak habitat aslinya.

Ditemukan kembali

Penemuan kembali tikus tanah emas ini adalah hasil kerja keras tim konservasionis dari Endangered Wildlife Trust (EWT) dan Universitas Pretoria.

Karena kesulitan dalam melacak hewan ini secara visual, tim menggunakan metode ilmiah mutakhir:

  • Analisis DNA Lingkungan (eDNA):Tim mengumpulkan sampel tanah dari berbagai lokasi di pantai barat laut. Mereka kemudian menganalisis DNA yang tertinggal di dalam sampel tanah tersebut, sebuah teknik non-invasif yang memungkinkan deteksi spesies tanpa harus melihatnya secara langsung.
  • Deteksi Anjing Pelacak: Tim juga mengerahkan anjing pelacak yang sangat terlatih untuk mengidentifikasi aroma khas tikus tanah emas.

Setelah melakukan lebih dari 100 kali pengambilan sampel tanah di area seluas 18 kilometer, tim akhirnya menemukan jejak DNA dan kemudian berhasil menangkap dua individu tikus tanah emas De Winton di lokasi yang berbeda.

  • Damoak penemuan tikus tanah emas
  • Penemuan kembali tikus tanah emas De Winton memiliki makna penting bagi dunia konservasi. Spesies ini ditambahkan ke daftar spesies "hilang" yang dicari oleh kelompok konservasi global.

Keberadaannya membuktikan bahwa meskipun lingkungan rentan terhadap kerusakan, harapan untuk menyelamatkan spesies yang diyakini hilang masih ada. Penemuan ini juga menekankan pentingnya penggunaan teknologi canggih seperti eDNA dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati global.

Ilmuwan berharap penemuan ini dapat memicu langkah-langkah perlindungan yang lebih ketat terhadap habitat tikus tanah emas di bukit pasir pantai Afrika Selatan.

Sumber: phys.org, smithsonianmag.com, weforum.org, cnn.com, theanimalrescuesite.com



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya